MYLESAT.COM – Saat mengunjungi Sembawang Air Base di utara Singapura, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mendapat kesempatan joy flight helikopter H225M Caracal dari Skadron 125. Seperti halnya TNI AU, RSAF (Republic of Singapore Air Force) menyusul sebagai operator helikopter Caracal yang diproduksi oleh Airbus Helicopter.
Baca Juga:
- Di Sembawang Air Base, KSAU Tidak Hanya Lebih Kenal RSAF Tapi Juga Joy Flight Helikopter H225M Caracal
- Kemampuan Unik Airbus A330 MRTT, Pesawat Tanker Idaman TNI AU yang Sudah Dioperasikan Singapura
- Kepada Mayjen Kelvin, Marsekal Fadjar Sampaikan Bahwa RSAF Mitra Penting TNI AU di Kawasan
Baik TNI AU maupun RSAF, merupakan operator setia dari helikopter besutan Airbus yang dulunya dikenal sebagai Eurocopter. Namun tidak hanya Indonesia dan Singapura, Angkatan Udara Thailand dan Malaysia pun tidak mau ketinggalan mengoperasikannya.

Helikopter H225M Caracal milik RSAF. Foto: Airbus Helicopter
Hanya saja dari keempat pengguna H225M Caracal di Asean, TNI AU tercatat sebagai operator pertama sejak 2018. Total hingga saat ini, TNI AU mengoperasikan enam helikopter Caracal. Oleh TNI AU, helikopter ini telah dioperasikan dalam berbagai misi.
Mulai dari misi dukungan penerbangan VIP dan VVIP, bantuan kemanusiaan dan bencana alam serta operasi militer di daerah konflik.
Dalam literatur disebutkan bahwa penyebutan helikopter angkut serba guna H225M Caracal tidak ada bedanya dengan EC725 Caracal. Nomenklatur EC725 diubah menjadi H225M setelah Eurocopter bergabung dengan Airbus Helicopter. Persisnya per 1 Januari 2014, Eurocopter telah berubah nama menjadi Airbus Helicopters.
Caracal merupakan turunan langsung dari keluarga helikopter Puma dan Super Puma (H215). Sekilas pandang, memang tidak ada bedanya antara Caracal dan Super Puma. Namun sebenarnya, mudah membedakan keduanya.
Lihat saja baling-balingnya (blade). H215 Super Puma menggunakan empat blade, sedangkan H225M Caracal lima blade.
Dalam kunjungannya itu, total sekitar 45 menit dijalani KSAU dan pejabat TNI AU saat mengikuti joy flight dengan helikopter H225M Caracal.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo (tengah) diapit oleh Mayjen Kelvin (kiri) dan Komandan Partcipant Command saat melaksanakan joy flight. Foto: RSAF
RSAF menyebutnya Helicopter Familiarization Flight. Dalam waktu 45 menit itu, hampir seluruh wilayah Singapura dikelilingi dari udara, menunjukkan betapa kecilnya negara singa ini
Negara Singapura memiliki populasi sebanyak 5,61 juta jiwa menurut data 2016. Negara ini mempunyai luas sebesar 721,5 kilometer persegi, yang berarti tidak jauh berbeda dari DKI Jakarta. Menurut Keputusan Gubernur Nomor 1227 tahun 1989, luas wilayah daratan DKI Jakarta adalah 661,52 km persegi.
Kesempatan KSAU mengikuti joy flight ini juga istimewa. Karena Angkatan Udara Singapura sendiri baru mengumumkan secara resmi kepada media lokal keberadaan heli canggih ini pada akhir tahun lalu.
Persisnya 15 Desember 2022 di Sembawang Air Base, RSAF meluncurkan Airbus H225M Caracal dengan mengundang media massa.
Kementerian Pertahanan Singapura (Mindef) menggambarkan bahwa helikopter H225M sebagai pesawat dengan kapasitas beban besar, akses kabin yang mudah, dikombinasikan dengan kecepatan jelajah yang cepat, jarak jauh dan kelincahan dalam penerbangan, memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan RSAF untuk lebih efektif dan mampu memenuhi tuntutan operasional.

Helikopter H225M Caracal bisa mengangkut 28 pasukan atau muatan 5.670 kg (12.500 lbs). Foto: Dispenau
Soal heli H225M Caracal, Indonesia memang lebih dahulu mengakuisisinya. Persisnya November 2016, heli pertama sudah ada di Indonesia.
Di tahun yang sama pula kemudian, RSAF atau Singapura melakukan pemesanan tiga unit. Unit pertama tiba di Singapura pada 29 Maret 2021. Kehadiran Caracal sangat jelas untuk menggantikan armada AS332 Super Puma yang sudah dioperasikan sejak 1983, serta melengkapi helikopter angkut berat CH-47 Chinook yang dioperasikan sejak 1994.
Untuk armada Chinook, RSAF juga melakukan peremajaan dengan membeli 16 helikopter CH-47F untuk armada lawas. Advanced multi-mission heavy-lift helicopters pertama sudah diterima pertengahan 2021.
Menurut laporan media, sepuluh heli pertama akan dipangkalkan di RSAF Helicopter Detachment di Oakey, Australia.
Bagi Singapura, H225M Caracal dioperasikan untuk berbagai misi sesuai fungsi dasar yang melekat di heli. Mulai dari misi SAR, angkut personel, aeromedis, operasi kemanusiaan dan bencana alam.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo memberikan Koin kepada Komandan Skadron 125 Letkol Joe EE. Foto: Dispenau
H225M mempunyai jangkauan sekitar 20 persen lebih jauh dibanding Super Puma. Tentu saja dengan kapasitas muat lebih besar.
Tiga puluh Caracal diyakini telah dipesan Mindef Singapura. Secara bertahap helikopter gambot ini akan ditempatkan di bawah kendali Participant Command RSAF.
Jika semua armada H225M Caracal sudah tiba di Singapura, secara bertahap RSAF akan memensiunkan lima armada Super Puma yang tersisa. Belum ada kepastian nasib Super Puma RSAF pasca dipensiunkan kelak.
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengaku senang diajak terbang bersama Caracal di wilayah udara Singapura. Selain bisa melihat Singapura dari udara dari ketinggian relatif rendah, KSAU juga bisa melihat langsung pengoperasian helikopter ini oleh RSAF.
Sebagai anggota Asean dan sama-sama mengoperasikan helikopter Caracal, Marsekal Fadjar mengatakan bahwa kedua Angkatan Udara sepakat untuk membicarakan lebih lanjut kerja sama latihan dan pelatihan kru bagi skadron Caracal kedua negara.

KSAU memberikan Koin kepada kru H225M Caracal lainnya. Foto: Dispenau
Setelah kembali mendarat di Sembawang Air Base, KSAU melaksanakan pertukaran cinderamata dengan Kepala Angkatan Udara Singapura Mayjen Kelvin Khong Boon Leong.
Tidak hanya kepada mitranya, KSAU juga memberikan apresiasi kepada kru Caracal yang sudah membuat penerbangan hari itu jadi menyenangkan.
Marsekal Fadjar memberikan secara khusus Koin KSAU Kepada Komandan Skadron 125 Letkol Joe EE yang menerbangkan H225M Caracal, beserta seluruh kru yang bertugas saat itu.
“Terima kasih untuk penerbangannya,” ujar KSAU sambil memberikan koin.