Indonesia, Mesir, Aljazair Batal Beli Jet Tempur Su-35, Namun Rusia Dapat Angin Segar dari Iran

0

MYLESAT.COM – Pemerintah Mesir, Aljazair, dan Indonesia menolak potensi akuisisi jet tempur modern Sukhoi Su-35 Flanker-E Rusia. Penolakan dilontarkan seperti dikutip media internasional, di tengah sanksi ekonomi terhadap Rusia yang menargetkan industri minyak, pertahanan, barang penggunaan ganda, dan teknologi sensitif.

Sukhoi Su-35 yang oleh NATO dinamakan Flanker-E, adalah sebutan untuk dua derivatif yang telah ditingkatkan dari pesawat tempur Su-27.

Didesain single-seat, pesawat ini ditenagai oleh dua mesin yang membuatnya memiliki kemampuan manuver tinggi. Su-35 dirancang oleh Biro Desain Sukhoi dan dibangun oleh Pabrik Pesawat Komsomolsk-on-Amur.

Sumber tersebut seperti dikutip defence blog mengatakan, Rusia meminta mitra potensialnya untuk perpanjangan lain guna menyelesaikan masalah teknis dan politik yang muncul sebagai akibat sanksi dan terkuncinya impor komponen modern dari AS, Eropa, dan Israel untuk memproduksi Su-35 konfigurasi ekspor.

Sukhoi Su-35S melaksanakan taxi dengan parasut mengembang setelah mendarat. Foto: wikipedia

“Industri pertahanan Rusia kehilangan tiga pesanan besar untuk pesawat tempur Su-35 sekaligus, karena kegagalan untuk mengganti scanned array radar dan avionik, yang sebelumnya diimpor dari sejumlah negara Eropa dan Israel,” kata sumber media ini.

Indonesia mengonfirmasi membatalkan rencana akuisisi Su-35, saat KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo berbicara di depan awak media dalam acara Media Gathering yang dilaksanakan Dispenau beberapa hari lalu di Jakarta.

Selain itu, Mesir juga menghentikan kesepakatan untuk memasok 30 pesawat tempur Su-35, sampai pihak Rusia dapat menyelesaikan masalah dengan komponen impor. Meskipun faktanya sekitar selusin pesawat telah diproduksi.

Citra satelit dari Google Earth menunjukkan jet tempur Su-35 Angkatan Udara Mesir pertama di Gagarin Aircraft Plant di Komsomolsk-on-Amur, Rusia.

Sementara Aljazair, memutuskan untuk memusatkan dana keuangannya pada modernisasi pesawat tempur Su-30SM yang sudah dipasok dari Rusia.

Rosoboronexport, pengekspor senjata utama Rusia, menolak berkomentar. Namun kemudian Kantor Berita Mehr melaporkan bahwa Rusia siap menjual pesawat tempur Su-35 ke Iran.

Teheran akan menandatangani perjanjian 20 tahun kerja sama militer-strategis dengan Rusia bulan depan.

Menurut Mehr, perjanjian tersebut akan mencakup pembelian senjata Rusia senilai 10 miliar dolar AS oleh Iran, termasuk rudal lintas benua S-400, satelit, dan jet tempur Su-35 bekas Mesir.

Memang, industri pertahanan raksasa seperti Sukhoi yang didukung penuh negara, tidak akan pernah kehilangan peluang untuk menjual pesawatnya. Seperti pepatah, mati satu tumbuh seribu.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply