Letda Kes Meivy Triani Ratnasari, Anggota Wara TNI AU Kuasai 3 Cabor: Sprinter, Terjun Payung, Panahan

0

MYLESAT.COM – Satu sosok hebat Wanita Angkatan Udara (Wara) tersembunyi di halaman 36-37 Majalah Varia PIA Edisi 49, Mei 2021. Letda Kes Meivy Triani Ratnasari, begitu nama dan pangkatnya. Atlet serba bisa dengan prestasi internasional ini, menguasai tiga cabang olah raga (Cabor) secara profesional. Wow…..

Menguasai sekaligus tiga cabang olah raga di usianya yang sudah kepala 4, Letda Meivy membuktikan bahwa tidak ada halangan jika ada kemauan.

Mengawali karier sebagai pelari cepat (sprinter) jarak pendek 100 meter, Meivy kemudian menekuni dua cabang lainnya berikut prestasi menyertainya. Yaitu terjun payung dan panahan. Saat ini Letda Meivy tercatat sebagai Kepala Sub Seksi Pembinaan Jasmani Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Kasubsi Binjas Puspomau).

Saat ini Letda Kes Meivy menekuni cabang panahan. Foto: Varia PIA

Prestasi terbaru ibu tiga anak yang akrab dipanggil Meivy ini adalah pada 4th Kartini International Championship di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta Selatan, April 2021. Tim panahan TNI AU Air Force Archery (AFA) berhasil merebut satu medali perak dan tiga perunggu.

Perak diraih Praka Didin (Denma Mabesau), sedangkan tiga perungu digondol Meivy. Letda Meivy meraih tiga medali perunggu pada nomor kualifikasi barebow sesi 1, kualifikasi barebow total score, dan eliminasi barebow.

Meivy menikah dengan Letkol Kes. Arif Setyantoko ,S.AP., M.M yang berdinas di Lakespra dr Saryanto. Karena itu, otomatis ia menjadi anggota PIA (Persatuan Istri Angkatan Udara). Di PIA, Meivy menjadi bendahara PIA Ardhya Garini Ranting 08-3/G.I Lakespra dr Saryanto.

Letda Kes Meivy Triani Ratnasari menuturkan, perjalanan kariernya sebagai atlet berawal sebagai pelari cepat nasional jarak 100 meter (sprinter) sebelum menjadi anggota Wara (Wanita Angkatan Udara). Sebagai sprinter ia pernah menjadi orang tercepat kedua di Indonesia pada 1997.

“Catatan terbaik saya 11,08 detik tahun 1997-98. Saya nomor dua di Indonesia,” ungkap mantan atlet DKI Jakarta ini. Catatannya selisih 0,02 detik dari pelari tercepat saat itu.

Bersama Carl Lewis saat latihan di Amerika. Foto: Varia PIA

Sementara di Asia, Meivy mengaku bertengger di peringkat 8. “Di kejuaraan dunia di Australia 1996, saya dan tim bersaing dengan pelari dari 30 negara, kami peringkat 9,” akunya lagi.

Berlatih di Houston

Dengan presatinya di atletik, Meivy melenggang masuk menjadi anggota Wara TNI AU melalui jalur prestasi. Akhir 1996 ia mengikuti pendidikan Wara di Kaliurang, Yogyakarta. Saat bersamaan, Pengurus KONI mencarinya, karena tak lama lagi akan dilaksanakan Sea Games 1997 di Jakarta.

Ketua Umum KONI Wismoyo Arismunandar menelepon KSAU Marsekal TNI Sutria Tubagus. Wismoyo meminta izin untuk menarik Meivy dari Pusdik Wara guna mengikuti Pelatnas atletik. Meivy pun menjalani Pelatnas Sea Games 1997.

Ia dan atlet lainnya dikirim ke Houston, Amerika Serikat untuk berguru kepada pelatih lari terbaik dunia. “Saya bertemu Carl Lewis karena kami satu pelatih, sempat foto bareng,” ujarnya tertawa. Carl Lewis adalah peraih 9 medali emas Olimpiade. Saat Sea Games, Meivy meraih medali perak.

Sembilan bulan berlatih di AS, membuatnya sempat berpikir untuk kuliah di University of Houston. “Saya sudah mendaftar, tapi batal karena tidak boleh,” jelasnya. Menurut Disminpers TNI AU waktu itu, ia harus melanjutkan pendidikan Wara yang tertunda karena Pelatnas.

“Saya awalnya angkatan 21, terus setback ke 22. Di bintara Wara juga ada setback seperti taruna,” ucapnya senyum.

Menyukai tantangan, Letda Kes Meivy juga aktif di cabang terjun payung. Foto: Varia PIA

Setelah menjadi Wara, Meivy masih aktif berlaga di lintasan sampai 2000. Kejuaraan pamungkas yang diikutinya sebagai sprinter adalah PON XV di Jawa Timur.

Setelah absen di lintasan lari, Meivy menemukan hobi baru di terjun payung. Meivy bergabung dengan tim terjun payung Pink Force yang seluruh anggotanya anggota Wara. Meivy spesialisasi di nomor ketepatan mendarat.

Setelah menikah dengan Lettu Kes Arif Setyantoko pada 2003, Meivy mengikuti suaminya yang ditempatkan di Lanud Suryadarma, Kalijati, Jawa Barat. Selama di Kalijati, Meivy menghentikan semua hobi olahraganya. “Total 10 tahun saya off dari olahraga, sampai mutasi ke Jakarta ikut dinas suami tahun 2019,” tuturnya.

Tak lama setelah dinas di Mabesau, ia kembali ke rutinitas olah raga yang sudah membentuk karakternya. Kebetulan sekali ada telegram dari Kadiskesau kepada semua satuan kerja di lingkungan Mabesau, untuk mengirimkan atlet panahan mengikuti Kejuaraan Panahan Piala Panglima TNI Open I Tahun 2019.

Di luar dugaan, TNI AU tidak mempunyai satupun atlet panahan. Sebagai Kasubsi Binjas Puspom AU, Letda Kes Meivy Triani Ratnasari langsung mendampingi atlet berlatih. “Kenapa kamu tidak sekalian berlatih,” tegur pejabat Diskesau waktu itu.

Itulah awal mula Meivy terjun sebagai atlet panahan. Dalam Panglima TNI Open ia belum berbuat banyak. Beberapa kejuaraan kemudian diikutinya. Seperti Tangerang Selatan Open dan NFBS Lembang Pro Archery Championship 2020.

Tembus sampai semi final, Meivy berjuang hingga akhirnya meraih tiga perunggu dalam 4th Kartini International Championship.

Letda Kes Meivy Triani Ratnasari sebagai anggota PIA dan deretan medali yang diraihnya. Foto: Varia PIA

Menurut Meivy, atlet-atlet TNI disukai pengurus daerah karena memiliki banyak kelebihan. “Atlet TNI mempunya fisik yang bagus, mental bagus, tanggung jawab, dan disiplin,” urainya.

Kepada yuniornya sesama anggota Wara, Letda Meivy berbagi resep sebagai motivasi diri.

“Adik-adik yang muda harus berpikir ke depan dan tidak stuck dengan rutinitas, bagaimana bisa kita berprestasi dan membanggakan orang-orang di sekitar kita. Asal ada kemauan pasti ada jalan. Jangan malas untuk berkarya,” tutur Letda Kes Meivy Triani Ratnasari berbagi semangat.

Letda Kes Meivy Triani Ratnasari adalah contoh teladan anggota Wara sesuai motto: Kanya Bhakti Sakti Sejati.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply