Airbus, NTT, DOCOMO, dan SKY Perfect JSAT Lakukan Studi Layanan Konektivitas Berbasis High-Altitude Platform Stations

0

MYLESAT.COM – Ide brilian ini menargetkan terciptanya layanan konektivitas telekomunikasi masa depan yang menggabungkan satelit dan HAPS (high-altitude platform stations).

Pada Senin (17/1/2022), Airbus bersama perusahaan telekomunikasi Nippon Telegraph and Telephone Corporation (NTT) dan NTT DOCOMO, INC. (DOCOMO) serta operator satelit Sky Perfect JSAT Corporation (SKY Perfect JSAT), membuat gebrakan untuk mengembangkan sistem komunikasi masa depan.

Koalisi ini mengumumkan bahwa mereka telah mulai melakukan studi kelayakan atas potensi kolaborasi di bidang layanan konektivitas berbasis high-altitude platform stations, sebagai bagian dari ekosistem jaringan konektivitas nirkabel angkasa luar masa depan.

Studi yang diluncurkan dengan nota kesepahaman (MoU) ini bertujuan untuk mengidentifikasi persyaratan awal dari penyusunan jaringan berbasis HAPS, seperti rilis yang mylesat.com dari Airbus.

Kolaborasi akan mempelajari penggunaan gabungan antara Airbus Zephyr sebagai unmanned aerial system (UAS) stratosfer fixed wing bertenaga surya, dengan jaringan komunikasi nirkabel milik NTT, DOCOMO, dan SKY Perfect JSAT.

Dari penggabungan ini akan diuji konektivitas HAPS, kemudian mengidentifikasi penerapan teknologi secara praktis, mengembangkan teknologi yang dibutuhkan hingga akhirnya dapat meluncurkan inovasi layanan internet nirkabel berpita lebar angkasa luar.

Dalam pergerakan global untuk memperluas koneksi 5G dan nantinya memperkenalkan 6G, terdapat berbagai inisiatif untuk memperluas jaringan telekomunikasi di seluruh dunia agar bisa memenuhi kebutuhan di laut, udara, dan berbagai wilayah terpencil yang sulit diakses.

Salah satu dari inisiatif perluasan jaringan ini menggunakan HAPS yang terbang di level stratosfer, sekitar 20 km di atas Bumi. Termasuk teknologi non-terrestrial network (NTN) berbasis satelit orbit geostasioner (GEO) dan satelit orbit bumi rendah (LEO).

Jaringan yang disusun HAPS dianggap sebagai solusi relatif mudah untuk menciptakan konektivitas di laut dan udara serta untuk mendukung upaya penanggulangan bencana dan berbagai aktivitas industri.

Penyediaan layanan jaringan radio berbasis angkasa dengan teknologi NTN, atau disebut pula Space RAN (radio access network), diharapkan dapat mendukung jaringan telekomunikasi global dengan jangkauan jauh lebih luas.

Jaringan ini juga cenderung lebih tahan bencana dan dapat mendukung koneksi 5G dan 6G. Selain itu, platform HAPS dapat dihubungkan ke gateway jaringan di daratan dan dengan begitu memperluas jangkauan layanan seluler yang sudah ada langsung ke perangkat pengguna.

Operator pun dapat memberikan beragam opsi layanan untuk daerah pedalaman, situasi bencana, dan konektivitas maritim.

Melalui penandatanganan MOU, keempat perusahaan akan mendiskusikan dan melihat perkembangan yang akan dibutuhkan untuk mewujudkan layanan konektivitas berbasis HAPS di masa depan, melobi standardisasi, dan pelembagaan operasi HAPS, serta mengembangkan model bisnis yang tepat untuk komersialisasi layanan HAPS.

Pembahasan akan meliputi penerapan HAPS untuk konektivitas seluler di daratan dan base station backhaul, performa beragam frekuensi dalam sistem HAPS, pertimbangan teknologi untuk menghubungkan HAPS dengan satelit dan stasiun bumi, serta pendirian sistem kerja sama untuk menguji jaringan yang menggabungkan teknologi NTN, satelit, dan HAPS.

Seperti telah diumumkan pada 15 November 2021, DOCOMO dan Airbus telah sukses menjalankan propagation test antara jaringan di daratan dan pesawat HAPS “Zephyr S” di stratosfer. Konfigurasi ini telah menunjukkan potensi untuk menciptakan layanan komunikasi yang stabil.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply