MYLESAT.COM – Kesempatan terbang dalam special flight dengan pesawat C-130J-30 Super Hercules RAAF (Angkatan Udara Australia) pada Kamis, 24 Maret 2022, meninggalkan kesan mendalam bagi KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. “Profesional sekali, yang terbang female pilot RAAF, begitu mudah menerbangkan Type-J,” ungkap Marsekal Fadjar berbagi cerita kepada mylesat.com.
Baca Juga:
- Dari Kokpit C-130J RAAF, KSAU Bongkar Kecanggihan Super Hercules yang Segera Diterima TNI AU
- Dihadiri KSAU, Resilience and Innovation Jadi Tema Air and Space Power Conference di Canberra
- Canberra Update: KSAU Temui 5 Kolega dalam Sehari untuk Bahas Kerja Sama Pertahanan
Hari itu, Air and Space Power Conference 2022 (ASPCon22) yang dilaksanakan Canberra, sudah selesai digelar. Para kepala staf dari berbagai negara yang hadir pun kembali ke negaranya. Termasuk dua jenderal bintang empat dan satu jenderal bintang tiga dari Amerika Serikat, kembali ke negaranya dengan pesawat masing-masing.

Foto bersama peserta Konferensi Internasional Air and Space Power di Canberra. Foto: Dispenau
Tidak demikian KSAU, menyempatkan satu hari yang tersisa itu untuk melihat langsung fasilitas pelatihan RAAF yang berada di RAAF Base East Sale di Sale, Victoria dan kemudian ke Melbourne.
Mengetahui keinginan KSAU untuk mengunjungi RAAF Base East Sale dan Melbourne, Kepala Angkatan Udara Australia Marsekal Mel Hupfeld langsung memberikan pelayanan terbaiknya.
Memang, diakui Fadjar, sejak kedatangannya di Canberra untuk menghadiri konferensi, Marsekal Mel telah menunjukkan komitmen yang luar biasa. Bahkan menurut KSAU, belum pernah terjadi. Sepertinya Mel tidak mau mengecewakan koleganya.
Contoh sederhana soal sesi foto bersama para kepala staf. Mel selalu menempatkan Fadjar pada posisi center, berdekatan dengan para jenderal dari AS. Begitu pula dukungan mobilisasi selama konferensi, diberikannya kendaraan terbaik.
“Luar biasa Pak Mel, saya betul-betul terhormat karena beliau begitu menghormati kita,” ujar KSAU.
Tidak hanya mendapat perlakuan spesial dari tuan rumah, banyak jenderal dari sejumlah negara yang menghadiri konferensi ingin bertemu KSAU, istilahnya courtesy call. Namun karena sempitnya waktu, tidak semua bisa diterima. Namun KSAU pun tidak melepaskan kesempatan, dan tetap bisa bertemu para mitranya dalam sesi santai seperti coffee break.
Itu sebabnya ketika tahu KSAU ingin melihat RAAF Base East Sale, Marsekal Mel pun menyiapkan pesawat khusus. “Awalnya mau disiapkan (Boeing) BBJ tapi batal, dan saya senang sekali ketika diberi C-130J yang juga akan segera kita terima,” ungkap Fadjar surprise.

Pesawat C-130J-30 Super Hercules RAAF. Foto: Wikipedia
Special flight itu dimulai dari SQN34 Air Terminal Canberra menuju RAAF Base East Sale. Penerbangan akan berlangsung selama 60 menit. Sedikit kejutan juga, duduk di kiri sebagai pilot in command adalah penerbang wanita RAAF yaitu Flight Lieutenant (FLTLT) Sarah Hume.
“Sekalian misi mereka hari itu, Sarah membawa siswa penerbang untuk familiarisasi, hebat sekali,” aku Fadjar kagum.
Sarah memang bukan penerbang kemarin sore. Ibu tiga anak ini sudah berkarier di RAAF hampir 13 tahun. Dikutip groundedcuriosity.com, Sarah menuliskan pengalaman terbangnya keliling dunia. Termasuk operasi bantuan kemanusiaan di Timur Tengah sebagai captain C-130J-30 Super Hercules dan terlibat dalam latihan Pitch Black 2018.
Saat ini Sarah menjadi instruktur penerbang dengan sebutan Qualified Flying Instructor. “Ini (instruktur) akan memungkinkan saya untuk membagi pengalaman dan membantu rekan lain mencapai impian mereka,” tulisnya.
Karena diberi kesempatan duduk di kokpit C-130J RAAF dalam penerbangan lebih kurang 60 menit itu, KSAU berkesempatan ngobrol panjang lebar dengan Sarah.
Satu hal yang mengagetkan Fadjar adalah, Sarah ternyata baru saja kembali ke RAAF setelah menjalani tugas sebagai ajudan. “Dia baru lepas jabatan sebagai ajudan Panglima RAAF Jenderal Angus John Campbell,” jelas Fadjar.
Sejak dari start engine hingga kemudian taxi dan lepas landas, Fadjar benar-benar dibuat kagum dengan performa C-130J. “Karakteristik terbang sih sama, cuma cara terbangnya sudah seperti jet engine, tidak ada lagi kontrol analog yang harus diaktifkan, crew management-nya sudah seperti terbang di jet Boeing, kebetulan saya sering duduk di kokpit Hercules kita jadi bisa merasakan perbedaannya,” beber KSAU.

FLTLT Sarah Hume. Foto: westernadvocate.com.au
Selama penerbangan itu, keduanya terus berkomunikasi. Sarah pun membeberkan semua “rahasia” Type-J kepada Fadjar. Sepertinya Sarah sangat memahami keinginan KSAU, karena ia tahu bahwa TNI AU akan segera menjadi operator Super Hecules.
“Saya ditunjukkin apa saja dan bagaimana mengoperasikannya, saya kaget ketika dia membuka handphone dan kirim WA,” kata KSAU. Sarah kemudian menjelaskan bahwa pesawatnya sudah dilengkapi sistem komunikasi berbasis satelit (SatComm).
Kemampuan C-130J-30 RAAF memang telah di-update sejak kedatangannya. Sejak 2015, seluruh armada C-130J RAAF sudah menjalani upgrade sistem berbasis satelit. Termasuk peralatan yang diperlukan untuk memungkinkan kru menggunakan jaringan pertukaran data Link 16.
Dijelaskan Sarah, SatComm sangat dibutuhkan jika mereka harus melaksanakan misi penerbangan jarak jauh. “Kita harus menggunakan ini jika terbang lintas Atlantik,” aku Sarah.
Perwira berpangkat letkol yang mendampingi penerbangan Marsekal Fadjar hari itu menambahkan bahwa, untuk mendapatkan sistem komunikasi berbasis satelit di armada Super Hercules itu, RAAF harus merogoh kocek banyak sekali. “Mereka akui mahal sekali, namun apa boleh buat karena kebutuhan operasi,” jelas Fadjar.
Pesawat pun mendarat di RAAF Base East Sale. Setelah mendarat di Base East Sale, KSAU bertanya kepada Sarah, kenapa tadi landing approach-nya tinggi sekali. Sarah hanya menjawab singkat, “Biar cepat mendarat, Pak.”
Selesai melaksanakan kunjungannya di RAAF Base East Sale, pesawat pun kembali lepas landas membawa KSAU dan rombongan ke Melbourne.
Di bandara Melbourne, pesawat berhenti di sebuah private terminal yang cukup kecil untuk pesawat seukuran Super Hercules. Alhasil, menjadi masalah saat kepulangan.
Pesawat tidak bisa berputar karena kecilnya area yang tersedia, pun tidak ada turning point. Lalu apa yang dilakukan Sarah?
“Pesawat melakukan taxi mundur hampir satu kilometer,” jelas KSAU yang lagi-lagi dibuat kaget. Taxi mundur berarti pesawat bergerak ke arah landasan dalam posisi mundur. Sebuah demonstrasi pilot skills yang mengagumkan, dipertontonkan FLTLT Sarah Hume.

KSAU menyerahkan buku kepada FLTLT Sarah Hume di Canberra. Foto: Dispenau
Sambil taxi mundur, ramp door dibuka dan loadmaster merebahkan badannya di pintu naik belakang itu sambil mengawasi obstacle di kiri dan kanan. Terkadang ia berteriak melalui radio, kiri… kiri, atau kanan… kanan. Sarah mengikuti perintah load master.
“Pesawat ini enak sekali dan sangat mudah mengoperasikannnya, itulah bagian dari keramahtamahan mereka kepada saya,” ucap KSAU.
Dengan menikmati dan mengamati selintas pengoperasian C-130J-30 Super Hercules Angkatan Udara Australia (RAAF), KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo semakin yakin bahwa Type-J adalah pilihan yang tepat. Selain pengoperasiannya yang sangat mudah dibanding generasi terdahulu, TNI AU pun sudah sangat berpengalaman menggunakan pesawat ini sejak tahun 1960.
Kita tunggu kedatangan The Herk.