Dihadiri KSAU, Resilience and Innovation Jadi Tema Air and Space Power Conference di Canberra

0

MYLESAT.COM – Air and Space Power Conference 2022 (ASPCon22) di Canberra, Australia mulai digelar pada Selasa (22/3/2022). KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo hadir bersama para pimpinan Angkatan Udara dari sejumlah negara.

Konferensi yang diikuti puluhan pemimpin Angkatan Udara dunia dan ratusan peserta lainnya, mengangkat tema Resilience and Innovation in Air and Space.

Konferensi diawali dengan sambutan oleh Kepala Angkatan Udara Australia RAAF) Marsekal Mel Hupfeld dan dibuka oleh Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton.

Sesi pertama konferensi membahas topik “Regional strategic environment and the need for resilience and innovation in the sovereign agency of small and medium powers” yang disampaikan oleh Bilahari Kausikan dari National University of Singapore.

Selanjutnya Marsda (Pur) John Blackburn yang menyampaikan National Resilience and Innovation Framework kepada seluruh peserta, sebagai pengantar diskusi.

KSAU menghadiri Air and Space Power Conference 2022 (ASPCon22) di Canberra. Foto: Dispenau

Pada sesi kedua, tampil dua pembicara yaitu Dr.Carl A. Gibson selaku Executive Director Risk, Resilience, and Transformation at Executive Impact dan Chief Defense Scientist, Prof Tanya Monroe.

Dr.Carl A. Gibson memaparkan Towards national and regional resilience, sementara Prof Tanya Monroe membahas The nexus between resilience and innovation in the 4th industrial revolution.

Pada sesi ini dilaksanakan diskusi panel tentang Resilience and Innovation in Air and Space antara Dr.Carl A. Gibson dan Prof Tanya Monroe yang dipandu oleh AVM John Blackburn.

Konferensi dilanjutkan dengan sesi ketiga yang menampilkan empat narasumber.

Pertama pemaparan tentang Air command perspective on the future operating environment – Key trend and challenge yang disampaikan Air Commander Australia, Marsda Joe Iervasi. Selanjutnya membahas topik A regional perspective on the future operating environment – Key trend and challenge oleh Kepala Angkatan Udara Selandia Baru, Marsda Andrew Clark.

Sesi ketiga diisi dengan pemaparan dari Panglima Angkatan Udara Belanda, Letjen Dennis Lyut dengan topik An International Perspective on the future operating environment – Key trend and challenge. Selanjutnya paparan tentang An Industrial Perspective on the future operating environment – Key trend and challenge oleh Hugh Webster selaku Boeing Australia Chief Technology Officer.

Sesi ini ditutup diskusi panel dengan tema The future operating environment – Key trend and challenge. Moderator pada diskusi panel adalah Marsma Gretchen Fryar dengan narasumber keempat pembicara di atas.

Konferensi hari pertama juga diisi peluncuran Air Power and Space Power Manual oleh Kepala Angkatan Udara Australia Marsekal Mel Hupfeld.

Hari pertama ditutup dengan diskusi panel tentang Air and Space Power as part of an integrated joint force menghadirkan tiga pembicara, yaitu Kepala Angkatan Laut Australia Laksdya Michael Noonan, Kepala Angkatan Darat Austalia Letjen Rick Burr dan Penjabat Kepala Kemampuan Gabungan Laksamana Ian Murray.

Diskusi dipandu Michael Shoebridge dari Australian Strategic Policy Institute.

Kehadiran KSAU mengikuti konferensi ini merupakan undangan RAAF. Turut mendampingi KSAU Atase Udara RI di Australia Kolonel Nav Muhammad Jausan dan sejumlah pejabat utama TNI AU antara lain Asintel KSAU, Aspers KSAU, dan Kadispenau.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply