Komisi Eropa Blacklists 21 Maskapai Rusia dan Minta Kembalikan 500 Pesawat Sewaan

0

MYLESAT.COM – Komisi Eropa pada Senin (11/4/2022) menambahkan 21 maskapai Rusia masuk ke dalam Daftar Keamanan Udara UE (EU Air Safety List) sebagai buntut perang Rusia-Ukraina. Dengan keputusan ini, maskapai yang namanya disebutkan akan dilarang terbang di udara Eropa dan akan menghadapi tekanan ekonomi yang sulit.

Maskapai yang dimasukkan ke dalam daftar larangan di langit Uni Eropa di antaranya Aeroflot, S7, UTair, dan 18 lainnya dari langit Uni Eropa sebagai langkah sanksi kepada Moskow atas invasi ke Ukraina.

Bulan lalu, AS dan UE menuntut agar semua lessor Eropa mengakhiri hubungan mereka dengan operator Rusia dan maskapai Rusia mengembalikan semua pesawat sewaan kepada pemiliknya di Barat. Total jumlah pesawat yang harus dikembalikan lebih dari 500 unit.

Penolakan maskapai Rusia untuk mematuhi aturan ini mengakibatkan 78 jet disita di sejumlah bandara di seluruh dunia.

Untuk menyelamatkan armada yang tersisa, Kremlin menginstruksikan maskapai bahwa mereka dapat mengembalikan pesawat mereka ke lessor setelah memperoleh izin eksplisit dari kementerian pertahanan Rusia dan Layanan Keamanan Federal.

Pada 31 Maret, Presiden Vladimir Putin mengadakan pertemuan khusus membahas industri penerbangan. Saat itu disimpulkan bahwa operator dan produsen pesawat jet Rusia menderita “konsekuensi dari keputusan yang tidak memadai oleh negara-negara Barat.”

Perusahaan-perusahaan Eropa dan AS menolak untuk melaksanakan kewajiban mereka pada perjanjian yang ditandatangani, sebelumnya berkaitan pemeliharaan pesawat jet yang dibuat di yurisdiksi masing-masing.

“Yang benar adalah, mereka telah menipu mitra Rusia mereka dengan menghentikan pengiriman, leasing, layanan, dan asuransi untuk pesawat terbang,” kata Putin. “Namun demikian, Rusia tidak akan menutup pintunya dari dunia luar.”

Kremlin percaya maskapai nasionalnya akan dapat mengangkut lebih dari 100 juta penumpang pada tahun 2022, dengan mengintensifkan layanan dalam (domestik) untuk mengompensasi penurunan lalu lintas internasional yang disebabkan sanksi Barat.

Putin mendesak pemerintahnya untuk memberikan bantuan keuangan 100 miliar hingga 110 miliar Rubel kepada maskapai yang sakit untuk membantu mereka tetap bertahan, dan dana tambahan untuk produsen lokal.

Sementara itu, pemerintah berjanji membuat program komprehensif untuk mendukung industri penerbangan lokal hingga 2030 dengan pemahaman bahwa, “tidak akan ada pengembalian ketentuan kerja sama lama yang saling menguntungkan dengan mantan mitra kami dalam waktu dekat.”

Kementerian Perhubungan Rusia telah membersihkan 193 pesawat untuk penerbangan internasional, termasuk 148 pesawat SSJ100 dan 45 pesawat buatan asing yang dianggap aman untuk terbang ke luar negeri tanpa takut disita.

Tak satu pun dari armada itu milik perusahaan leasing dari “negara yang tidak bersahabat.” Ada beberapa lessor yang mengakui sistem keselamatan dan pemeliharaan penerbangan nasional Rusia.

UTair tampaknya memiliki sebagian besar pesawat Boeing yang dibebaskan: 20 B737 dan 767. Aeroflot dengan 10 B737-800 dan beberapa A321.

Kremlin telah mengadakan pembicaraan dengan sejumlah negara dengan mencari jaminan operasi bebas masalah ke bandara mereka dan pengembalian yang aman dari Airbus dan Boeing yang dioperasikan Rusia.

Upaya tersebut dapat menambahkan beberapa lusin pesawat ke armada Rusia, terutama yang sepenuhnya dimiliki maskapai penerbangan tetapi tetap saja mungkin ditargetkan oleh lessor Barat yang mencari kompensasi atas kerugian pada jet lain.

Pada awal April, Uni Eropa mengatakan akan membiarkan maskapai Rusia menahan pesawat yang diambil dengan persyaratan sewa finansial dari lessor Eropa setelah membayar semua sewa dan jumlah sisa.

Jika pihak Rusia mengambil kesempatan itu, mungkin akan menambahkan hingga 100 jet lagi ke daftar yang dibersihkan. Namun, sebagian besar jet impor lainnya dalam status sewa operasional.

Pabrikan lokal berjanji untuk merakit 500 pesawat sipil baru pada 2030, sebagian besar Irkut MC-21-310 dan narrow bodies Tupolev Tu-214, jet regional Irkut SSJ-NEW, dan turboprop Ilyushin Il-114.

Mereka berharap membangun hanya beberapa Ilyushin Il-96, yang berarti maskapai Rusia tampaknya menghadapi kekurangan akut pesawat berbadan lebar.

Sementara jet SSJ100-NEW tidak cocok untuk sebagian besar layanan internasional populer, seperti ke resor liburan di Mesir dan UEA. Masalah yang tampaknya akan dihadapi industri penerbangan Rusia selama bertahun-tahun yang akan datang.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply