Dengan Jiwa Tuskegee Airmen, Boeing Resmi Luncurkan Jet Latih T-7A Red Hawk “Red Tail”

0

MYLESAT.COM – Boeing secara resmi meluncurkan pesawat latih lanjut T-7A Red Hawk versi pengembangan teknik dan manufaktur pertama di Saint Louis, Amerika Serikat (28/4/2022). Jet latih terbaru Angkatan Udara AS (USAF) ini akan mengusung simbol ekor Rad Tail yang legendaris sebagai penghormatan kepada para penerbang P-51 Mustang (red tailed) sebagai unit penerbangan Afrika-Amerika pertama di militer AS.

Baca Juga: 

T-7A Red Hawk adalah sistem canggih pelatihan penerbang yang dirancang dan diproduksi melalui kemitraan Saab-Boeing untuk Angkatan Udara AS. Sistem ini akan melatih penerbang tempur dan pembom generasi berikutnya.

“Kami merasa terhormat untuk membangun dan menerbangkan pesawat latih canggih yang dirancang secara digital,” kata Ted Colbert, Presiden dan CEO, Boeing Defense, Space & Security.

Menurutnya, T-7A Red Hawk dengan bangga membawa warisan Red Tails yang mengingatkan bangsa AS kepada unit tempur khusus Penerbang Tuskegee (Tuskegee Airmen). “Kami berharap dapat menyediakan Angkatan Udara dengan sistem pelatihan yang akan melatih dan mengembangkan generasi baru pahlawan selama beberapa dekade ke depan,” ujarnya.

Dalam selebrasi peluncuran T-7A ini, hadir tamu khusus penerbang Tuskegee Airmen yaitu Letkol (Pur) George Hardy. Mendiang Brigjen Charles McGee diwakili dalam semangat kepahlawan oleh kedua anaknya Yvonne dan Ron McGee.

Ilustrasi promosi Angkatan Udara AS dari T-7A Red Hawk yang menggunakan livery legendaris Red Tail dari Tuskegee Airmen. Foto: USAF

“Semua rekan penerbang Tuskegee akan sangat bangga melihat ekor merah di jet yang indah ini,” kata Hardy sambil menunjuk ke T-7A Red Hawk. “Sungguh luar biasa bahwa kami dihormati dengan cara ini,” akunya.

Pensiunan letkol ini mengabdikan hidupnya selama hampir tiga dekade di medan perang. Dari Perang Dunia II di mana ia menerbangkan 21 misi tempur bersama P-51 Mustang di Eropa, 45 misi tempur di Korea dalam Perang Korea dan 70 misi tempur dengan AC-119K Gunship di Vietnam.

“Dengan peluncuran T-7A Red Hawk, kami menghormati warisan saat kami mengantarkan era pelatihan penerbang yang lebih hebat,” kata Letjen Richard M. Clark, Inspektur Akademi Angkatan Udara Amerika Serikat yang menjadi pembicara kunci pada upacara peluncuran.

“Pesawat ini menghubungkan kisah masa lalu kita dengan kemungkinan masa depan, dan akan memungkinkan generasi pemimpin Angkatan Udara berikutnya untuk memenuhi potensi mereka yang tidak terbatas,” ungkapnya.

Pada tahun 2018, Angkatan Udara AS memberi Boeing kontrak senilai 9,2 miliar dolar AS untuk 351 jet latih lanjut yang kemudian diberi nama T-7A Red Hawk. Masuk ke dalam kontrak pembuatan 46 simulator beserta dukungannya.

Jet ini dirancang secara digital menggunakan pemodelan digital canggih dan teknik manufaktur. Red Hawk ini menjadi penanda untuk pertama kalinya USAF mengembangkan pesawat menggunakan desain digital yang menjadikan prosesnya sejak dari komputer hingga first flight dalam in 36 bulan.

Pesawat latih canggih ini menggabungkan perangkat lunak open architecture, digital fly-by-wire, dan teknologi kokpit canggih yang memberikan tingkat keselamatan dan pelatihan baru bagi penerbang tempur masa depan.

T-7A dirakit di situs Boeing St. Louis, Missouri. Bagian belakang (aft section) pesawat diproduksi oleh mitra Saab dari Swedia dan digabungkan secara digital di sepanjang jalur produksi. Pesawat mengusung satu mesin General Electric F404-GE-103 afterburning turbofan, 11,000 lbf (49 kN) thrust dry, 17,000 lbf (76 kN) with afterburner.

Saab mengumumkan pada Mei 2019, West Lafayette di Indiana, Amerika Serikat sebagai lokasi ekspansi sektor kedirgantaraan Saab. Pembangunan fasilitas dimulai pada 2020. Fasilitas yang dibangun merupakan langkah besar dalam strategi ekspansi global dan pertumbuhan serta investasi Saab di AS.

Di fasilitas akan dimulai produksi aft airframe section Saab untuk program pesawat pelatih T-7A Red Hawk.

“Mengatasi tantangan produksi dan pengujian yang disebabkan oleh pandemi global selama dua tahun terakhir dan membawa teknologi baru ini ke garis depan pelatihan pesawat tempur, akan memastikan bahwa penerbang tempur Angkatan Udara AS mendapatkan pelatihan terbaik di dunia,” jelas Paul Niewald, wakil presiden program Boeing T-7.

T-7A Red Hawk pertama ini, yang diproduksi sebagai bagian dari fase pengembangan rekayasa dan manufaktur dari program, dijadwalkan menjalani uji darat dan taxi sebelum penerbangan pertamanya.

Kelak, T-7A akan menggantikan armada T-38C Talon yang selama ini digunakan oleh Air Education and Training Command.

Pesawat akan melakukan sejumlah pengujian darat dan taxi tests sebelum melakukan penerbangan pertamanya dalam beberapa minggu ke depan. Akhir tahun ini, pesawat akan terbang ke Edwards AFB, California untuk memulai uji terbang.

Boeing berharap bisa menjual lebih dari 2.700 Red Hawk secara global. Selain Angkatan Udara AS, pabrikan raksasa ini juga menargetkan Serbia dan Australia sebagai pelanggan internasional potensial.

Royal Australian Air Force (RAAF) sedang mencari jet latih untuk menggantikan 33 unit BAE Hawk Mk 127 Lead-in Fighter (LIF). Boeing akan berpartisipasi dalam tender program LIFT RAAF.

Serbia juga sudah mengintip jet latih  T-7A Red Hawk sebagai salah satu kemungkinan pengganti pesawat latih G-4 dan J-22. Kebijakan netralitas militer Serbia dengan NATO akan memungkinkan Serbia untuk mencari persenjataan canggih dari AS dan sekutunya.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply