Spektakuler, Butuh Rp 7 Triliun untuk Hidupkan Kembali Raksasa Terbang Antonov An-225 Mriya

0

MYLESAT.COM – Pabrikan pesawat terbesar di dunia ini telah mengungkapkan bahwa dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk menghidupkan kembali Antonov An-225 Mriya. Nilainya ditaksir mencapai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 7 triliun.

Taksiran Rp 7 triliun ini dengan perhitungan nilai konversi dolar terhadap rupiah pada level Rp 14.000.

Baca Juga:

Antonov An-225 Mriya adalah salah satu warisan terhebat dunia penerbangan yang hancur pada tahap awal konflik Ukraina dengan Rusia. Pesawat dihnacurkan saat berada di di Bandara Hostomel.

Pesawat terbesar di dunia ini dilaporkan hancur saat Rusia menginvasi Ukraina. Kelompok Ukroboronprom bentukan Ukraina mengungkapkannya pada 28 Februari 2022.

Kehancuran An-225 terjadi di luar ibu kota Kyiv pada hari keempat perang. Masyarakat dunia, khususnya pecinta penerbangan, pemerhati, ahli, dan pebisnis yang selama ini menjadi pelanggaan An-225, mengutuk “kekejaman” ini.

Selama hari-hari pertama konflik Ukraina, pasukan Rusia menargetkan Bandara Hostomel (GML) di barat laut Kyiv. Beberapa hari sebelum invasi militer awal ke Ukraina, Antonov An-225 mendarat di pangkalan udara untuk pemeliharaan.

Itu adalah terakhir kali pesawat diterbangkan sebelum dihancurkan.

Namun demikian, Antonov berkomitmen untuk membangun kembali pesawat ikonik Mriya, bahasa Ukraina yang berarti ‘mimpi’, terlepas dari perkiraan harga yang sangat besar.

Jumlah pasti biaya pembangunan kembali pesawat akan diumumkan kepada publik setelah desain dan biaya pekerjaan perbaikan diselesaikan.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba merilis pernyataan tak lama setelah penghancuran pesawat tersebut. “Rusia mungkin telah menghancurkan Mriya kami, tetapi mereka tidak akan pernah bisa menghancurkan impian kami akan negara Eropa yang kuat, bebas, dan demokratis. Kami akan menang,” ungkapnya.

Video pesawat setelah serangan itu dirilis di media sosial oleh Illia Ponomarenko, seorang koresponden pertahanan untuk The Kyiv Independent. Dalam video ini terlihat jelas kerusakan parah pesawat.

Kokpit hampir terpisah dari bagian badan pesawat. Bagian depan badan pesawat juga runtuh seluruhnya, sedangkan bagian belakang relatif utuh.

Lapangan terbang ini dipandang sebagai benteng strategis potensial bagi tentara Rusia. Jika diamankan, Rusia akan dapat mentransfer pasukan dan peralatan dalam jarak beberapa kilometer dari Kyiv.

Pasukan Ukraina berhasil mencegah lapangan terbang ini direbut Rusia. Pertempuran sengit sempat terjadi lapangan terbang ini selama beberapa hari yang membuat bandara dinonaktifkan.

Antonov An-225 pertama dibangun untuk mendukung Buran, yaitu program luar angkasa Soviet dengan penerbangan pertamanya pada 1988.

An-225 digunakan sebagai pengangkut kargo ketika Uni Soviet jatuh. Dengan kapasitas angkut dua kali lipat dari Boeing 747, panjang 84 meter dan bentang sayap terpanjang dari semua pesawat yang beroperasi, tidak mengherankan jika An-225 menjadi ikon dalam industri penerbangan.

Meskipun Antonov telah mengumumkan rencana untuk membangun kembali, masih perlu waktu lama sebelum kita benar-benar melihat An-225 Mriya kembali mengudara.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply