Revitalisasi Museum Karbol AAU, KSAU Sempatkan Mampir untuk Melihat Ribuan Koleksi yang Inspiratif

0

MYLESAT.COM – Museum memungkinkan orang untuk mengeksplorasi koleksi guna mendapatkan inspirasi, pembelajaran, dan kesenangan. Museum adalah institusi yang mengumpulkan, menjaga, dan membuat artefak dan spesimen yang dapat diakses untuk menambah khazanah pengetahuan masyarakat.

Baca Juga: 

Museum Taruna Abdul Djalil di Akmil Magelang, Keren Habis Pokoknya….

KSAU meninjau Museum Karbol yang selesai revitalisasi. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Yogyakarta menyimpan banyak riwayat kebangsaan, tidak terkecuali bagi TNI AU. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) merepresentasikan sejarah heroik TNI AU sejak awal masa perjuangan. Publik bisa mengakses dengan mudah untuk mengetahui lebih jauh peran TNI AU dari masa ke masa.

Selain Muspusdirla yang menyimpan lebih dari 60 koleksi pesawat TNI AU sepanjang masa, ternyata ada museum lain yang berada di dalam Akademi Angkatan Udara (AAU). Namanya Museum Karbol, yang sudah direvitalisasi dengan mengadopsi gaya kekinian agar lebih mudah digemari generasi millenial.

Usai memimpin serah terima jabatan Gubernur AAU pada Kamis (25/05/2023), KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo langsung menuju Museum Karbol. KSAU ingin melihat langsung hasil revitalisasi yang telah dilakukan dengan tujuan untuk membuat Museum Karbol lebih ramah dan informatif.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melihat salah satu bagian Museum Karbol yang memuat proses seleksi taruna. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Salah satu yang menarik perhatian Fadjar adalah koleksi taruna Werving 85 berupa miniatur nose section pesawat. Di antara taruna Werving 85 adalah Marsekal Fadjar Prasetyo, yang dilantik pada tahun 1988 secara bersamaan dengan senior mereka Werving 84.

Museum Karbol Akademi Angkatan Udara merupakan salah satu museum TNI AU yang berada di kota Yogyakarta. Museum Karbol diharapkan menjadi media pembelajaran bagi generasi muda dan masyarakat umumnya.

Pembangunan museum ini merupakan salah satu upaya AAU untuk terus melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan informasi edukatif yang bernilai histori, sekaligus sosialisasi kepada pengunjung tentang sejarah berdirinya AAU.

KSAU dan Ibu Inong Fadjar Prasetyo menuliskan kesan dan pesan untuk Museum Karbol. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Museum merangkum perjalanan kehidupan Karbol serta keikutsertaannya dalam peristiwa sejarah perjuangan Indonesia.

Setelah direvitalisasi, Museum Karbol diresmikan Gubernur AAU, Marsda TNI Eko Dono Indarto pada 26 Juli 2022. Museum berdiri di dalam Ksatrian AAU Yogyakarta, karena tempat ini merupakan Kawah Candradimuka atau tempat penggodokan Karbol (Taruna AAU) hingga menjadi seorang perwira.

Museum Karbol menjadi ajang kreativitas Taruna AAU. Banyak koleksi yang bisa dilihat di dalam Museum, karena hampir setiap lifting punya kenangan yang dituangkan dalam sebuah karya dan ditempatkan di dalam Museum. Meliputi perjalanan hidup Karbol hingga menjadi perwira.

Museum Karbol didirikan sebagai bentuk apresiasi untuk mengabadikan dan mendokumentasikan seluruh kehidupan Karbol dan peristiwa bersejarah di lingkungan Akademi Angkatan Udara.

Salah satu corner di Museum Karbol sebagai informasi kehidupan taruna AAU. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Museum Karbol memiliki ratusan koleksi berupa komponen perlengkapan Karbol selama mengikuti pendidikan dari berpangkat Kopral Taruna sampai berpangkat Sermatutar (Sersan Mayor Satu Taruna) hingga kemudian menjadi perwira TNI AU.

Selain itu, di museum ini juga terdapat koleksi lain berupa patung-patung berseragam Karbol dan prajurit TNI AU, tanda kehormatan, foto alumni Karbol AAU yang berhasil menjadi Kepala Staf Angkatan Udara, nama-nama tiap lifting Karbol dan lain-lain yang tersusun berdasar kronologi kejadian.

Kini Museum Karbol telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Di antaranya terdapat Taman Digital yang berfungsi untuk mengakses internet yang terjangkau dengan kecepatan hingga 100 Mbps, diperuntukkan bagi Karbol maupun pengunjung.

Salah satu artefak penting koleksi Museum Karbol adalah sebuah batu yang merupakan bagian dari material yang digunakan untuk membangun AAU tahun 1960. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Taman Digital diharapkan mampu meningkatkan animo masyarakat khususnya para pengunjung museum untuk dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan wawasan melalui wisata edukasi Taman Digital Museum Karbol AAU.

Satu hal yang menjadi pertanyaan masyarakat dan komunitas pecinta museum dan sejarah adalah, apakah Museum Karbol terbuka masyarakat umum? Tentu saja terbuka, selebar-lebarnya. Namun karena Museum Karbol berada di dalam kawasan militer, pengunjung harus mengikuti prosedur kunjungan yang telah ditetapkan.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat meninjau Museum Karbol. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sejak diresmikan Gubernur AAU Marsda TNI Eko D. Indarto, museum ini dinyatakan terbuka untuk umum. Masyarakat umum yang ingin berkunjung ke Museum Karbol cukup mengirimkan surat permohonan kunjungan yang dialamatkan kepada Gubernur AAU. Sebaiknya pengajuan dilakukan secara berkelompok atau rombongan.

Permohonan Anda akan segera diproses dan balasannya dikirimkan ke alamat pengirim jika Museum Karbol sudah available. Pasti mendapat balasan. Nah, setelah itu Anda bisa datang ke Museum yang berada di lingkungan AAU.

Selain akan menikmati ribuan koleksi Museum Karbol, Anda bisa memanfaatkan waktu sejak melintasi gerbang utama AAU hingga tiba di lokasi. Hitung-hitung, kapan lagi bisa masuk ke komplek AAU. Untuk mencapai lokasi museum, tidak perlu khawatir.

Deretan alat kerja yang pernah digunakan AAU, menjadi salah satu koleksi Museum Karbol. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Karena setibanya di AAU, Anda akan difasilitasi menggunakan bus AAU dari Pos Depan menuju Museum Karbol. Dan yang terpenting adalah, tidak dipungut biaya.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply