MYLESAT.COM – Kendaraan apung pendarat satu ini ternyata masih punya pasar. Baru lalu, Textron Systems Corp, New Orleans, Louisiana, mendapat kontrak 241.371.747 dolar AS untuk pengadaan material LCAC 100 Class dan aktivitas non-rutin untuk lima kapal Ship to Shore Connector Landing Craft Air Cushion 100 Class di masa depan. Pesanan diharapkan selesai Oktober 2025.
Sesuai aturan 10 U.S. Code 3204(a)(1), kontrak ini tidak diadakan secara kompetitif. Hanya satu sumber yang bertanggung jawab dan tidak ada pasokan atau layanan lain yang akan memenuhi persyaratan badan.
Ship-to-Shore Connector (SSC), juga dikenal sebagai kelas LCAC 100, adalah sistem yang diusulkan Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) sebagai pengganti Landing Craft Air Cushion (LCAC). Pada 2003, Navy Transformation Roadmap menetapkan rencana memulai riset dan pengembangan pada proyek Heavy Lift LCAC pada 2005, tetapi digantikan oleh LCAC (X) LCAC Replacement Tactical Assault Connector.
Agustus 2010, Angkatan Laut AS mengeluarkan Permintaan Proposal kontrak untuk merancang dan membangun 72 SSC. Kontrak bernilai hingga 4 miliar dolar. Kontrak untuk pekerjaan desain terperinci dan konstruksi kapal uji coba dan pelatihan pertama, diharapkan akan diberikan pada 2011.
Kapal pendarat ini akan menawarkan peningkatan kapasitas untuk mengatasi peningkatan berat peralatan yang digunakan Angkatan Darat dan Korps Marinir AS. Pada 2015, program ini diperkirakan akan menelan biaya 4,054 miliar dolar untuk 73 hovercraft.
Meskipun desainnya secara garis besar akan mirip LCAC, akan ada beberapa perbedaan signifikan. Kokpit fly-by-wire untuk dua orang dengan kontrol joystick, mesin lebih bertenaga, penggunaan bahan komposit paduan aluminium untuk ketahanan terhadap korosi, skirt lebih maju daripada skirt yang dalam untuk mengurangi hambatan dan mengurangi berat.
Empat turbin gas Rolls-Royce MT7 akan digunakan untuk menggerakkan setiap Ship-to-Shore Connector, merupakan turunan yang dimodelkan berdasarkan desain Rolls-Royce T406 yang digunakan pada pesawat Bell Boeing V-22 Osprey. Inti dari kedua jenis mesin ini identik.
Kecepatan tertinggi adalah 50 kn (58 mph; 93 km/jam). Drivetrain yang lebih sederhana dan lebih efisien dengan menggunakan satu gearbox di setiap sisi untuk suku cadang yang lebih sedikit, lebih sedikit perawatan, dan keandalan lebih tinggi.
Ship-to-Shore Connector (SSC) yang terbuat dari aluminium ini dilengkapi empat kru, empat mesin turbin gas, kemampuan mempertahankan kecepatan 35 knot dalam kondisi laut 3 dan memiliki masa pakai 30 tahun.
Kapal ini dibangun dari teknologi Landing Craft, Air Cushion (LCAC) dan dapat diangkut di berbagai kapal amfibi dek besar Angkatan Laut AS.
Dengan kemampuan menampung muatan 74 ton dan ruang geladak seluas lebih dari 1.600 kaki persegi, SSC menyediakan ruang yang optimal untuk pasokan, kendaraan termasuk hingga empat ARV (Advanced Reconnaissance Vehicle) ke garis pantai.
SSC kesepuluh yang akan dikirimkan akan memiliki kemampuan to launch vehicles into the water dan bukannya berjalan ke pantai. Kemampuan itu akan dipasang pada sembilan kapal sebelumnya.