MYLESAT.COM – Angkatan Udara Thailand (RTAF) mulai mengoperasikan 12 pesawat latih T-6TH (Beechcraft T-6C Texan II). Upacara diadakan di Sekolah Penerbang RTAF Kamphaeng Saen pada 22 Agustus 2023.
Peresmian ini menunjukkan komitmen RTAF untuk memodernisasi armada pesawat latih dan memperkuat program pelatihan penerbangan. Acara ini menandai puncak dari perjalanan yang dimulai selama sepuluh bulan dengan kedatangan dua pesawat latih T-6TH Texan II pertama pada 14 November 2022.
Angkatan Udara Thailand memamerkan ke 12 T-6TH Texan II di landasan pacu. Tampilan publik ini melambangkan keberhasilan RTAF memperoleh satu set lengkap 12 pesawat latih T-6TH. Upacara peresmian ini juga diperkaya dengan peresmian gedung simulator baru di Sekolah Penerbang Angkatan Udara Thailand.
Marsda Alongkorn Wannarot, Panglima Angkatan Udara Thailand, mengambil kesempatan untuk mencoba langsung simulator T-6C. Penambahan ini menggarisbawahi komitmen RTAF untuk menggunakan teknologi pelatihan mutakhir guna meningkatkan keterampilan dan kesiapan penerbangan.
Pengadaan pesawat latih T-6TH direalisasikan melalui kontrak yang diteken Oktober 2020. Kontrak senilai 162 juta dolar AS itu membuka jalan RTAF untuk membeli 12 pesawat latih T-6TH dari Textron Aviation Defense Company, Amerika Serikat.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, transfer teknologi ke industri penerbangan Thailand difasilitasi yang selanjutnya memperkaya kemampuan kedirgantaraan Thailand.
Perakitan 10 unit T-6TH tersisa akan dilakukan di Thailand di bawah kendali Thai Aviation Industries Company Limited (TAI) di Provinsi Nakhon Sawan. Ekspansi armada ini membawa transformasi penting dalam lanskap pelatihan RTAF.
Pesawat latih T-6TH akan menggantikan pesawat latih Pilatus PC-9 yang telah beroperasi sejak 1991. Pergeseran strategis ini sejalan dengan rencana RTAF untuk menghapus armada PC-9 antara 2021 hingga 2023.
Saat ini, Angkatan Udara Thailand akan menyambut kedatangan delapan armada pesawat tempur dan latih Beechcraft AT-6TH Wolverine. Dirancang bersama dengan T-6TH Texan II, pesawat ini akan menggabungkan teknologi mutakhir yang semakin meningkatkan kemampuan operasional dan pelatihan RTAF.