Pasca Penyegaran Avionik, Lockheed Martin Gelar Terbang Perdana U-2 Dragon Lady

0

MYLESAT.COM – Bekerja sama dengan Angkatan Udara AS, Lockheed Martin Skunk Works sukses melaksanakan penerbangan perdana U-2 Dragon Lady usai menjalani program Avionics Tech Refresh (ATR). Penerbangan uji ini dilaksanakan pada 26 September 2023. Program ini menjamin pengabdian U-2 akan semakin lama, melampaui impian Francis Gary Power yang pernah menerbangkannya dan ditembak jatuh SAM Soviet.

Baca Juga: 

Penerbangan pertama yang sukses ini menguji kemampuan canggih terbaru U-2 sebagai bagian dari kontrak ATR. Termasuk ke dalam program adalah rangkaian avionik yang diperbarui (komunikasi, navigasi, tampilan, dll) yang memodernisasi sistem onboard U-2 agar siap menerima dan menggunakan teknologi baru.

Komputer misi baru yang dirancang dengan standar sistem misi terbuka (OMS) Angkatan Udara AS, memungkinkan U-2 berintegrasi dengan sistem di seluruh domain udara, ruang angkasa, laut, darat, dan dunia maya pada tingkat keamanan yang berbeda.

Tampilan kokpit modern yang baru untuk mempermudah tugas penerbang, sekaligus meningkatkan penyajian data yang dikumpulkan pesawat untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan lebih baik.

“Keberhasilan penerbangan pertama U-2 Avionics Tech Refresh merupakan momen penting dalam perjalanan kami untuk menghadirkan kemampuan baru dengan cepat dan terjangkau,” kata Sean Thatcher, manajer program U-2 Avionics Tech Refresh di Lockheed Martin Skunk Works. “Dengan memanfaatkan arsitektur terbuka platform ini, kami mempercepat kemampuan yang diperlukan untuk medan tempur Operasi Gabungan Semua Ranah di masa depan,” jelasnya.

Selama misi ini, pesawat berhasil melakukan penerbangan uji coba fungsional di ketinggian rendah untuk mengintegrasikan avionik, kabel, dan perangkat lunak baru. Penerbangan pertama ATR ini menandai tonggak sejarah dalam upaya modernisasi U-2 dan perjalanannya untuk menjadi armada pertama yang sepenuhnya memenuhi persyaratan OMS.

Pengujian lebih lanjut akan memantapkan dasar perangkat lunak yang matang sebelum sistem misi diperkenalkan guna memastikan fungsionalitas dan interoperabilitas untuk memenuhi kebutuhan operasional. Kontrak U-2 ATR diberikan Angkatan Udara AS pada 2020 dan bernilai 50 juta dolar AS.

Lockheed U-2 Dragon Lady adalah salah satu pesawat peninggalan Perang Dingin yang masih dioperasikan AU AS hingga saat ini. Pesawat intai ketinggian tinggi bermesin tunggal ini dioperasikan sejak 1950-an oleh Angkatan Udara AS atau Badan Intelijen Pusat (CIA).

Pesawat ini menyediakan pengumpulan intelijen siang dan malam dari ketinggian 70.000 kaki (21.300 meter) dalam segala cuaca. Selama Perang Dingin, pesawat ini diterbangkan di atas Uni Soviet, China, Vietnam, Kuba, dan juga pernah di Indonesia saat Operasi Trikora tahun 1960-an.

U-2 juga digunakan untuk penelitian sensor elektronik, kalibrasi satelit, penelitian ilmiah, dan tujuan komunikasi. U-2 adalah salah satu dari segelintir pesawat yang telah melayani USAF selama lebih dari 50 tahun bersama B-52, KC-135, C-130, dan C-5.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply