MYLESAT.COM – Di tengah padat dan mepetnya waktu yang tersedia, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyempatkan untuk menengok Skadron Udara 27 di Lanud Manuhua, Biak Numfor, Papua (23/11/2023). KSAU memberikan dorongan, semangat, dan motivasi untuk melaksanakan operasi penerbangan sesuai prosedur dan terencana dengan baik.
Pesawat B737-400 A-7306 Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma yang membawa rombongan KSAU dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, mendarat di Biak pukul 04.00 WIT. Untuk penerbangan ini, pesawat diterbangkan oleh dua set kru yaitu Mayor Pnb Dimas, Mayor Pnb Hakim, Lettu Pnb Raka, dan Lettu Pnb Elang.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyapa penerbang Skadron Udara 27. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Pesawat lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Rabu pukul 20.15 menuju Lanud Sultan Hasanuddin di Makassar untuk refuel. Penerbangan berlangsung selama 2 jam 10 menit, dan mendarat di Makassar tengah malam karena adanya perbedaan waktu 1 jam.
Setelah itu pesawat berangkat menuju Lanud Manuhua di Biak dengan lama penerbangan 2 jam 50 menit. Dalam keadaan masih ngantuk dan lelah setelah menempuh penerbangan panjang dari Jakarta – Makassar – Biak, KSAU dan Ibu Inong Fadjar Prasetyo langsung menuju guest house Lanud Manuhua untuk istirahat sejenak dan membersihkan diri.
Waktu tersisa hanya sekitar dua jam bagi KSAU untuk bersiap menuju Kawasan Pantai Samau, Kabupaten Biak Numfor, guna menghadiri pembukaan Sail Teluk Cenderawasih 2023 oleh Presiden Joko Widodo. Hujan deras yang mengguyur Biak selepas subuh itu sempat menimbulkan mengkhawatirkan.
Sail Teluk Cendrawasih berlangsung sejak 21-27 November 2023 di Biak Numfor. Pembukaan acara diisi sailing pass yang diikuti oleh nelayan-nelayan setempat serta kapal perang TNI AL dan Basarnas, tari-tarian tradisional Papua, dan atraksi terjun payung prajurit TNI dan Polri.
Presiden Jokowi menyebut bahwa Teluk Cenderawasih memiliki ekosistem paling kaya di Indonesia. “Surganya terumbu karang. Surganya ekosistem laut,” kata Jokowi saat memberikan sambutan. Jokowi juga menyebut Indonesia berisi dua per tiga adalah air. Jokowi berharap Sail Teluk Cendrawasih 2023 bisa memperkenalkan bahari, maritim, pariwisata, sosial, dan budaya di Papua. “Kita harus sadar dua per tiga Indonesia adalah air,” ucap Jokowi.
Usai menghadiri pembukaan Sail Teluk Cendrawasih, KSAU dan pejabat yang mengikuti menuju Lanud Manuhua untuk meresmikan Mess Moersabdo.
Sebelumnya, kondisi Mess Moersabdo sedikit terbengkalai saat ditinjau KSAU pada 2021. Kondisinya rusak dan sudah tidak layak digunakan. Karena itu Marsekal Fadjar meminta untuk direnovasi.
Dari keterangan yang mylesat.com peroleh, diketahui bahwa riwayat Mess ini sudah sangat tua. Pasca 1960-an, Mess ini sempat digunakan oleh Pangkodau sebelum diserahkan kepada Lanud yang saat itu dipimpin oleh Moersabdo. Setelah meresmikan, KSAU menuju Skadron Udara 27.
Di Skadron paling timur yang mengoperasikan pesawat CN235-200 ini, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo berbicara di hadapan seluruh personel Skadron.
Dalam pertemuan dengan seluruh anggota Skadron 27, KSAU menyampaikan sejumlah hal terkait keselamatan penerbangan dan kelancaran misi penerbangan yang diemban Skadron. Seperti diketahui, terbang di bentangan alam Papua yang dipenuhi pegunungan menjulang, membutuhkan kehati-hatian dalam setiap misi. Cuaca juga menjadi faktor yang sangat serius di Papua.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan pengarahan kepada personel Skadron Udara 27 didampingi Panglima Koopsud III Marsda TNI Donald Kasenda. Foto: Dispenau
Karena tantangan alam yang sangat besar ini maka sejak lama Papua dianggap sebagai kawah chandradimukanya para penerbang, baik sipil maupun militer. Belum sah seorang pilot jika belum pernah terbang dan beroperasi di wilayah Papua, begitu obrolan para penerbang di crew room.
Selain itu, ancaman dari kelompok kriminal bersenjata di Papua yang masih terus terjadi, menjadi faktor lain yang harus dicermati dalam setiap membuat perencanaan penerbangan.
“Saya minta kalian tetap semangat terbang, terus motivasi diri dan jangan terpengaruh dengan musibah baru lalu. Jika saya perintahkan terbang maka kalian harus selalu siap, utamakan keselamatan, ikuti semua prosedur, buat perencanaan yang baik, dan budayakan untuk selalu saling mengingatkan antara pilot-kopilot, senior-yunior, bahkan komandan skadron sekalipun. Ini culture airman yang harus terus saya tekankan,” beber KSAU.
Fadjar mengajak seluruh personel Skadron untuk tetap fokus pada pelaksanaan tugas, dan sangat penting berkomunikasi dengan intens dan kolaborasi antar kru guna memastikan keselamatan penerbangan.
Selain itu, KSAU menegaskan pentingnya latihan, memahami prosedur serta upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan terbang dalam setiap misi yang dilaksanakan.
Selepas makan siang dan shalat dhuhur, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan rombongan kembali ke Jakarta.