Agar Tak Tertinggal, Rusia Perbaiki Jalur Produksi Jet Tempur Tercanggihnya Su-57 Felon

0

MYLESAT.COM – Pabrikan Komsomolsk-on-Amur di Rusia, yang dinamai sesuai Yuri Gagarin (KnAAZ), telah menyelesaikan program produksi 2023 dengan menyerahkan pesawat tempur Su-57 Felon generasi kelima kepada Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut rilis United Aircraft Corporation, disebutkan bahwa inisiatif pada tahun 2023 ini bertujuan untuk menyempurnakan jalur perakitan Su-57, meningkatkan volume produksi pesawat serial, dan menyelesaikan kemacetan di seluruh siklus produksi untuk meningkatkan kemampuan pabrik.

Langkah-langkah yang diambil untuk memperbaiki kendala tidak hanya di bagian perakitan akhir, tetapi juga di seluruh proses produksi. Mengatasi masalah terkait pasokan komponen berteknologi tinggi dari pabrik pemasok dan mengeksplorasi penyempurnaan teknologi perakitan, merupakan hal yang utama.

Seperti diketahui, Rusia memang tertinggal dalam tahap produksi jet tempur Generasi 5 dari Amerika Serikat (F-22 Raptor dan F-35 Lightning II) pun China (J-20 Mighty Dragon). Saat ini disinyalir Angkatan Udara Rusia baru mengoperasikan 10 Su-57 Felon.

Yuri Slyusar, CEO United Aircraft Corporation, menekankan modernisasi yang sedang berlangsung di dalam fasilitas produksi. Pada 2024, beberapa struktur utama akan beroperasi, memajukan pelaksanaan proyek perbaikan teknis prospektif di bawah program pengembangan industri pertahanan negara, yang sangat penting untuk produksi serial Su-57.

Su-57 Felon dikembangkan Biro Desain Sukhoi di bawah naungan United Aircraft Corporation (UAC).

Dengan menggunakan bahan komposit canggih seperti polimer, fiberglass, dan pengisi sarang lebah aluminium, Su-57 meminimalkan jarak pandang radar dan sinyal inframerah, memastikan kemampuan jelajah supersonik silumannya semakin jauh. RCS (Radar Cross Section) Su-57 Felon diklaim cukup kecil dan membuatnya sulit dideteksi.

Satu hal yang sudah lazim di pesawat tempur Generasi 5, Su-57 pun mampu melakukan penerbangan jelajah dengan kecepatan supersonik tanpa afterburner. Termasuk thrust vectoring yang membuatnya lincah.

Soal persenjataan, di dalam weapon bay Su-57 tersimpan enam rudal plus enam rudal tambahan di sayap jika diperlukan.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply