Anggota Kopassus Terlihat Ikuti Latihan Jaguar di Legiun Asing Perancis: The Hardest Courses On The Planet

0

MYLESAT.COM – Anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD terlihat di antara 33 peserta International Jaguar Course yang dituanrumahi 3e Regiment Etranger d’infanterie (3e REI) dari Legion Entragere (Legiun Asing) Perancis. Latihan Jaguar yang disebut-sebut sebagai the hardest courses on the planet ini ditutup pada 25 April 2024.

Di akun Youtube Legion Entragere diperlihatkan bagaimana Latihan Jaguar dimulai dengan sebuah tradisi dan metode yang sangat keras. Setiap peserta yang baru datang di gelapnya malam itu, dipukul dan harus berkelahi satu lawan satu dengan tim pelatih dari Legiun Asing.

Peserta Latihan Jaguar 2024 di Guyana, Perancis, tengah berjuang keluar dari benaman lumpur. Foto: Legion Entragere

Latihan Jaguar dititikberatkan kepada tekanan fisik dan mental yang sangat berat dan kontinu, agar setiap peserta mengetahui batas kemampuan maksimal diri masing-masing.

Latihan Jaguar dilaksanakan oleh Pusat Pelatihan Hutan (Centre d’Entraînement en Forêt Equatoriale, CEFE) 3e REI di hutan Amazon di Guyana Perancis (French Guiana), Amerika Selatan. Dalam video Latihan Jaguar tahun lalu yang diunggah di kanal Youtube Legion Entragere, juga terlihat salah satu peserta latihan berasal dari Kopassus.

3e REI ditempatkan di Quartier Commandant Forget di Kourou, Guyana sejak September 1973. Satuan legendaris ini dipindahkan ke Guyana dari Diego-Suarez, Madagaskar. Pada 1948, unit lintas udara pertama Legiun Asing Perancis dibentuk di dalam REI 3e, yaitu Kompi Parasut 3e.

3e Regiment Etranger d’infanterie dibagi (tahun 2024) menjadi empat kompi. Resimen terdiri dari hampir 500 perwira dan legiuner (biasanya ditugaskan di Resimen selama dua tahun), termasuk sejumlah kecil personel militer non-Legiun.

Sekitar 160 orang membentuk unit rotasi yang biasanya digilir setiap empat bulan. Sebuah kompi cadangan yang terdiri dari cadangan non-Legiun juga melekat pada REI 3e.

Resimen Infanteri Asing ke-3 ini adalah unit cadangan militer dengan tiga tugas utama. Pertama, melindungi Pusat Antariksa Guyana, sebuah bandar antariksa Perancis dan Eropa di Kourou (misi ini disebut Operasi Titan sejak 2008). Kedua, memastikan integritas teritorial Guyana Perancis dan keamanannya. Karena itu mereka harus berpatroli di hutan Guyana dan mengambil tindakan terhadap penggali emas ilegal.

Peserta Latihan Jaguar 2023. Terlihat anggota Kopassus dengan pangkat letnan satu. Foto: Legion Entragere

Terakhir, 3e REI mengoperasikan Pusat Pelatihan Hutan yang terkenal (Centre d’Entraînement en Forêt Equatoriale) di Regina sejak 1986, di mana kursus pelatihan hutan diselenggarakan untuk legiuner, pasukan Perancis, dan tentara asing dari sekutu. Setiap tahunnya, Resimen melatih sekitar 1.800 prajurit.

Resimen Desperado

Latihan Jaguar selalu dimulai pada periode yang sama setiap tahunnya yaitu bulan Februari. Pada tahun 2024, awalnya tercatat 40 peserta yang mengikuti pelatihan seperti dikutip foreignlegion.info. Namun pada saat penutupan dan pelantikan yang sejak itu peserta berhak mengenakan brevet Jaguar, disebutkan hanya diikuti oleh 33 peserta.

Kursus Jaguar terbuka untuk beragam spektrum siswa dari pasukan konvensional hingga pasukan operasi khusus di seluruh negara NATO dan non-NATO. Kursus tahunan ini dirancang khususnya untuk para komandan peleton (bintara dan perwira) dari Perancis dan negara-negara sekutu Perancis di seluruh dunia.

Amerika Serikat sendiri termasuk rutin mengirimkan prajuritnya ke Latihan Jaguar. Seperti pada tahun lalu, Korps Marinir AS mengirimkan prajuritnya dengan kemampuan khusus scout sniper dari Batalyon 1 Marinir ke-8 dan operator critical skills MARSOC. Sementara US Army mengirimkan anggota dari Green Beret.

Dimulai pada Februari, pelatihan Jaguar berlangsung selama sembilan minggu hingga April. Secara detail latihan ini mencakup beberapa rangkaian kegiatan yang diawali dengan satu minggu pertama diperuntukkan untuk seleksi awal. Meminjam istilah yang lazim digunakan TNI, Latihan Jaguar memberikan materi perang hutan-rawa.

Selain kesamaptaan, tes Bahasa Perancis menjadi bagian sangat penting dalam minggu pertama. Pada minggu pertama persiapan di basis, semua peserta melakukan persiapan yang akan dibawa ke daerah latihan. Mereka harus dinyatakan mampu berbahasa Perancis dengan baik, agar bisa mengikuti latihan yang sepenuhnya menggunakan Bahasa Perancis.

Di minggu pertama ini, seluruh peserta melepaskan semua tanda kepangkatan dan identitas serta membuat serta menjahit nomor peserta masing-masing. Di antara mereka mulai saling mengenal dan bertukar nama dan negara asal bagi peserta internasional.

Mereka juga harus melewati serangkaian seleksi kemampuan standar komando, seperti materi renang di kolam dan sungai. Di kolam renang, mereka harus bisa melewati seleksi untuk keluar dari sarang yang terbuat dari jaring. Kemudian meloloskan diri (escape) di kolam renang dalam posisi kaki dan tangan terikat.

Selanjutnya selama delapan minggu kedepan, semua peserta di bawa ke daerah latihan hutan yang jauh dari pemukiman dengan waktu tempuh 2 jam 30 menit menggunakan bus dari markas 3e REI. Disinilah peserta akan menghabiskan waktu sekitar delapan mingu di hutan tropis Amazon di Guyana Perancis dengan luas 1.000 hektar.

Berbagai halangan dan rintangan harus mereka lewati dalam tahap hutan-rawa yang menguras tenaga. Mereka harus mampu melewati setiap tahap materi, baik sebagai individu maupun kelompok. Secara umum, latihan ini terdiri dari empat fase yaitu aklimatisasi, penguatan, tempur, dan evaluasi.

Peserta International Jaguar Course 2024 melaksanakan foto bersama. Di foto ini terhitung jumlah peserta 33 orang. Foto: 3e REI/ Legion Entragere

Dalam video yang diunggah di media sosial itu terlihat bahwa semua petunjuk dan perintah disampaikan dalam Bahasa Perancis. Di antara materi yang terlihat cukup berat dan melelahkan adalah memandu rekan yang cedera untuk melewati medan rawa berlumpur.

Sebelumnya peserta diajarkan teknik tali temali untuk mengikat rekan dalam posisi aman ke sebuah batang bambu. Posisi rekan mereka ini dengan tangan dan kaki ke atas menempel ke bambu dan kemudian diikat tali. Persis seperti kambing guling. Secara bersama-sama, mereka harus menggotong rekan ini melewati medan berlumpur.

Peserta tahun lalu dari Marinir AS merefleksikan bahwa latihan Jaguar bersama prajurit dari negara lain di lingkungan hutan, mengingatkannya kepada kutipan yang sering digunakan oleh komandannya di Marinir, yaitu The Jungle is Neutral.

Kutipan ini berasal dari sebuah buku yang ditulis Freddie Chapman, seorang perwira Inggris yang harus bertahan hidup di hutan Malaysia untuk menghindari invasi Jepang pada Perang Dunia II. Marinir ini mengatakan bahwa keberhasilan mengikuti pelatihan Jaguar sangat tergantung pada disiplin dalam menjalani prosedur.

Marinir AS mengatakan bahwa Centre d’Entraînement à la Forêt Équatoriale menyediakan lingkungan pelatihan yang sangat baik untuk perang hutan, dan merupakan fasilitas yang ideal untuk training exchanges atau bilateral training di masa depan atau peluang pelatihan bilateral antara Pasukan Operasi Khusus Marinir dan Legiun Asing Perancis.

Terlihat separuh wajah anggota Kopassus yang berdiri di baris kedua saat mengikuti penutupan Jaguar 2024 di Guyana, Perancis. Foto: 3e REI/ Legion Entragere

Latihan Jaguar diakhiri dengan dua materi terakhir. Sesi pertama di Martinik dan bagian kedua latihan Resimen Desperado di mana para peserta mengembalikan pengetahuan mereka untuk menyelesaikan misi bersama para Legiun 3e REI.

Dari 4 hingga 10 April 2024, 3e REI melaksanakan latihan Resimen Desperado yang dilaksanakan di antara Roura dan Cacao. Latihan yang dilawan oleh dua kompi tempur Resimen, melibatkan hampir 300 kadet dan legiun selama 7 hari 6 malam dalam konteks ketidaknyamanan taktis.

Peserta digiring menuju hutan perawan setelah infiltrasi yang sulit menggunakan kano dan berjalan kaki, para Legiuner Selva bertempur di hutan dan sungai, mengambil posisi lawan atau mempertahankan posisi mereka sendiri, melawan gangguan musuh untuk memenuhi misi yang telah dipercayakan kepada mereka.

Latihan Resimen Desperado memiliki sejarah yang kuat bagi Legiun Asing Perancis. Latihan ini merupakan penghormatan kepada 2.000 pejuang Hmong (suku bangsa yang hidup di Asia Timur dan Tenggara) dalam ari Operasi Desperado yang, 70 tahun lalu, membangun kolom penyelamatan ke Dien Bien Phu dari Laos.

Operasi ini berhasil menyelamatkan 200 warga Perancis terakhir setelah jatuhnya kamp. Ini juga merupakan kesempatan mengenang kembali pengorbanan para legiuner 3e REI di titik dukungan Isabelle.

Pada 10 April, Latihan Desperado diakhiri dengan pertemuan besar di Cacao di antara orang-orang Hmong yang menetap di Guyana. Semacam bakti sosial dan open house.

Lencana Jaguar di dada kanan peserta. Foto: 3e REI

Bagi Legiun Asing, momen ini menjadi kesempatan untuk mempertahankan hubungan emosi dan sejarah bersama antara Resimen dan warga Hmong di Cacao yang disambut 3e REI di Bandara Cayenne pada 1977.

Setiap peserta yang berhasil melewati semua tahap pelatihan yang keras dan menguras tenaga selama hampir tiga minggu ini akan menerima sertifikat dan lencana Jaguar yang dipasangkan pelatih di dada kanan peserta.

Honneur et Fidélité (Kehormatan dan Kesetiaan)  – Legio Patria Nostra (Legiun adalah Tanah Air Kita)

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply