Tak Hanya Borong 18 Jet Tempur FA-50M, AU Malaysia Akan Bangun Full Mission Simulator

0

MYLESAT.COM – Malaysia membuat langkah signifikan dalam memodernisasi pertahanan udaranya dengan mengakuisisi 18 pesawat tempur ringan FA-50M untuk Angkatan Udara Malaysia (RMAF). Pesawat pesanan RMAF ini akan dikirim secara bertahap pada tahun 2026.

Akuisisi ini merupakan tonggak penting dalam strategi pertahanan jangka panjang Malaysia, khususnya dalam kerangka Rencana Pengembangan Kemampuan RMAF 2055 (Capability Development Plan 2055). Menurut Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, kemajuan pembangunan pesawat saat ini mencapai 39%, dan keseluruhan proyek tetap sesuai jadwal.

Pembelian FA-50M, kategori Fighter Lead In Trainer – Light Combat Aircraft (FLIT LCA), ditujukan untuk memperkuat kemampuan tempur udara Malaysia dengan cara yang terjangkau dan efektif. Dipesan selama Pameran Maritim dan Kedirgantaraan Internasional Langkawi (LIMA) 2023, akuisisi ini menandai langkah penting dalam modernisasi armada udara RMAF yang sudah tua.

FA-50M, yang diproduksi Korea Aerospace Industries (KAI), didasarkan pada platform T-50 Golden Eagle, pesawat latih jet supersonik canggih dan pesawat serang ringan.

Sistem radarnya yang canggih memberikan kemampuan deteksi setara dengan jet tempur yang lebih mahal, seperti KF-16. FA-50M telah dirancang sebagai platform multi-peran yang mampu melakukan misi pelatihan dan tempur, memberikan Malaysia alat serbaguna untuk menghadapi ancaman modern di kawasan.

FA-50M memiliki panjang 13,14 meter, lebar 9,45 meter, dan tinggi 4,82 meter. Dengan berat kosong 6,47 ton, pesawat ini dapat lepas landas dengan berat kotor maksimum 12,3 ton. Pesawat ini ditenagai oleh mesin turbofan General Electric F404-GE-102, yang menghasilkan daya dorong sebesar 17.700 pon dengan afterburner, memungkinkan FA-50M mencapai kecepatan hingga 1.837,5 km/jam (Mach 1,5).

Di luar pesawat, akuisisi FA-50M mencakup Program Kolaborasi Industri (ICP) yang kuat, melibatkan perusahaan kedirgantaraan Malaysia dan Korea. Sebagai bagian dari inisiatif, Ikramatic Systems Sdn Bhd dari Malaysia akan berkolaborasi dengan KAI untuk mengembangkan dua simulator penerbangan yang canggih – Full Mission Simulator (FMS) dan Operational Flight Trainer (OFT).

Simulator ini akan sangat penting dalam melatih pilot RMAF di dalam negeri, memungkinkan mereka untuk menguasai sistem yang kompleks dari FA-50M sebelum melakukan misi tempur atau operasional yang sebenarnya. Kolaborasi ini merupakan dorongan besar bagi industri kedirgantaraan Malaysia.

Ikramatic Systems, sebuah perusahaan Malaysia yang memiliki pengalaman lebih dari 26 tahun dalam membangun simulator pesawat, dipilih KAI untuk ikut mengembangkan sistem simulator berdasarkan rekam jejaknya yang telah terbukti.

Program ini, yang akan membuat simulator ini beroperasi pada 2026, sejalan dengan tujuan Malaysia untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negerinya melalui transfer pengetahuan dan pengembangan teknologi canggih.

Pesawat tempur ringan FA-50M membawa peningkatan yang signifikan terhadap kesiapan tempur RMAF. Dengan kemampuan membawa muatan senjata hingga 4,5 ton, pesawat ini dapat dipersenjatai dengan berbagai macam amunisi berpemandu presisi, seperti rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder, rudal taktis udara-ke-darat AGM-65 Maverick, dan GBU-38/B Joint Direct Attack Munitions (JDAM).

Pesawat ini juga dilengkapi senapan Gatling 20mm internal dan peluncur roket. Selain itu, FA-50M akan dilengkapi Sniper Advanced Targeting Pod (ATP) dari Lockheed Martin, sebuah sistem penargetan elektro-optik yang meningkatkan kemampuan pesawat dalam penargetan presisi, pengawasan, dan pengintaian.

Sistem ini, ditambah avionik canggih, memposisikan FA-50M sebagai kekuatan yang ampuh dalam misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply