MYLESAT.COM – AirNav Indonesia, penyedia layanan navigasi penerbangan nasional, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Alibaba sebagai tulang punggung teknologi digital dan kecerdasan dari Alibaba Group.
Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam memperkuat ketahanan digital AirNav Indonesia sekaligus memacu percepatan transformasi digital industri navigasi penerbangan di Indonesia. Didirikan tahun 2009, Alibaba Cloud merupakan tulang punggung teknologi digital dan kecerdasan buatan dari Alibaba Group.
Melalui kerja sama ini, AirNav Indonesia mengimplementasikan layanan unggulan Cloud Disaster Recovery Center (DRC) dan Alibaba Cloud Security Service Service untuk memperkuat infrastruktur digital dan keamanan siber perusahaan.
Disaster Recovery Center (DRC) memungkinkan AirNav Indonesia menjaga keberlangsungan operasional tanpa harus membangun pusat data fisik sekunder, dengan fleksibilitas dan skalabilitas sesuai kebutuhan operasional.
Security Service memberikan perlindungan proaktif terhadap aplikasi web dan sistem navigasi penerbangan, memastikan stabilitas layanan vital bagi keselamatan penerbangan nasional maupun internasional.
Langkah ini mempertegas komitmen AirNav Indonesia dalam menghadirkan layanan navigasi penerbangan yang aman, andal, dan efisien, sesuai standar internasional.
Kemitraan dengan Alibaba Cloud merupakan langkah strategis dalam pengembangan sistem teknologi di AirNav Indonesia, sejalan dengan perkembangan teknologi terkini seperti generative artificial intelligence (AI), teknologi drone berbasis AI, dan internet of things (IoT).
Hal ini menjadikan AirNav Indonesia sebagai pionir transformasi digital di bidang navigasi penerbangan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kawasan Asia Pasifik.
Zainal Arifin Harahap, Direktur Teknik AirNav Indonesia menyatakan bahwa bermitra dengan Alibaba Cloud adalah langkah strategis AirNav Indonesia untuk memperkuat fondasi transformasi digital. “Kami percaya solusi cloud yang canggih akan meningkatkan ketahanan sistem, mendukung inovasi, dan pada akhirnya menghadirkan keselamatan dan kualitas layanan navigasi udara yang lebih baik bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sementara Sean Yuan, General Manager Alibaba Cloud Indonesia menambahkan bahwa pihaknya bangga dapat mendukung AirNav Indonesia, institusi vital yang mengelola ruang udara terbesar di Asia Tenggara.
Dijelaskan lebih lanjut, kerjasama ini memperkuat ketahanan nasional, perlindungan layanan navigasi udara dari ancaman gangguan dan serangan siber, efisiensi operasional dengan mengurangi biaya infrastruktur IT melalui model cloud yang fleksibel menambah reputasi global yaitu menempatkan AirNav Indonesia sebagai contoh sukses digitalisasi lembaga layanan navigasi udara di tingkat regional dan internasional. Serta meningkatkan komitmen publik dengan mendukung digitalisasi infrastruktur nasional sesuai agenda pemerintah dalam memperkuat kedaulatan dan keamanan data.
“Dengan kolaborasi ini, AirNav Indonesia menegaskan diri sebagai pionir transformasi digital di sektor navigasi penerbangan, menghadirkan layanan yang lebih aman, efisien, dan adaptif bagi masyarakat serta industri penerbangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai negara dengan sistem navigasi udara yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing,” tutup Zainal.
Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia (AirNav) merupakan lembaga dengan kepemilikan modal negara di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (KBUMN RI) yang didirikan pada 13 September 2012 berdasarkan amanat UU Nomor 1 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 tahun 2012 tentang Perum LPPNPI.
Sebagai satu-satunya penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, AirNav bertugas untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional penerbangan di ruang udara Indonesia dan sejumlah ruang udara negara lain yang berbatasan dengan wilayah udara Indonesia.
AirNav mengelola ruang udara seluas 7.789.268 km2. Luasan tersebut dibagi menjadi 2 Flight Information Region (FIR) yang masing-masing dikelola oleh pusat pelayanan lalu lintas udara di Jakarta dan Makassar.
Di ruang udara seluas itu, berdasarkan data tahun 2019 (sebelum pandemi Covid-19), AirNav melayani rata-rata 6.125 pergerakan pesawat udara per harinya, baik yang sifatnya take-off/ landing maupun penerbangan lintas (overflying) antar negara.