Operation Absolute Resolve: Demonstratif Kekuatan yang Sangat Ambisius dan Arogan

0

MYLESAT.COM – Operation Absolute Resolve adalah operasi militer Amerika Serikat yang dilancarkan pada 3 Januari 2026 untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya Cilia Flores. Operasi ini melibatkan kombinasi serangan udara, pengerahan pasukan khusus, dan misi intelijen yang sangat terkoordinasi sejak Agustus 2025.

Menurut sejumlah pihak, Operation Absolute Resolve merupakan salah satu operasi militer paling besar dan kompleks di kawasan Amerika Latin dalam beberapa dekade.

Tujuan resminya adalah mengeksekusi surat perintah penangkapan terhadap Maduro atas tuduhan sepihak dari AS tentang apa yang mereka sebut narcoterrorism (konspirasi narkotika-terorisme) di pengadilan AS.

Setelah berlalu dengan lancar dan tidak memakan korban jiwa di pihak AS, banyak yang bertanya-tanya, bagaimana bisa operasi dilaksanakan di sebuah negara? Bagi AS, operasi ini tidak hanya melibatkan satu sumber daya militer melainkan juga koordinasi multi-branch besar dari Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, Marinir, dan unit khusus serta badan intelijen.

Disebutkan di sejumlah media Barat bahwa operasi ini melibatkan lebih dari 150 pesawat militer dari AS. Terdiri dari pesawat tempur seperti F-22 Raptor, F-35 Lightning II (USAF), F-35B USMC, F/A-18 Super Hornet, EA-18G Growler, B-1B Lancer, RC-135V/W Rivet Joint, E-2D Hawkeye (USN), EC-130H Compas Call, USAF RQ-170, P-8 Poseidon (USN),E-3G Sentry, E-11A Battlefield Airborne Communications Node (BACN), USAFSOC CN-235, MH-60M Black Hawk (USA), MH-47G Chinook (SOAR).

Disebutkan juga bahwa pesawat-pesawat ini lepas landas dari lebih 20 pangkalan udara dan fasilitas militer di seluruh sekutu AS, termasuk pangkalan AS di Karibia dan Amerika Tengah.

Pun, misi ini memiliki aset pendekat yaitu unsur laut oleh kapal serbu amfibi USS Iwo Jima dan kemungkinan armada lain seperti kapal induk atau kapal penyangga (kapal serang cepat), yang berfungsi sebagai pangkalan udara bergerak untuk helikopter dan pesawat tanpa awak. Titik ekstraksi target yaitu Maduro dan istrinya dibawa ke USS Iwo Jima setelah ditangkap.

Sedangkan unit pasukan khusus yang dilibatkan mencakup Delta Force, FBI Hostage Rescue Team, CIA, NSA, dan badan-badan pengintaian lain dalam membuat operasi dan perencanaan detail yang berdurasi berbulan-bulan.

Operasi berlangsung lebih dari 3 jam di malam hari dalam kegelapan, untuk memaksimalkan unsur kejutan dan mengurangi respon pasukan Venezuela. Tahap-tahapnya meliputi:

  1. Serangan Udara Terkoordinasi
    Pasukan udara AS menyerang pangkalan militer utama di sekitar Caracas dan menonaktifkan sistem pertahanan udara Venezuela agar pasukan khusus bisa masuk tanpa hambatan.

  2. Infiltrasi Pasukan Khusus
    Pasukan Delta Force menyerbu kompleks kediaman Maduro di Caracas, berhasil menangkapnya bersama istrinya dalam waktu singkat.

  3. Ekstraksi Cepat
    Setelah tertangkap, Maduro dan istri diekstraksi menggunakan helikopter ke USS Iwo Jima, kemudian diterbangkan ke AS untuk proses hukum.

Operasi ini disebutkan tidak menimbulkan korban jiwa di tentara AS, namun beberapa mengalami luka ringan sementara puluhan militer dan warga Venezuela tewas.

Operation Absolute Resolve bukan sekadar serangan militer biasa, ini merupakan “tontonan” dari sebuah sistem interoperabilitas yang sangat canggih berupa penggabungan kekuatan udara, laut, darat, dan intelijen dalam sebuah operasi presisi tinggi yang bertujuan untuk menculik atau menangkap kepala negara lain secara langsung di wilayah kedaulatannya.

Absolute Resolve: Sebuah Pelajaran

Operasi secepat dan sepresisi Operation Absolute Resolve (terlepas dari pro-kontra politik dan hukumnya) menyimpan makna strategis dan moral yang dalam. Bukan sekadar soal menangkap seorang kepala negara, tetapi tentang bagaimana kekuatan, keputusan, dan waktu bekerja dalam dunia modern.

Beberapa makna penting yang bisa kita petik dari aksi militer AS di bawah kendali Presiden Donald Trump ini adalah:

Kecepatan adalah senjata strategis baru

Operasi ini menunjukkan bahwa kecepatan sering lebih menentukan daripada jumlah pasukan. Bukan perang berlarut, melainkan keputusan cepat, eksekusi presisi, durasi sesingkat mungkin.

Musuh tidak diberi waktu untuk berpikir, beradaptasi, atau menggalang perlawanan. Dalam konteks militer, waktu kini setara dengan daya hancur.

Intelijen lebih menentukan daripada senjata

Operasi ini berhasil bukan terutama karena senjata tercanggih, tetapi karena informasi yang akurat, pemetaan target yang detail dan dalam kesabaran tingkat tinggi, serta pemahaman rutinitas, celah, dan psikologi lawan.

Maknanya jelas bahwa siapa yang menguasai informasi, ia menguasai hasil.

Integrasi adalah kunci kekuatan modern

Operasi ini bukan kerja satu matra, melainkan orkestra sangat besar yang karena teknologi, semua masuk ke dalam satu jaringan komunikasi dengan kendali penuh otoritas. Terlihat jelas bahwa daya serang AS ini lahir dari sinergi, bukan dari ego sektoral. Sebesar apa pun sumber daya, tanpa koordinasi maka ia menjadi lamban dan rapuh.

Ujian kepemimpinan

Operasi cepat ini menunjukkan bahwa sebuah keputusan diambil dengan pertimbangan dan informasi yang akurat jauh sebelum publik tahu.

Hanya saja dengan operasi ini, jagat dikejutkan karena menjadi preseden bahwa dunia kini bergerak dalam ambang abu-abu hukum dan moral. Operasi ini juga mengajarkan bahwa batas antara penegakan hukum, operasi militer, dan intervensi politik menjadi kian kabur.

Pesan psikologis yang tersisa dari berhasilnya AS menangkap seorang presiden hanya dalam hitungan jam, mengirim pesan global kepada kita semua bahwa “tidak ada yang terlalu jauh, terlalu terlindung, atau terlalu kuat untuk dijangkau.”

Dalam doktrin militer, ini disebut deterrence by demonstration alias pencegahan lewat contoh nyata.

Sekilas jika kita bandingkan dengan Operation Neptune Spear (2011) saat menangkap Osama Bin Laden, targetnya adalah pemimpin Al-Qaeda yang merupakan aktor non-negara. Operasi tersebut dijalankan dalam skala kecil, sangat tertutup dan hampir tanpa dukungan tempur terbuka. Hanya melibatkan dua helikopter stealth dan sekitar 25 personel SEAL Team 6.

Sehingga bisa kita bedakan bahwa Operasi Neptune Spear adalah operasi bayangan, sedangkan Absolute Resolve adalah operasi demonstratif kekuatan yang sangat ambisius dan arogan.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply