MYLESAT.COM – Princess Leonor de Borbón y Ortiz adalah Putri Mahkota Spanyol dan calon Ratu Spanyol. Sesuai konstitusi dan tradisi monarki Spanyol, kepala negara sekaligus menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata. Karena itu, pendidikan militer bukan pilihan opsional melainkan persiapan kenegaraan dan kepemimpinan.
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 18 Desember 2025, Princess Leonor melakukan penerbangan solo pertamanya sebagai bagian dari pendidikan militernya. Penerbangan berlangsung di Academia General del Aire y del Espacio (General Air and Space Academy) di San Javier, Murcia.
Putri cantik kelahiran 31 Oktober 2005 ini menerbang pesawat latih Pilatus PC-21 dengan penuh kepercayaan diri. Tahap ini dicapainya setelah menyelesaikan fase pelatihan intensif ground school, simulator, dan penerbangan bersama instruktur.

Princess Leonor de Borbón y Ortiz.
Momen hari itu menjadi tonggak penting dalam karier militernya karena menandai saat ia sebagai taruna, mampu mengendalikan pesawat tanpa pendamping di kokpit.
Ia memiliki nama lengkap Leonor de Todos los Santos de Borbón y Ortiz dengan gelar resmi Princess of Asturias (Putri Mahkota Spanyol). Orang tuanya adalah Raja Felipe VI dan Ratu Letizia Ortiz Rocasolano, dengan saudara kandung Infanta Sofía.
Semua mengakui, Princess Leonor memang spesial. Satu hal yang membuatnya berbeda karena Leonor menjalani tahap pendidikan militer secara penuh, bertahap, dan lintas matra, bukan sekadar simbolik.
Itulah jawabannya, mengapa Princess Leonor menempuh jalur militer secara penuh dan bertahap.
Pertama, Leonor menempuh pendidikan di Angkatan Darat (Ejército de Tierra) yaitu Akademi Militer Umum Zaragoza (AGM) di Zaragoza pada 2023. Sebagai taruna, statusnya sama dengan taruna lain. Ia menjalaninya dengan disiplin, mengikuti latihan fisik, taktik dasar, dan kepemimpinan lapangan. Ia mengenakan seragam, hidup di barak, dan mengikuti latihan tanpa perlakuan istimewa.
Kedua, menjalani pendidikan Angkatan Laut (Armada Española) di Escuela Naval Militar di Marín pada 2024. Saat itu ia mengikuti latihan pelayaran sebagaimana taruna AL Spanyol lainnya.
Ketiga, pendidikan Angkatan Udara (Ejército del Aire y del Espacio) di Akademi Angkatan Udara San Javier pada 2025. Di sinilah Leonor mengikuti pendidikan penerbangan militer. Leonor membuktikan bahwa status istimewa yang dimiliknya sebagai calon ratu, tidak membuatnya gegabah dan tidak disiplin. Terbang solo adalah bukti keberhasilannya mengikuti semua materi terbang.
Selama pendidikan, Leonor menerima kenaikan pangkat bertahap sesuai sistem militer Spanyol. Baginya, pangkat tersebut bukanlah kehormatan karena ia seorang putri akan tetapi hasil dari proses yang dijalaninnya bertahap.
Setelah menyelesaikan seluruh siklus lintas matra, Leonor akan memiliki legitimasi penuh sebagai pemimpin tertinggi militer Spanyol di masa depan.
Karier militer Princess Leonor adalah tentang kesediaannya ditempa sebelum memimpin. Ia belajar bahwa kehormatan bukan datang dari nama besar, melainkan dari disiplin dan keberanian menghadapi risiko yang sama dengan orang lain.
Terbang solo
Beberapa waktu lalu, dunia menyaksikan sebuah momen penting ketika Princess Leonor berhasil melaksanakan penerbangan solo. Tanpa mahkota di kokpit, tidak ada keistimewaan darah biru di udara. Yang ada hanyalah seorang taruna dan langit yang dengan hukumnya: no room for error.
Dalam penerbangan solo, seorang penerbang diuji bukan oleh orang lain melainkan oleh dirinya sendiri. Keberanian mengambil keputusan, ketenangan menghadapi ketidakpastian, dan kepercayaan pada kemampuan yang dibangun melalui latihan.
Bagi Princess Leonor, momen itu adalah pernyataan tegas bahwa kepemimpinan tidak diwariskan, melainkan dipersiapkan.
Dalam riwayat monarki terutama monarki konstitusional modern, pendidikan militer bagi calon raja atau ratu bukan sekadar tradisi simbolik melainkan kewajiban moral dan institusional. Seorang pewaris takhta dipersiapkan bukan hanya untuk memerintah, tetapi untuk memahami makna pengabdian, disiplin, hierarki, dan pengorbanan yang menjadi fondasi pertahanan negara.
Melalui pendidikan militer, ia belajar memimpin dengan memberi teladan, merasakan kerasnya latihan yang sama dengan prajurit biasa serta menanamkan empati terhadap mereka yang suatu hari kelak akan berada di bawah sumpah kesetiaannya.
Dalam konteks monarki konstitusional seperti Spanyol, pendidikan militer juga menegaskan posisi raja atau ratu sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata. Karena itu, ketika seorang calon raja atau ratu menjalani pendidikan di akademi darat, laut, dan udara, sesungguhnya ia sedang ditempa untuk menjadi simbol persatuan nasional.
Banyak contoh sebelum Leonor melakukannya. Ayahnya, Raja Felipe VI juga alumni akademi militer darat-laut-udara, Raja Charles III yang pernah jadi pilot heli dan komandan kapal penyapu ranjau, anaknya Pangeran William jadi pilot helikopter SAR dan terlibat misi penyelamatan nyata, Pangeran Harry jadi pilot AH-64 Apache di Afghanistan, Raja Harald V (Norwegia), Raja Abdullah II (Yordania), Putri Elisabeth (Belgia), dan juga Sultan Hassanal Bolkiah beserta anak-anaknya, merupakan perwira jebolan akademi militer.
Kesimpulannya, menguasai militer adalah hal yang penting bahkan mendasar bagi seorang raja atau ratu.