MYLESAT.COM – Pada hari kedua konferensi internasional Air and Space Power Conference 2022 (ASPCon22) di National Convention Centre, Canberra, Australia, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melakukan pertemuan bilateral maraton dengan sejumlah pemimpin dunia dan pemimpin Angkatan Udara negara sahabat (23/3/2022).
Diawal agenda, KSAU melakukan pertemuan dengan US Deputy Under Secretary of Air Force, Kelli Seybolt. Pada pertemuan tersebut, KSAU mengharapkan pemerintah Amerika Serikat memberi kesempatan lebih banyak dalam program pendidikan untuk perwira TNI AU melalui FMS.

KSAU dan US Deputy Under Secretary of Air Force, Kelli Seybolt. Foto: Dispenau
Berikutnya, Marsekal Fadjar melakukan pertemuan dengan Panglima PACAF (US Pacific Air Force) Jenderal Kenneth S. Wilbach.
Dengan pejabat AU Amerika Serikat wilayahPasifik ini, KSAU menyatakan komitmen Indonedia untuk terus meningkatkan kerjasama bidang latihan bersama. Jenderal Wilbach juga menyampaikan pengalaman pengoperasian pesawat F-15 Eagle.
Selanjutnya pertemuan dengan Commander Papua New Guinea Defence Force (PNGDF) Mayjen Mark Goina.
Kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerjasama bilateral aspek udara. KSAU menyarankan Athan PNG untuk berkunjung ke Mabesau Jakarta guna membahas rencana tersebut, dengan menjajaki kemungkinan dilaksanakan FGD atau JWG.
Setelah bertemu dengan Mayjen Goina, KSAU melanjutkan pertemuan dengan UN Military Advisor, Jenderal Birame Diop yang sebelumnya adalah Panglima Angkatan Bersenjata Senegal.
Kepada KSAU, Jenderal Diop mengucapkan apresiasi dan terimasih atas partisipasi aktif Indonesia dalam misi PBB. Dirinya berharap, Pemerintah Indonesia dan TNI dapat mendukung dan berpartisipasi pada misi UN.
Jenderal Diop juga pernah menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden Senegal dan Kepala Staf Angkatan Udara.
Dia menjabat sebagai Deputi dan Kepala Operasi Udara di Misi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUC) pada 2002 hingga 2003 dan memiliki karier yang cemerlang di Angkatan Bersenjata Senegal.
Jenderal jangkung ini alumni Royal Air Academy di Maroko dan lulusan Sekolah Staf dan Komando Udara dari Air University di Amerika Serikat dan gelar War College dari French War College. Dia fasih berbahasa Perancis dan Inggris.
Pertemuan bilateral berikutnya dilakukan KSAU dengan Commander Philippine Air Force (PAF) Jenderal Canlas. Kedua pejabat sepakat untuk terus meningkatkan kerjasama.

KSAU memberikan buku kepada Commander Papua New Guinea Defence Force Mayjen Mark Goina. Foto: Dispenau
Pada aspek udara, KSAU mengajak PAF memulai kerja sama dengan diskusi pengalaman penggunaan pesawat T/FA-50 Golden Eagle, termasuk penggunaan simulator T-50.
Sementara Jenderal Canlas menyampaikan minatnya kerja sama HADR (Humanitarian Assistance and Disaster Relief) dengan Indonesia, karena Filipina juga termasuk negara rawan bencana. Selain itu ia mengundang KSAU untuk hadir di kegiatan ADAS 2022 di Filipina.
ADAS atau Asian Defense & Security 2022 merupakan merupakan ajang keempat Asian Defense and Security, Crisis & Disaster Management Exhibition and Conference yang dilaksanakan di Manila. Ajang ini akan digelar pada 27 April 2022.