Peraih Adhi Makayasa Itu Kembali Raih Sangkur Perak Pendidikan Komando Kopassus

0

Dari 261 peserta yang mengikuti pendidikan prajurit Komando Angkatan 101 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tahun 2017, dinyatakan bahwa 215 peserta lulus dan 46 lainnya dinyatakan tidak bisa mengikuti pendidikan karena kesehatan, mental, dan akademik.

Setelah melalui pendidikan selama tujuh bulan, keluar sebagai siswa terbaik dengan mendapatkan sangkur perak adalah Letda Inf Tri Ageng Widhi Nugroho.

Letda Tri Ageng Widhi Nugroho yang lahir di Manokwari, 9 Maret 1992, tidak hanya meraih sangkur perak, tapi dia juga yang meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai wisudawan terbaik Akmil Tingkat IV Tahun 2012-2016.

Letda Tri adalah alumni Akademi Militer 2016 dengan satuan asal Makopassus.

Akhir dari pendidikan Komando Kopassus yang pernah disebutkan sebagai salah satu pendidikan militer terberat di dunia ini, ditutup oleh Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni di Pantai Permisan Cilacap, Nusakambangan, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2017).

Pendidikan yang ditempuh melalui seluruh rangkaian pendidikan Komando. Mulai dari tahap Basis di Batujajar, Gunung-Hutan di Situlembang, dan Rawa Laut di Cilacap.

Danjen Kopassus Mayjen Madsuni saat penutupan pendidikan komando di Pantai Permisan. Foto: Pen Kopassus.

Dengan materi kemampuan menembak, fisik, beladiri, penggunaan senjata tradisionil hingga pendekatan kepada masyarakat, diharapkan prajurit yang telah melaluinya menjadi prajurit para komando Kopassus TNI AD.

Dalam sambutannya Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni menyampaikan bahwa untuk menjadi prajurit Komando tidaklah mudah. Sangat berat latihan yang harus dijalani setiap siswa Komando.

Ciri khas Kopassus dalam pembentukan prajurit Komando adalah kebersamaan dengan melepas pangkat dan jabatan. Kebersamaan inilah yang melahirkan jiwa korsa tinggi yang akhirnya menjadi modal utama dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara.

“Yang membedakan kalian dengan satuan lain adalah tes psikologi. Hari ini terbukti kalian mampu bertahan di bawah tekanan dan penderitaan dalam situasi apapun. Kondisi ini mewujudkan prajurit Komando yang memiliki sikap mental prajurit sejati yang memiliki militansi tinggi, tahan uji dan pantang menyerah dalam menghadapi situasi sesulit apapun,” tegas Madsuni.

Danjen Kopassus juga mengatakan bahwa kualifikasi yang telah dicapai belumlah cukup untuk menjadi prajurit yang mahir dan andal, karena masih banyak =kemampuan dan keterampilan yang harus dimiliki sebagai pelengkap pasukan khusus.

“Untuk itu jangan berpuas diri, tetap pelihara dan tingkatkan kemampuan melalui budaya belajar dan berlatih serta terus mengikuti dinamika perkembangan situasi di era globalisasi saat ini,” tegas Madsuni.

Upacara penutupan pendidikan diakhiri dengan pemasangan baret merah dan brevet Komando kepada prajurit Komando yang baru dilantik.

Danjen Kopassus dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Kopassus turut serta memasangkan brevet dan baret merah kepada siswa yang orang tuanya tidak hadir, diikuti para orang tua siswa pendidikan prajurit Komando.

 

Teks: soeharso rahman & beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply