Tim dokter dan paramedis Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk berjumlah 56 orang, diberangkatkan dari Lanud Timika menuju Bandara Ewer, Kabupaten Asmat, Papua.
Tim yang dipimpin Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi, Sp.OT, diberangkatkan menggunakan helikopter Mi-17V5 Hip HA-5143 milik Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) pada Sabtu (27/1/2018). Tim diberangkatkan dalam dua sorti.
Baca:Â Panglima TNI Lepas Satgas Kes TNI Ke Papua, Komandannya dari Kostrad
- Apel sebelum pemberangkatan tim Satgaskes TNI menggunakan heli Mi-17 Penerbad. Foto: Puspen TNI
- Tim bergerak cepat menanggapi perintah Presiden. Foto: Puspen TNI
- Boarding, menuju medan penugasan. Foto: Puspen TNI
- Tugas mulia diemban Satgaskes TNI. Foto: Puspen TNI
Sesuai perintah Presiden Joko Widodo, Mabes TNI langsung menyiapkan satu heli Mi-17 HA-5143 guna mendukung misi.
Heli ini didukung oleh kru yang terdiri dari:
- Kapten CPN Vito VRS (penerbang I)
- Kapten CPN Gilang Bogie (penerbang I)
- Lettu CPN Rizi F (penerbang II)
- Kapten CPN Hendro (flight engineer)
- Serka Zulhamdan (technical inspector)
- Sertu Aris S (mekanik)
- Serda Eko P (mekanik)
- Praka Dwi P (mekanik)
- Serda Sigit (avionik)
Selain Mi-17 HA-5143, TNI AD juga sudah menempatkan terlebih dahulu sejumlah heli di wilayah Papua dibawah komando Kodam XVII/Cenderawasih. Yaitu masing-masing satu heli Mi-17V5, NBell-412, dan NBO-105 di Timika, serta satu heli Mi-17 lainnya di Sentani.
Teks: beny adrian



