Panglima TNI: Kita Harus Mengakui Teroris adalah Kejahatan Terhadap Negara

Pelibatan TNI dalam mengatasi terorisme di tanah air kembali menjadi buah bibir. Isu ini kembali mengemuka setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan keinginannya unsur TNI terlibat dalam praktik antiterorisme.
Presiden meminta hal itu dimasukan ke dalam Rancangan Undang-Undang Terorisme yang hingga kini masih dibahas di DPR RI.
Menjawab pertanyaan wartawan tentang Undang-Undang Teroris, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, tidak mau berandai-andai karena undang-undangnya belum jelas, dan hukum adalah Panglima bagi TNI, maka TNI akan patuh dengan hukum.
“Kalau kita dan anak cucu kita ingin aman, maka kita harus mengakui teroris adalah kejahatan terhadap negara. Alangkah bodohnya bangsa ini kalau masih menganggap teroris sebagai kejahatan tindak pidana, pada hal di negara-negara lain teroris itu sudah dianggap kejahatan terhadap negara,” tegas Panglima usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, dengan Inspektur Upacara Presiden RI Ir. Joko Widodo, di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Penjambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6).
Terkait situasi di Marawi, Filipina, Panglima mengatakan bahwa prajurit TNI sudah melaksanakan operasi pengaman laut mulai dari Halmahera Utara, Morotai sampai Sulawesi Utara.
Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: