Info

Ketika Capung Hidup Disulap Menjadi Cyborg Drone

Mungkin banyak yang berfikir kalau cyborg merupakan hal yang hanya ada dalam film-film sains fiksi belaka. Namun tahukah anda bahwa kini para ilmuan telah menemukan cara untuk mengubah capung hidup sehingga dapat dikendalikan pergerakanya.

Tak ada habisnya memang jika membahas teknologi, karena perkembangannya begitu cepat. Negara maju seperti Amerika Serikat (AS) sangat mengandalkan drone untuk melakukan operasi pengamatan dan pengintaian. Karena melaukan operasi pengintaian konvensional di era serba canggih sistem pertahanan udara yang dimiliki negara-negara (terlebih negara kuat seperti Rusia) akan sangat membahayakan keselamatan nyawa sang pilot.

Tantangan hadir untuk merampingkan robot terbang  menjadi sebuah bentuk yang tidak mencolok, sehingga tidak dengan mudah menjadi pusat perhatian. Para periset militer pun mulai memutar otak mereka untuk menemukan konsep yang diidam-idamkan.

Para ilmuan di laboratorium Charles Stark Draper, AS, tengah mengembangkan cara untuk menggunakan serangga hidup sebagai drone. Penelitian tersebut mereka namakan dengan ‘DragonflEye’, yang secara esensial merupakan sebuah capung cyborg, yakni makhluk setengah capung dan setengah mesin.

https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FDraperLaboratory%2Fposts%2F1728910410456987&width=500

Capung cyborg diciptakan dengan memodifikasi capung secara genetis dengan menyematkan ‘steering neuron’ di sumsum tulang belakang serangga. Dengan fiber optik berukuran kecil seperti struktur pada mata capung, alat tersebut mengirimkan semburan cahaya ke otak capung sehingga memungkinkan peneliti untuk mengendalikan serangga yang terbang menggunakan remot kontrol.

Pada punggung capung disematkan perangkat mungil yang nampak seperti ransel, yang berisi sensor dan panel surya sebagai teknologi pengumpulan data.

Para peneliti berharap agar capung tersebut ke depannya bisa dikemudikan dan mengumpulkan data melalui sensor tersebut. Capung cyborg ini akan sangat bermanfaat untuk digunakan pada lingkungan yang tidak aman bagi manusia atau celah kecil yang tidak dapat dilalui manusia seperti celah pada dinding.

Dengan adanya penelitian modifikasi genetis ini, sudah pasti ke depannya ada pihak yang merasa tidak nyaman. Bahkan tak tutup kemungkinan akan ada perkembangan yang lebih jauh lagi dengan menggunakan spesies serangga lainnya yang lebih tinggi sebagai drone cyborg.

 

Teks Fery Setiawan

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close