NASA: 10 Asteroid Ancaman Nyata Bumi di Masa Depan

Teleskop survey NEOWISE (Near-Earth Object Wide-field Infrared Survey Explorer) milik NASA berhasil mendeteksi 97 objek yang belum diketahui sebelumnya di tata surya kita. Yang bikin merinding, 10 di antaranya ditandai sebagai benda yang berpotensi berbahaya (PHO, potentially hazardous objects).

Dari 97 objek tersebut, 28 berada di dekat objek Bumi (NEO), lima adalah komet dan 64 asteroid di Sabuk Asteroid. “NEOWISE tidak hanya menemukan asteroid dan komet yang belum dipetakan sebelumnya, namun juga menyediakan data bagus mengenai banyak dari katalog yang ada di katalog kami,” kata NEOWISE dengan Jet Propulsion Laboratory Amy Mainzer.

PHO didefinisikan sebagai benda angkasa berdiameter 100 meter yang bisa mencapai 4,6 juta mil dari Bumi. Yang lebih kecil dan cenderung hancur di atmosfer. NASA mendefinisikan sebagai asteroid dan komet yang dipandu “oleh daya tarik gravitasi planet-planet di tata surya kita menjadi orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi.”

Benda-benda ini, kebanyakan asteroid, memiliki kesempatan untuk mencapai Bumi dan menyebabkan kerusakan regional atau bahkan global dalam 100 tahun ke depan. Sejak tahun 1990-an, jumlah PHO tercatat meningkat sepuluh kali lipat akibat peningkatan kemampuan teleskop dan observasi.

NEOWISE adalah salah satu peningkatan. Diluncurkan pada 2009 sebagai bagian dari teleskop WISE, NEOWISE telah mengidentifikasi lebih dari 35.000 objek baru di tata surya, termasuk ratusan NEO baru.

NEOWISE dan instrumen lainnya terus menemukan PHA baru, yang berarti masih banyak yang belum ditemukan. NASA memperkirakan baru menemukan 20-30% PHA.

NASA memperkirakan bahwa mereka telah menemukan 90 persen dari semua NEO berdiameter lebih dari satu kilometer. Namun ini hanya sebagian kecil populasi NEO. Sebagian besar sekitar 90 persen, berukuran antara 100 dan 1.000 meter.

“Meskipun tidak diketahui NEO saat ini memiliki risiko dampak dengan Bumi selama 100 tahun ke depan, namun kami telah menemukan asteroid yang lebih besar, dan kami memiliki lebih banyak lagi. Lebih kecil tapi masih berpotensi berbahaya untuk ditemukan,” kata Petugas Pertahanan Planetary NASA Lindley Johnson.

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: