TNI AU Museumkan Dua Kamera Pemotretan Udara Buatan 1940-an

Andaikan bisa berkata-kata, tentulah sebuah kamera akan bercerita banyak hal yang pernah dilaluinya. Namun keajaiban itu tidak mungkin akan terjadi, karena foto-foto yang dihasilkannya telah menjadi bukti sejarah yang kekal. Jadi, tidak perlulah kamera itu sampai ngomong.

Dua di antara kamera yang pernah menjadi “alutsista” TNI AU dalam hal ini Jawatan Pemotretan Udara periode 1945-1950, dihibahkan kepada Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta.

Kedua jenis kamera itu adalah Vertikal AFA-33 dan Oblique Fairchild A-8.

Prosesi penyerahan kamera dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pemotretan Udara TNI AU Kolonel Sus Dadang Taufik kepada Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Jemi Trisonjaya di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (11/7).

Kamera udara Vertikal AFA-33 merupakan salah satu kamera udara otomatis buatan Uni Soviet (USSR) tahun 1943. Operasional kamera ini menggunakan instrumen remote control dan didesain melakukan pemotretan udara dengan teknik lajur, luasan dan spot atau individu obyek untuk tujuan akuisisi foto dari observasi fotografi.

Dalam sejarah Perang Dunia II, kamera ini digunakan untuk menentukan daerah pemboman wilayah musuh yang menjadi target.

Sementara kamera Oblique Fairchild A-8 buatan Januari 1929 oleh perusahaan kamera asal New York dan Boston Amerika Serikat, merupakan kamera format besar pada masa Perang Dunia II.

Dengan bobot sekitar 7,1 kg, kamera ini dioperasionalkan secara handheld  sehingga lebih fleksibel untuk mendapatkan perspektif foto yang dihasilkan.

Pada 1930, Fairchild A-8 banyak digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil. Pertama kali diperkenalkan pada US Armedforce Show tahun 1931 di New York, sedangkan untuk kepentingan sipil digunakan sejak 1930.

Di TNI AU, kamera Vertikal AFA-33 dan Oblique Fairchild A-8 dioperasionalkan oleh Jawatan Pemotretan Udara (sekarang Dinas Survey dan Pemotretan Udara) dari 1945 hingga 1970.

Kamera ini dipasang pada pesawat B-25 Mitchel, Tupolev, PBY-5 A Catalina dan Auster Piper Cup. Kamera ini pernah digunakan pada operasi militer penumpasan pemberontakan DI/TII, PRRI dan Permesta.

Sedangkan pada pembangunan nasional dimanfaatkan untuk pemotretan proyek bendungan Jati Luhur, pembuatan city planning Kebayoran Baru dan penanggulangan bencana alam.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: