Gandeng Yordania, Honeywell Buka Pusat Pemeliharaan Mesin T53 di Timur Tengah

Perusahaan kedirgantaraan milik Yordania, yaitu Jordanian Aeronautical Systems (JAS) menjadi pusat pemeliharaan pertama untuk mesin Lycoming T53 di wilayah Timur Tengah dan Afrika.

Komitmen itu dikukuhkan pabrikan Honeywell bersama mitranya JAS di Swiss (21/8/2017). Dalam kerjasama ini, JAS diberi lisensi melakukan pemeliharaan terhadap mesin T53.

Mesin turboshaft T53 dikenal dengan baik karena dipasang disejumlah helikopter terkenal seperti Bell UH-1H Huey, Huey II, dan AH-1H Cobra. Mesin ini membukukan lebih dari 62 juta jam terbang.

Sebagai perusahaan spesialis pemeliharaan mesin T53 di Timur Tengah dan Afrika, Jordanian Aeronautical Systems akan menerima pekerjaan baik operator heli sipil maupun militer. Tentu kehadiran JAS akan menekan banyak biaya terkait pemeliharaan.

JAS adalah perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh AU Yordania (RJAF). Perjanjian ini didasarkan pada hubungan jangka panjang Honeywell untuk memberikan dukungan kepada beberapa pesawat RJAF.

Lycoming T53 adalah mesin turboshaft yang banyak digunakan di helikopter dan fixed-wing sejak tahun 1950-an. Mesin ini dirancang di Lycoming Turbine Engine Division di Stratford, Connecticut oleh tim yang dipimpin Anselm Franz yang dikenal sebagai chief designer dari pesawat Junkers Jumo 004 saat Perang Dunia II.

Versi mesin yang lebih besar kemudian dikembangkan dan dinamakan Lycoming T55. Kedua mesin ini sekarang dibuat oleh Honeywell Aerospace.

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: