Brutalnya Serangan Paddock di Las Vegas

0

Setidaknya hingga saat ini, polisi sudah menemukan 20 lebih pucuk senjata api di lantai 32 Hotel Mandalay Bay and Casino di Las Vegas, Amerika Serikat. Korban tewas mencapai 58 orang dan 500 lebih terluka.

Aksis teror tunggal terjadi saat konser musik Country baru saja di mulai di Las Vegas, Amerika Serikat. Seorang pensiunan akuntan berusia 64 tahun, diketahui bernama Stephen Paddock, menembaki massa yang tengah menyaksikan konser.

Ia menghamburkan tembakan otomatis dari ketinggian, menjadi warga penonton layaknya sitting duck yang lemah.

Rentetan suara senapan otomatis terdengar menyakitkan dan menyayat hati di tengah jeritan minta tolong warga yang berhamburan ketakutan. Tubuh-tubuh berlumuran darah bergelimpangan di antara botol minuman mineral yang berserakan. Teror keji melanda Las Vegas.

FBI sejauh ini mengidentifikasi Stephen Paddock sebagai warga AS dan tidak punya kaitan dengan kelompok teroris manapun. Paddock disebut bahkan tidak memiliki catatan kriminal. Karena itu belum bisa dipastikan motif dibalik penembakan brutal ini.

Paddock, yang berasal dari Mesquite, Nevada, kemudian bunuh diri sesaat polisi mendekati kamarnya di hotel.

Tidak adanya informasi yang membuat banyak orang terjebak ke dalam perdebatan yang telah mengguncang Amerika sejak sebelum Timothy McVeigh menggunakan bom truk menyerang bangunan federal di Oklahoma City tahun 1995.

McVeigh kemudian dihukum bukan sebagai tindak terorisme, melainkan karena penggunaan senjata pemusnah massal dan pembunuhan delapan petugas penegak hukum federal yang tewas dalam ledakan tersebut, dari total 168 orang tewas.

Dengan lebih 50 orang tewas, korban di Las Vegas ini melewati angka korban tewas dalam penembakan Juni 2016 di klub malam Pulse Orlando, yang menewaskan 49 orang.

Penembak di Orlando dilakukan Omar Mateen, seorang warga AS berusia 29 tahun yang mengaku setia kepada kelompok negara Islam dan dibunuh oleh polisi.

Presiden Barack Obama menyebutnya “tindakan teror dan tindakan membenci.” 

Berbagai analisa cepat mengalir tentang, bagaimana Paddock mengumpulkan senjata begitu banyak di kamar hotelnya dalam beberapa hari ini. Senjata yang dibelinya secara legal ini tidak terendus sama sekali oleh karyawan hotel.

Paddock juga dengan cermat memahami jarak tembak efektif yang bisa dijangkau senapannya dari ketinggian di kamarnya.

Entah apa yang dipikirkan Paddock saat menghujani ribuan warga yang tengah bersuka ria.

Grafik: theguardian.com

  1. Stephen Paddock mulai menembak dari kamar hotelnya di lantai 32 di Mandalay Bay sekitar pukul 10.08 malam, Minggu.
  2.  Sekitar 220.000 orang menghadiri konser di Route 91 Harvest Festival saat terjadi penembakan.
  3. Jason Aldean, musisi country yang saat itu tampil melukiskan kengeriannya menyaksikan penembakan itu.
  4. Polisi menyerbu kamar Paddock, dan menemukannya sudah tewas. Setidaknya 10 senjata disita.

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply