Saatnya Terbang Malam Bagi Calon Instruktur Penerbang TNI AU

0

Tidak hanya di siang hari, di malam haripun para penerbang pesawat latih KT-1B Wong Bee dari Skadron Pendidikan 102 Lanud Adisutjipto, terus menempa diri.

Latihan terbang malam diperlukan untuk meningkatkan profesiensi guna meraih profesionalisme sebagai seorang Instruktur Penerbang TNI Angkatan Udara.

Selama dua minggu, KT-1 melaksanakan latihan di kawasan Yogyakarta.

Latihan dimulai sejak 9 Oktober lalu dan direncanakan berakhir pada 20 Oktober mendatang.

Latihan terbang malam tersebut diikuti oleh siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) Angkatan 77 sebanyak 14 siswa, dan SIP Angkatan 78 sebanyak 10, serta Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 92 sebanyak 7 orang.

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM menjelaskan bahwa latihan terbang malam adalah untuk meningkatkan profesionalisme baik skill maupun kemampuan terbang para calon Instruktur Penerbang dan calon penerbang.

Selain kesiapan alutsista dan para penerbang yang mengawakinya, kesiapan seluruh komponen pendukung harus juga tetap terjaga termasuk kru pesawat yang memiliki andil sangat besar dalam keberhasilan setiap operasi.

Danlanud berharap semua pihak yang terlibat peduli dengan budaya safety. Mengingat terbang di malam hari memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena hanya mengandalkan instrumen di kokpit karena jarak pandang yang sangat terbatas.

Menurut Komandan Skadik 102 Letkol Pnb HM Kisha “Razor”, latihan terbang malam dilakukan di seputaran Yogyakarta dan khususnya di atas Lanud Adisutjipto.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply