Dua Ceramah di Satu Tempat, PIA Ardhya Garini Songsong 61 Tahun Eksistensinya

Dalam satu hari ini, Senin (13/11/2017), segenap keluarga besar PIA Ardhya Garini Pusat mendapatkan pengarahan dari dua narasumber berkompeten di bidangnya.

Kedua acara dikemas sebagai bagian dari rangkaian HUT PIA Ardhya Garini ke-61 yang akan jatuh pada 25 November 2017, sekaligus mendukung program Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja.

Pertama, di pagi hari, PIA Ardhya Garini mendapat pengarahan dari Ketua Umum Dharma Pertiwi Nenny Gatot Nurmantyo di gedung Puri Ardhya Garini. Siangnya, dilanjutkan oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek Sp.M (K).

Dalam arahannya, Ketua Umum Dharma Pertiwi menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara arif dan bijaksana. Karena jika penggunaannya tidak tepat, pesan istri Panglima TNI, secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap hubungan harmonis di dalam rumah tangga.

“Berpengaruh terhadap harmonisasi keluarga, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas suami,” tegas Nenny.

Ketum PIA Ardhya Garini, Ketum Dharma Pertiwi dan Menteri Kesehatan meninjau stand pameran ibu-ibu yang dikoordinir oleh PIA. Foto: Dispenau

Karena itu Nenny berharap PIA tidak tinggal diam dalam menyikapi setiap situasi yang sedang dihadapi organisasi dan bangsa Indonesia.

“PIA Ardhya Garini harus meningkatkan citra organisasi dengan mendorong anggotanya tampil secara aktif, sehingga dapat dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat,” urai Nenny.

Sementara Ketua Umum PIA Ardhya Garini Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan, PIA Ardhya Garini adalah organisasi kemasyarakatan yang berinduk pada organisasi kemasyarakatan Dharma Pertiwi, yang didasari atas rasa persatuan kesatuan, persaudaraan dan kekeluargaan.

Untuk mengingatkan kembali akan esensi kehadiran PIA, Nanny menyebutkan tiga tujuan kehadiran PIA Ardhya Garini.

Pertama, ikut serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Kedua, meningkatkan peran wanita Indonesia melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian dalam segala bidang, dan terakhir, peningkatan kesejahteraan keluarga TNI AU.

Semua yang disampaikan Ketua Umum Dharma Pertiwi dan Ketua Umum PIA Ardhya Garini ini, selaras dengan tema HUT PIA Ardhya Garini tahun ini yaitu “Dengan Semangat Kebersamaan, Kepedulian Sosial dan Pendidikan Kita Tingkatkan Peran PIA Ardhya Garini dalam Mendukung Keberhasilan Tugas dan Pengabdian TNI Angkatan Udara”.

Selain dalam rangka HUT PIA ke-61, acara dilakukan untuk mendukung program OASE Kabinet Kerja. Foto: Dispenau

Usai mendengarkan pengarahan Ketua Umum Dharma Pertiwi, acara dilanjutkan dengan pencerahan dari narasumber kedua, yaitu Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek Sp.M (K).

Sesi kedua ini dihadiri lebih banyak anggota PIA. Selain Ketua Umum PIA Ardhya Garini Nanny Hadi Tjahjanto beserta Wakil Ketua Umum Ayu Yuyu Sutisna dan Pengurus Pusat, juga hadir pengurus Yasarini Pengurus Pusat, perwakilan PIA Ardhya Garini Bakorda Jakarta, Perwakilan PIA Ardhya Garini Bakorda Bandung, Perwakilan IKKT serta perwakilan Wara.

Sebagai bentuk kepeduliaan PIA terhadap kesehatan para anggotanya, pertemuan mengangkat tema “Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara”.

Menurut Menkes, kebiasaan hidup sehat harus tumbuh dari kesadaran karena sifatnya berkelanjutan sehingga pada saatnya akan menjadi kebiasaan, bagian dari budaya. “Harus dilakukan oleh semua kelompok usia dalam setiap tatanan, baik aspek wilayah maupun aspek komunitas,” ujar Menkes.

Karena itu, lanjutnya, Kementerian Kesehatan menyosialisasikan program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). “Deteksi dini dilakukan untuk menemukan secara dini penyakit sehingga segala jenis macam penyakit dapat segera diobati, sehingga angka kesembuhannya semakin tinggi,” tambah Menkes.

Nila pun mengkampanyekan dua cara paling mudah mendeteksi dini kanker payudara, yaitu SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Secara Klinis). Selain itu deteksi dini kanker leher rahim juga bisa dengan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) atau Pap Smear dan pengobatan segera dengan krioterapi.

Menkes juga mengimbau seluruh peserta untuk selalui mengikuti gaya hidup sehat CERDIK. Lagi-lagi menggunakan akronim, CERDIK adalah kependekan dari Cek (C) Kesehatan Secara Rutin, Enyahkan (E) Asap Rokok, Rajin (R) Aktivitas Fisik, Diet (D) Seimbang, Istirahat (I) Cukup,  dan Kelola (K) Stres.

“Semua bermuara ke satu tujuan, yaitu GERMAS,” ujar Menkes.

Rangkaian lainnya dari HUT PIA Ardhya Garini ke 61, antara lain Pasar Murah di Mabesau, Imunisasi Measles-Rubella (MR) di seluruh jajaran TNI AU yang dipusatkan di Halim Perdanakusuma, Bakti Sosial Semarak Indonesia Jaya dan Program PIA Ardhya Garini Peduli di Subang Kalijati.

Ketum PIA Ardhya Garini Nanny Hadi Tjahjanto mendampingi Menkes Nila Djuwita F. Moeloek. Foto: Dispenau

“Rangkaian peringatan HUT PIA tidak hanya dilaksanakan di tingkat Pengurus Pusat saja, tapi juga di tingkat Daerah dan tingkat Cabang,” jelas Ketum PIA Ardhya Garini Nanny Hadi Tjahjanto.

Ditambahkan Nanny, pengarahan dan pencerahan oleh Ketum Dharma Pertiwi dan Menkes ini merupakan realisasi dari program OASE Kabinet Kerja.

OASE Kabinet Kerja merupakan organisasi khusus gagasan Ibu Negara dan Ibu Wakil Presiden dan disepakati oleh para pendamping menteri Kabinet Kerja.

OASE dibentuk untuk turut mendukung dan berperan dalam menyukseskan program Kabinet Kerja, yang tentunya sesuai dengan kapasitas sebagai pendamping.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s