Pangkohanudnas Ajak Mahasiswa Unsil Sadari Potensi Wilayah Udara dan Antariksa

Bertempat di Aula Rektorat Universitas Siliwangi (Unsil), Tasikmalaya, Jawa Barat, Panglima Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Yuyu Sutisna memberikan ceramah umum kepada mahasiswa Unsil, Rabu 15/11/2017).

Ceramah bertemakan “Penegakan Kedaulatan di Wilayah Udara Demi Terwujudnya Kedaulatan NKRI dan Pemanfaatan Geo Stationer Orbit (GSO)” itu, dihadari Walikota Tasikmalaya Drs Budi Budiman, Rektor Unsil Prof. Dr. Rudi Priyadi, Ir.,M.S., Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Safeano Cahyo Wibowo, Kapolres Tasikmalaya dan pejabat lainnya.

Dalam ceramahnya Marsda Yuyu menyatakan sebagai negara yang berdaulat, Indonesia mempunyai kedaulatan atas wilayah udara, bagian dari wilayah nasional yang harus dipertahankan keutuhannya.

Kedaulatan wilayah udara yang utuh dan penuh antara lain ditandai adanya wewenang negara untuk mengizinkan/menolak memberi izin terhadap penerbangan internasional yang memasuki wilayah teritorialnya, menentukan peraturan, keadaan dan pembatasan dalam pelaksanaan penerbangan di wilayahnya dan diterapkannya hukum di wilayahnya baik terhadap pesawat nasional maupun pesawat udara asing.

Ditambahkannya, kedaulatan di wilayah udara Indonesia ditegakkan berdasarkan Pasal 1 Konvensi Chicago 1944 yang berbunyi, setiap negara mempunyai kedaulatan atas ruang udara yang utuh dan penuh.

Prinsip kedaulatan negara di udara didasarkan juga pada Pasal 5 Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

Sehingga Indonesia sebagai negara berdaulat berhak mengatur dan mengelola ruang udaranya tanpa intervensi negara lain, dan tidak ada pesawat asing yang melintasi wilayah Indonesia tanpa izin pihak berwajib. Disampaikan juga kompleksitas dunia kedirgantaraan seperti pengelolaan ruang antariksa, GSO, satelit dan lainnya.

Dalam paparannya Marsda TNI Yuyu Sutisna yang kini menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU), menyinggung mengenai peran TNI AU sebagai penjaga kedaulatan wilayah udara yuridiksi nasional dan Kohanudnas sebagai pelaksana tugas TNI AU dalam hal tugas pertahanan udara (hanud).

Tugas Hanud yang dilaksanakan Kohanudnas antara lain melalui operasi pertahanan udara dengan tahapan kegiatan deteksi, identifikasi dan penindakan terhadap pesawat yang melintas tanpa izin.

Disinggung pula Flight Information Region (FIR), Air Defence Identification Zone (ADIZ), regulasi tentang wilayah pertahanan udara dan lainnya.

Pangkohanudnas mengharapkan para mahasiswa Unsil sebagai generasi penerus harapan bangsa untuk menyadari keberadaan wilayah udara dan antariksa yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kesadaran akan keberadaan tersebut tentu akan menimbulkan kebanggaan nasional terhadap ruang udara. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, agar nantinya dapat berperan aktif di kancah internasional.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s