KSAU: TNI AU Butuh Alutsista, SDM, Pembinaan, dan Manajemen yang Bersih

Marsekal Saleh Basarah, Kepala Staf Angkatan Udara ke-6, kurang lebih pernah berucap kepada mylesat.com begini. “Perwira itu adalah masa depan angkatan udara. Karena itu seorang perwira harus memiliki leadership yang kuat, sikap yang teguh, dan kedewasaan.”

Pak Saleh pun lalu memperlihatkan sebuah buku yang dia tulis dengan judul simpel: “Officership”.

Dalam bahasa kekinian, apa yang disampaikan Pak Saleh bisa kita simpulkan dalam satu kata: kompetensi.

Pandangan senada disampaikan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat menutup pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI AU Angkatan ke-54 Tahun Pelajaran 2017 di Seskoau, Lembang, Bandung, Jumat (17/11/2017).

“Setelah dilantik, saudara-saudara para perwira tinggal mengisi diri untuk menjadi agen-agen perubahan, mengubah karakter, dan menambah ilmu di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, kalian harus mempersiapkan diri,” tutur KSAU.

KSAU memberikan tanda kelulusan kepada salah seorang perwira dari Paskhas. Foto: beny adrian

KSAU dengan terbuka menyampaikan harapannya kepada para perwira untuk betul-betul memainkan perannya di satuan masing-masing.

“Saya selalu men-drive pewira di skadron, karena perwiralah yang mampu memberikan inspirasi untuk melakukan suatu perubahan,” ujar KSAU. Untuk itu Hadi sangat tidak sependapat dengan praktik lama yang cenderung menekan dan tidak menghargai para perwira muda.

Dalam pembekalannya kepada 100 Pasis (hanya diikuti Pasis TNI), KSAU membeberkan situasi global dan kawasan yang saat ini sedang dan akan terjadi.

Mulai dari masalah Laut China Selatan, ADIZ (Air Defense Identification Zone) China, FIR (flight information region) Singapura, ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia), pembentukan Trans Pacific Partnership (TPP), soal politik TNI adalah politik negara serta antipasti apa yang harus dilakukan TNI AU khususnya dalam menghadapi situasi Kawasan ini.

Berkali-kali KSAU menegaskan pentingnya mewaspadai supremasi China di Kawasan yang mulai tumbuh, dalam kaitan pembangunan kekuatan TNI untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional.

“Pertumbuhan ekonomi itu harus dikawal oleh aspek militer. Dulu saja Belanda masuk Indonesia dikawal militernya,” jelas KSAU. Sesekali KSAU melemparkan joke dan humor segar untuk memecah ketegangan para perwira saat mendengarkan ceramahnya.

Untuk itu, tegas Hadi, TNI pun membangun kekuatannya di wilayah-wilayah yang kemungkinan besar akan bersinggungan dengan sumber konflik. Yaitu di Ranai, Morotai, Biak, Merauke, dan Selaru.

“Khusus untuk TNI AU, saya tambahkan membangun kekuatan di Tarakan,” ujar Hadi. Kenapa harus Tarakan yang berada di Kalimantan Utara? “Marawi betul-betul ancaman yang harus kita awasi.” Marawi adalah sebuah wilayah di  selatan Filipina yang beberapa waktu lalu sempat diduduki kelompok ISIS.

Ditegaskan Hadi, pembangunan ini harus dilakukan secepat mungkin untuk menghindari terjadinya eskalasi lebih tinggi yang akan merugikan kepentingan Indonesia, sesuai prinsip si vis pacem para bellum.

Dalam kaitan litulah, KSAU menyampaikan kepada para perwira rencana pembangunan kekuatan TNI AU ke depannya.

Khususnya untuk basis pertahanan wilayah terdepan, TNI AU akan mendatangkan pesawat tanpa awak jenis MALE (medium altitude long endurance) dengan kemampuan pengamatan, pengintaian, dan penyerangan. “Kita akan tempatkan di Ranai dan Tarakan,” jelas KSAU.

Selain itu KSAU juga membeberkan rencana pengadaan alutsista yang menjadi kebutuhan TNI AU serta program pembinaan sumber daya manusia dan organisasi.

Mulai dari pengadaan pesawat Sukhoi Su-35, pesawat pemadam kebakaran, C-130J Hercules, pembentukan Skadron Udara 9 helikopter di Lanud Suryadarma, 12 radar baru, pengembangan pangkalan udara secara bertahap, meningkatkan kualitas SDM melalui kursus di dalam dan luar negeri serta menciptakan iklim manajemen yang bersih dari korupsi.

“Memasuki Renstra II, kita akan melakukan peningkatan kelas Lanud dari Tipe C ke Tipe B dan dari Tipe B ke Tipe A,” kata KSAU.

Penekanan manajemen yang bersih dari korupsi disampaikan KSAU, karena manajemen yang bersih pada akhirnya akan bermuara kepada kesiapan maksimal TNI AU sebagai angkatan perang. “Saya sampaikan kepada pejabat, jangan coba-coba untuk korupsi, saya tidak segan-segan, akan saya pecat,” tegasnya.

Sekilas Hadi memaparkan bahwa saat ini kesiapan TNI AU sangat tinggi, mencapai 100 persen. Mulai dari kesiapan radar, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, dan personel.

Pencapaian ini, kata Hadi, tak lepas dari komitmen semua lapisan di TNI AU untuk bersih dari korupsi dan bekerja profesional dengan satu tujuan untuk meningkatkan dan menjaga kesiapan kekuatan.

Masih menurut Hadi, aspek pertahanan menjadi tanggung jawab TNI untuk menjaganya dengan komitmen untuk memajukan TNI.  harus memiiki karakter bersih, belanjakan dana untuk membina pasukan demi mejaga negeri kita.

Begitu pun manusianya, siap 100 persen. Hadi sadar, secanggih apapun alutsista yang dimiliki TNI AU, niscaya tidak akan maksimal jika tidak dioperasikan oleh SDM berkualitas.

“Untuk itu manusianya saya sentuh, apa kekurangannya, sampaikan ke saya maka akan saya penuhi, tapi ingat kewajiban harus dilaksanakan,” tekan KSAU di hadapan para perwira.

Seskoau Angkatan ke-54 diikuti oleh 108 perwira siswa (Pasis) yang terdiri dari 96 Pasis TNI AU (2 Wara), 2 Pasis TNI AD, 2 Pasis TNI AL, dan 8 Pasis Mancanegara.

Pasis mancanegara berasal dari Australia, Arab Saudi, India, Korea Selatan, Pakistan, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

KSAU berdialog dengan para perwira sebelum foto bersama. Foto: beny adrian

Saat sesi foto bersama sebelum penutupan dalam suasana santai, KSAU berkali-kali menegaskan kepada Pasis Mancanegara untuk memelihara kemampuan bahasa Indonesianya.

“Jaga kemampuan Bahasa Indonesianya, jangan sampai hilang, pelihara ya, supaya nanti Sesko TNI-nya juga di Indonesia,” ujar Hadi kepada Pasis Mancanegara.

Pun setelah menutup Seskoau Angkatan ke-54 Tahun Pelajaran 2017 dilanjutkan shalat Jumat, KSAU menyempatkan diri melihat langsung Perpustakaan Seskoau yang akan direnovasi.

Sebelumnya saat menutup pendidikan Sesau (Sekolah Staf Angkatan Udara) di tempat yang sama, KSAU tidak sempat mampir ke perpustakaan ini.

“Perpustakaan itu simbol ilmu pengetahuan, untuk itu saya hanya minta, bisa tidak kita ciptakan perpustakaan yang bersih, kering, dan wangi,” ujar KSAU yang dijawab siap oleh Komandan Seskoau Marsda TNI Johanes Berchmans SW.

Terpilih sebagai lulusan terbaik Mayor Pnb Adi Putra Buana yang berhak menerima Piagam Widyatama yang diserahkan KSAU. Sedangkan penulis karya tulis perorangan (Taskap) terbaik diraih Mayor Pnb Pontianus Agung dan berhak mendapat piagam Satratama. Penyusun Taskap Sastratama Mancanegara terbaik diraih Mayor Lee Hsiang Wei dari Singapura.

“Siapa yang mengutik-utik wilayah saya, akan saya bela sampai tetes darah penghabisan,” ujar Hadi menjelang akhir pembekalannya.

“Itulah komitmen kita dalam menjaga negara,” tegasnya lagi yang disambut tepuk tangan perwira.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s