KSAU Calon Panglima TNI, Ini Sisi Lain Hadi Tjahjanto

Presiden menyerahkan dan mengusulkan nama Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk diangkat menjadi Panglima TNI.

Cuitan pagi ini di twitter DPR RI (@DRP_RI) langsung menjadi viral pemberitaan di media online. Disebutkan bahwa KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi calon tunggal yang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada DPR.

Marsekal Hadi Tjahjanto diusulkan untuk menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret-April 2018. Hadi menjadi satu-satunya nama yang disodorkan Presiden Jokowi pada DPR.

Memang dalam dua minggu terakhir ini, nama Hadi santer diberitakan akan menduduki posisi sebagai orang nomor satu di TNI. Alumni AAU 1986 kelahiran Malang, 8 November 1963 ini dilantik Presiden Jokowi menjadi KSAU pada 18 Januari 2017.

Memang belum 11 bulan Hadi memegang jabatan sebagai KSAU, namun sejumlah gebrakan sudah dibuatnya di lingkungan TNI AU.

KSAU memberikan apresiasi kepada 11 juru masak di AAU. Foto: beny adrian

Seperti ambisinya menjadikan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta sebagai museum dirgantara terbesar di Asia Tenggara. Upaya yang dilakukan tidak main-main. Hingga saat ini hampir 20 pesawat sudah dipindahkan dari berbagai tempat untuk menjadi koleksi terbaru Muspusdirla.

Terbaru pada Minggu (3/12/2017), Hadi meresmikan lima pesawat sekaligus sebagai koleksi Muspusdirla. Yaitu pesawat Cessna 401 A4014, helikopter Mi-1 H-121, helikopter Bell-47G Soloy H4711, helikopter Bell-204 Iroquois  H-2060, helikopter S-58T Twinpack H-3401.

Begitu juga dengan pembangun kekuatan TNI AU pada Renstra II, terus digenjot Hadi. Seperti kita ketahui, sejumlah pesawat baru masih akan memperkuat TNI AD dalam beberapa tahun kedepan. Khususnya Sukhoi Su-35 Flanker.

Hadi juga berharap TNI AU segera melakukan lompatan teknologi ke era digital dalam semua aspek. Untuk itu, ia menawarkan pesawat C-130J Hercules akan menjadi kekuatan pesawat angkut TNI AU mendatang. Pembelian radar juga terus dipacu untuk melengkapi 32 radar yang ingin digelar secara ideal untuk “menutupi” wilayah kedaulatan NKRI.

Baca: Ini Inti Pembekalan KSAU kepada Pasis Seskoau 54, Tajam dan Optimis

Tidak hanya alutsista, Hadi juga memberikan penekanan lebih tajam dalam hal pembinaan sumber daya manusia (SMD). Hadi sangat memperhatikan kualitas sejumlah lembaga pendidikan karier yang ada di lingkungan TNI, yaitu Sekkau dan Seskoau. Di matanya, lembaga pendidikan ini harus profesional dan bisa diandalkan untuk menyiapkan pimpinan TNI AU di masa depan.

Seperti saat ini, Hadi cuma meloloskan 51 perwira saja untuk bisa mengikuti pendidikan Sekkau (Sekolah Komando Kesatuan TNI AU) A-103 dari kuota 120 orang. Begitu juga Sesau (Sekolah Staf Angkatan Udara) A-9, karena yang lolos seleksi tidak sampai 20 perwira, ia memerintahkan tutup sementara dan dilanjutkan tahun depan begitu jumlahnya tercapai.

“TNI AU butuh perwira-perwira terbaik,” ujarnya singkat.

Terkait pembinaan personel, perhatian diberikannya tidak hanya secara formal dalam bentuk pendidikan. Di luar itu, disela-sela kunjungannya di pangkalan udara, Hadi selalu menyapa prajurit yang ditemuinya. Hadi pun tak segan-segan memberikan apresiasi kepada prajurit yang selama ini terkesan terlupakan.

Seperti hari Minggu kemarin saat makan bersama taruna taruni AAU di ruang Handrawina, ia hadirkan 11 anggota TNI AU yang selama ini berjibaku menyiapkan makanan untuk para taruna taruni.

“Semua menu ini karena para chef yang hebat ini. Karena merekalah kita bisa makan enak pagi ini. Untuk itu saya memberikan penghargaan kepada para chef AAU,” ungkap KSAU. Bersama Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, KSAU memberikan tali asih kepada apra chef. “Untuk ngopi bareng ya,” ungkap KSAU.

Di kesempatan yang lain, Hadi juga tak bosan-bosannya menanyakan tentang kondisi keluarga prajurit. Seperti bagaimana keluarga mereka, apakah istri dan anak ikut sang suami ke tempat penugasan, anak-anak sekolah dimana, sudah punya rumah atau belum, dan apakah gajinya mencukupi.

“Keluarga adalah harta yang paling berharga, karena itu jagalah dengan baik,” ucap Hadi berkali-kali.

Dalam kaitan inilah, Hadi meminta Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Angkasa yang dikelola TNI AU.

Masih untuk urusan pendidikan juga, TNI AU tahun depan berencana meluncurkan sekolah unggulan berasrama SMA Pradita Dirgantara di Solo.

Apa yang dilakukan Hadi kepada para prajurit TNI AU adalah bentuk pembinaan yang manusiawi, dengan menyentuh sisi paling sensitif dari manusia yaitu perasaannya.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s