Saran Ibu Tuty Try Sutrisno kepada Dharma Pertiwi: Yang Penting Kompak, Akur

Mengikuti kunjungan kerja Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto di Surabaya selama dua hari (5-6/12/2018), tidak sedikitpun terlihat wajah capek dari Ibu Tuti Sutiawati, istri Panglima TNI ke-9, Jenderal (Pur) Try Sutrisno. Semua kegiatan diikuti Ibu Tuti bersama ibu-ibu Dharma Pertiwi dari pagi hingga malam.

Rombongan berangkat dari Jakarta pada Kamis pukul 08.30 Wib menggunakan pesawat Boeing B737-400 TNI AU. Setelah beristirahat dan makan siang di Lanudal Juanda, Surabaya, rombongan bergerak ke arah Gresik untuk meninjau sentra pembenihan padi dan penyuluhan petani milik PT Biogene.

Acara yang berlangsung hingga menjelang sore itu, diikuti Ibu Tuti dengan penuh senyum. Malamnya, Ibu Tuti kembali bersama Ibu Nanny Hadi Tjahjanto dan rombongan, mengikuti makan malam bersama taruna-taruni Akademi Angkatan Laut di Mako AAL.

Lanjut besok paginya, Ibu Tuti yang selalu tersenyum itu turut mengikuti acara pengukuhan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto sebagai Ibu Raksa Tri Anggana Tantri di Mako Koarmatim. Dari situ, Ibu Tuti dengan tetap semangat mengikuti acara berikutnya yaitu joy sailing bersama KRI Dr. Soeharso-990 di sekitar jembatan Suramadu.

Begitupun Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, berkali-kali di setiap kesempatan memberikan sambutan, menunjukkan rasa hormatnya kepada Ibu Tuti dengan mengucapkan terima kasih atas kesediaan Ibu Tuti Try Sutrisno mengikuti rangkaian acara.

Ibu Tuti Try Sutrisno bersama Ibu Nanny Hadi Tjahjanto di atas KRI Dr. Soeharso. Foto: beny adrian

“Ibu terlihat sehat dan bugar terus,” sapa mylesat.com, yang dengan cekatan dijawab Ibu Tuti, “Iya dong, kita harus selalu sehat,” jawab Ibu Tuti yang menikah dengan Try Sutrisno pada 5 Februari 1961 dan dikaruniai empat putra dan tiga putri.

“Berapa usia ibu sekarang,” tanya mylesat.com lagi.

“Coba tebak, berapa kira-kira,” balasnya. Sambil mengira-ngira di angka 78, Ibu Tuti ternyata langsung membenarkan bahwa usianya sekarang sudah 78 tahun.

Selama mengikuti kegiatan bersama Ketum Dharma Pertiwi, Ibu Tuti terlihat terus memosisikan diri sebagai senior yang bijak dengan mengikuti semua kegiatan tanpa sedikitpun “protes”.

Ibu Tuti menyadari bahwa jarak antara dirinya dengan generasi Dharma Pertiwi saat ini sangatlah jauh. Tidak hanya segi usia, tapi juga waktu dan tuntutan perkembangan zaman. Karena itu, Ibu Tuti sangat bisa memahami dan menerima apapun bentuk komunikasi yang tren saat ini termasuk di lingkungan istri-istri tentara.

Kepada mylesat.com, Ibu Tuti tidak menutup-nutupi adanya pandangan dari sekelompok ibu-ibu yang melihat Dharma Pertiwi sekarang kok berbeda.

“Kita tidak bisa mengatakan yang sekarang kok tidak seperti yang dulu. Waktu dan lingkungan sangat mempengaruhi, tidak hanya di Dharma Pertiwi sendiri tapi juga dari masyarakat. Tentu ada situasi yang menentukan. Sesuatu itu sesuai dengan masanya. Jadi tidak bisa kita mengatakan sekarang kok gini,” aku ibu Tuti saat ditemui di sentra pembenihan padi dan penyuluhan petani di Gresik.

Masih menurut Ibu Tuti, orang yang berpandangan seperti itu karena tidak menyadari bahwa generasi mereka sudah berbeda dengan generasi sekarang. Sudah beda masa dan waktu.

“Seperti majalah di zaman saya, diceritakan bagaimana prajurit mulai menata hidup lebih baik. Sekarang lihat di majalah, ibu-ibu asik berfoto, berarti kan ada perubahan. Jadi harus berpikir bijak karena setiap era punya kebutuhan berbeda dan sistem berbeda,” ungkap Ibu Tuti panjang lebar.

“Seperti sekarang ibu-ibu mejeng di majalah, biar saja karena di zaman saya belum bisa,” ujar Ibu Tuti tertawa.

Apa saran Ibu kepada Dharma Pertiwi saat ini?

“Yang penting kompak, akur, tidak ada pekerjaan yang berhasil tanpa kebersamaan,” tutur Ibu Tuti singkat.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: