Kendi Itu Dipecahkan oleh Ibu Kandung Kapal Perang Republik Indonesia

Tradisi atau kebiasaan, adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Tradisi berasal dari bahasa Latin, traditio yang berarti diteruskan.

Di lingkungan TNI, tradisi dipelihara di setiap satuan. Pun di TNI AL, tradisi yang terus dipelihara adalah pemecahan kendi pada saat pengukuhan kapal perang baru.

Ibu Nanny menerima potongan kendi dari Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai. Foto: Puspen TNI

Merupakan penghargaan bagi Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini, Nanny Hadi Tjahjanto, untuk memecahkan kendi di lambung kapal KRI I Gusti Ngurah Rai usai dikukuhan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Dermaga Timur Benoa Bali, Rabu (10/1/2018).

Di lingkungan TNI AL, istri Panglima TNI otomatis dinobatkan sebagai Ibu Kandung Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Ibu Nanny (paling depan), menaiki KRI I Gusti Ngurah Rai diikuti ibu-ibu Dharma Pertiwi. Foto: beny adrian

Dalam upacara tradisi ini, Ibu Nanny didampingi Ketua Bhayangkari Ibu Tri Suswati Karnavian, Ketum Persit Kartika Candra Kirana Mulyono, dan Ketum Jalasenastri Ibu Endah Esti Ade Supandi.

Tradisi diawali pembacaan pengumuman pemecahan kendi oleh Ibu Nanny.

Kendi digantung di sisi kiri lambung. Sesuai aba-aba, Ibu Nanny kemudian melepaskan tali pegangannya untuk menjatuhkan kendi. Setelah itu, Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Kolonel Laut (P) Endra Hartono menyerahkan pecahan kendi kepada Ibu Nanny Hadi Tjahjanto sebagai Ibu Kandung KRI.

Dari kiri ke kanan: Ibu Endah Ade Supandi, Ibu Tri Suswati Karnavian, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, dan Ibu Ibu Rosita Mulyono. Foto: beny adrian

“Tradisi Pecah Kendi merupakan simbol pemberian restu dari Ibu Kandung KRI kepada KRI I Gusti Ngurah Rai,” ucap Nanny.

Usai melaksanakan tradisi pecah kendi, Ketum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto memberikan pengarahan kepada ibu-ibu Dharma Pertiwi Daerah J Bali di Gedung Domestic Terminal Port of Benoa Pelindo, Bali.

Ibu Nanny ikut melihat kecanggihan ruang kendali pertempuran KRI I Gusti Ngurah Rai. Foto: beny adrian

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: