“Sudara-saudara adalah wakil saya di sana, jadi pasang mata dan telinga. Kalau perlu bikin grup dengan Pangdam dan pejabat TNI lainnya sehingga kita bisa memitigasi permasalahan yang muncul. Athan dan Penmil merupakan ujung tombak diplomasi militer RI dan saudara yang memperjuangkan kepentingan TNI di luar negeri,†ujar Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan pembekalan kepada 42 Athan (atase pertahanan) dan Penmil (penasihat militer) serta 53 calon Athan beserta istri di ruang Gamelan Hotel Sofitel Nusa Dua Beach Resort, Bali, Rabu (31/1/2018).
Pembekalan diberikan Panglima TNI sebagai bagian dari pelaksanaan Rakor Athan yang dilaksanakan di Bali oleh Kepala Bais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranata.
Diselingi guyon dan humor ringan, Marsekal Hadi memaparkan situasi global, kawasan, dan nasional yang sedang dan akan terjadi sebagai bekal bagi Athan khususnya calon Athan.

Panglima TNI menyalami calon Atase Laut Letkol Louhenapessy yang akan ditempatkan di Moskow. Foto: beny adrian
Pertama, jelas Panglima TNI, yaitu lahirnya tatanan dunia baru yang unipolar yang mengakibatkan hubungan di antara aktor state dan non-state menjadi dinamis.
Konstelasi baru ini pun melahirkan polarisai kekuatan baru seperti Tiongkok, Rusia, dan India. Begitu pula ISIS, menjadi teroris global yang sangat mengancam. “Hampir di seluruh dunia, kerawanan terhadap ISIS muncul,†jelas Panglima TNI.
Kedua, lahirnya revolusi industri keempat yang ditandai dengan berbagai perubahan, yang salah satunya adalah memunculkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor berbasis jaringan internet.
Perubahan ini pun melahirkan tatanan ekonomi dunia baru, yang di sisi lain melahirkan ancaman cyber threat, bio threat, dan ancaman terhadap kesenjangan. “Ini adalah model ancaman baru yang sekarang kita hadapi,†ujar Marsekal Hadi.
Dengan dinamika politik internasional yang begitu dinamis, Panglima TNI berharap terjalin komunikasi dua tingkat yang positif di antara para Athan dengan pimpinan TNI. Sehingga apapun permasalahan yang terjadi di wilayah kerja Athan, bisa disampaikan secara langsung kepada Ka Bais, Panglima TNI, dan kepala staf angkatan sebagai pembina Athan dan Penmil.
“Hal ini penting saya sampaikan mengingat banyak sekali permasalahan yang ditemukan di lapangan, mungkin karena bisa diselesaikan sendiri di wilayahnya, tidak diinformasikan kepada pimpinan di Mabes TNI dan kepala staf angkatan, hal ini tentunya tidak kita harapkan,†tegas Hadi dalam arahannya.
Kepada para Athan, Penmil, dan calon Athan, Panglima TNI juga menyampaikan beberapa hal terkait program kerja yang tengah dilakukan Mabes TNI.

Panglima TNI menyapa para Athan dan calon Athan sesaat sebelum pelaksanaan foto bersama. Foto: beny adrian
Seperti persoalan terorisme, Hadi mengatakan sudah mengirimkan surat terbuka kepada Pansus RUU Antiteroris yang isinya agar TNI dilibatkan dalam penanganan bahaya teroris.
“Saya ingin keterlibatan TNI nyata di situ sesuai dengan tugas dan kemampuan TNI dalam OMSP yaitu menanggulangi bahaya terorisme. Alasannya karena TNI mempunyai fungsi sebagai penangkal, penindak, dan pemulih,†kata Hadi.
Dalam konteks itu pula Hadi meminta agar definisi terorisme itu adalah kejahatan terhadap negara yang mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa.
Teroris maupun ancaman lainnya dari berbagai spektrum pada saat ini tidak hanya terjadi secara nyata saja, tapi juga di dunia maya. Untuk itu TNI pun menjadikan dunia maya sebagai palagan baru dalam “bertempurâ€. Seperti kita ketahui, TNI sudah membentuk satuan siber untuk menangani ancaman model baru ini.
“Saya minta satuan siber tidak main-main, kita cari perwira muda yang punya passion terhadap hal itu,†tegasnya.
Tidak hanya mewaspadai cyber threat, TNI pun sudah mulai mengendus ancaman biologi yang jika terjadi bisa mengganggu kestabilan nasional. Seperti gagal panen dan wabah virus.
Karena itu Hadi tidak menepis kewaspadaannya saat mengirim Satgas Kesehatan TNI ke Kabupaten Asmat di Papua untuk bertugas selama 270 hari.
“Saya rencanakan TNI membangun Satgas Nubika. Insya Allah tahun ini akan saya kirim personel untuk belajar, bisa ke Inggris, Perancis, atau Amerika,†ucap Hadi yang meransang para Athan untuk terbiasa berpikir out of the box.
Secara panjang lebar Panglima TNI menyampaikan harapannya agar para Athan memberikan masukan segala bentuk informasi yang baik untuk TNI, baik dalam hal pendidikan, perkembangan teknologi, dan sebagainya.
Begitu juga kepada para istri, Panglima TNI meminta untuk aktif bergaul dengan sesama istri diplomat di daerah penugasan, sembari mempromosikan dan menginformasikan potensi wisata di dalam negeri. Sebaliknya Panglima TNI mengingatkan kepada para Athan dan istri untuk menjauhi gaya hidup high performance.
Tambah kantor Athan
Menjadi Athan tentu tidak mudah. Disamping karena pos yang akan ditempati terbatas, seleksinya pun tidak mudah. Dimulai dari tingkat matra, seleksi terus mengalir hingga ke Mabes TNI.
Setelah seleksi pun, calon akan menjalani sejumlah kursus selama tiga bulan. Meliputi kursus intelijen strategis, dilanjutkan pembekalan komputer, bahasa, dan magang di kementerian luar negeri.
Karena itu Panglima TNI berharap, baik kepada Athan maupun atase militer (darat, laut, udara) untuk bisa bekerjasama, menjaga diri, dan tidak melakukan kesalahan selama menjalani penugasan. Tidak hanya sebagai perwakilan TNI di luar negeri, Athan sekaligus perwujudan citra Indonesia di dunia internasional.
“Athan dan atase militer harus rukun, dibina hubungan yang baik,†tutur Hadi yang berharap mendapatkan laporan intelijen bernilai strategis agar kebijakan yang dikeluarkan Mabes TNI tidak salah.
Dari 53 calon Athan yang menghadiri pembekalan Panglima TNI, dua di antaranya adalah cadangan yang disiapkan untuk negara akreditasi baru.
Panglima TNI berharap keseluruhan calon Athan bisa diberangkatkan. Untuk itu dalam pertemuan dengan menteri luar negeri beberapa waktu lalu, Panglima TNI telah menyampaikan kemungkinan ditambahnya kantor Athan di luar negeri.
Menurut Letkol Laut (S) Ariyan Dilli Louhenapessy yang akan menerima penempatan di Moskow, rencananya mereka akan diberangkatkan sekitar bulan September atau Oktober 2018. “Doakan semuanya berjalan lancar, ya,” ujarnya singkat kepada mylesat.com.

Foto bersama Panglima TNI dan pejabat Mabes TNI dengan Athan dan calon Athan. Foto: beny adrian
Sedikit berbagi masa lalu, pada satu masa Hadi pernah mengikuti seleksi Athan untuk negara Perancis. Saat itu Hadi sudah akan mengikuti pendidikan Athan. Namun tiba tiba-tiba namanya dicoret, sehingga melahirkan kekecewaan.
Sebelumnya Hadi sudah pernah tinggal di Perancis selama 1,5 tahun saat mengikuti College Interarmes De Defence (setingkat Seskoau) tahun 2001.
“Saya tidak mau melihat kesedihan, jadi bagaimana caranya semua berangkat, saya tidak mau ada yang kecewa, seperti yang saya alami dulu,†ujar Panglima TNI. “Tapi ya nggak apa-apa, karena sekarang saya malah jadi komandannya semua Athan,†ungkap Hadi yang disambut tawa para hadirin.
“Insya Allah semuanya berangkat,†tegas Hadi lagi sambil berpesan agar bisa memanfaatkan kesempatan tinggal di luar negeri sebagai bekal untuk penugasan selanjutnya.
Hadi sangat sadar bahwa para Athan adalah sumber daya manusia unggul dan profesional yang dimiliki TNI. Untuk itu ia akan mencoba memberikan yang terbaik kepada Athan yang sudah menyelesaikan masa tugasnya, dengan menempatkan mereka di pos-pos strategis guna memaksimalkan potensi dan pengalaman yang dimiliki.
“Saudara-saudara harus bekerja, di sana bukan pesiar, dan oleh sebab itu fasilitas yang diberikan adalah yang terbaik,†pesan Hadi kepada para calon Athan sebelum menutup pembekalannya.
Teks: beny adrian