Digelar di Georgia, 10 Perempuan Indonesia Ikuti Women in Policing Conference

0

Sebanyak 10 perempuan yang merupakan utusan Indonesia, mengikuti Women in Policing Conference di Tbilisi, Georgia. Konferensi yang diikuti 250 anggota polisi perempuan dunia ini berlangsung dari 6-9 Maret 2018.

Women in Policing Conference yang didukung Kedutaan Amerika Serikat di Tbilisi dan bekerja sama dengan Bureau of International Narcotics and Law (INL), diikuti oleh utusan dari Albania, Montenegro, Bosnia, Moldova, Armenia, Ukraina, Kyrgyzstan, Tajikistan, Filipina, Pakistan, Myanmar, dan Indonesia.

Menurut Briptu Christell Rachel Tania Philip yang mengikuti konferensi, pelaksanaannya digabungkan dengan peringatan Hari Wanita Internasional yang jatuh pada 8 Maret.

Menurut Briptu Christell yang merupakan anggota Korps Brimob Polri, utusan Indonesia terdiri dari enam Polwan Polri, dua dari BNN serta dua dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Acara diikuti oleh wanita yang bekerja di bidang penegakan hukum dari berbagai negara di seluruh dunia. Konferensi internasional ini mengangkat enam pilar dalam kepolisian Abad 21 yang terdiri dari upaya membangun kepercayaan dan legitimasi, menyusun kebijakan yang komperhensif dan responsif serta menyeimbangkan IT dan media sosial dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Christell kepada mylesat.com.

Delegasi Indonesia tampil ceria dengan busana kedaerahan. Foto: Dok Briptu Christell Rachel

Dalam konferensi ini seperti dikutip iom.int, perwira penegak hukum dari Amerika Serikat dan Kanada berbicara mengenai pengembangan profesional, masalah kepemimpinan, dan masalah penegakan hukum praktis.

Menurut Ian Kelly, Dubes AS untuk Georgia, Women in Policing Conference merupakan cara yang bagus bagi Georgia untuk menunjukkan keterbukaannya terhadap partisipasi perempuan dalam mempromosikan perdamaian dan keamanan.

Menurut Mike McMahoon, Direktur INL di Georgia, tujuan konferensi ini adalah memberdayakan dan mengilhami perwira polisi perempuan meraih sukses dalam pelatihan, diskusi dan pendampingan guna memberikan kesempatan mengikuti pelatihan yang tidak mereka dapatkan di negara mereka dan di akademi.

Mayoritas peserta adalah polisi perbatasan, penjaga pantai, polisi patroli, dan penyidik. Konferensi ini merupakan agenda tahunan yang diadakan di Tbilisi, Georgia.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply