Hankam

Cacat Karena Tugas, Mugiyanto dan Siregar Mewakili Sosok Sejati Prajurit TNI

Musibah dalam pelaksanaan tugas adalah risiko yang disadari oleh seluruh prajurit militer. Dari sekadar terluka, berakibat cacat hingga mengakibatkan nyawa mereka melayang. Karena potensi risiko itulah, prajurit militer dipilih, dilatih, dan diperlengkapi dengan baik untuk menghindari dari kemungkinan risiko di medan penugasan.

Namun jika sudah terjadi, sebagai insan beragama tentu kita harus menerimanya sebagai takdir. Adalah lingkungan keluarga, kedinasan dan pimpinan yang harus memberikan perhatian dan dukungan baik moril maupun materil kepada mereka agar tidak merasa rendah diri.

Panglima TNI memasangkan kaki palsu Lettu Siregar. Foto: beny adrian

Perhatian itulah yang ditunjukkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Nanny Hadi Tjahjanto kepada dua prajurit TNI.

Bantuan diberikan saat berlangsungnya Bakti Sosial Kesehatan TNI di Desa Bedoyo, Gunung Kidul, Yogyakarta (23/3/2018). Bantuan diberikan Panglima TNI usai membuka Baksos.

Marsekal Hadi memberikan langsung bantuan kepada dua orang prajurit TNI yang mengalami cacat kaki. Yaitu Kopka Mugiyanto yang menerima kursi roda dan Lettu Inf H. Siregar yang memperoleh kaki palsu.

Kopka Mugoyanto menerima bantuan dari Panglima TNI. Foto: beny adrian

Mugiyanto terkena ranjau saat melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan di Ambon tahun 2001. Ledakan ranjau itu menghancurkan kaki kanannya sehingga harus diamputasi.

Saat itu Mugiyanto bertugas di Batalyon Infanteri 408/Suhbrasta di bawah Korem 074/Warastratama, Kodam IV/Diponegoro.

Dengan kondisinya saat ini, Mugiyanto memang sudah tidak lagi berada di satuan operasional. Ia saat ini ditempatkan di Kodim 0705 Magelang.

Lettu Siregar memberikan hormat kepada Panglima TNI. Foto: beny adrian

Sementara Lettu Siregar yang lahir sebagai prajurit Kopassus, mengalami kecelakaan saat melatih siswa Raider beberapa tahun lalu. Akibat kejadian itu, ia kehilangan kaki kirinya. Ia sekarang ditempatkan di Korem 061/Surya Kencana, Bogor.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI sendiri yang memasangkan kaki palsu kepada Siregar. Kemudian Hadi meminta Siregar untuk berdiri. Begitu berdiri, Siregar langsung memberikan sikap hormat kepada Panglima TNI, menunjukkan bahwa jati dirinya sebagai prajurit tetap utuh.

Kemudian Panglima TNI meminta Siregar untuk berjalan, mencoba kaki palsu barunya. Terlihat Hadi memegangi tangan Siregar agar tidak limbung.

Siregar mencoba berjalan dibantu Panglima TNI. Foto: beny adrian

Marsekal Hadi memberikan dorongan kepada keduanya untuk terus berkarier di TNI, meski dalam kondisi fisik tidak lagi sempurna.

Real soldier never give up, never quit.

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close