Hankam

Hanya Spontanitas Kata Panglima TNI, Ternyata Ribuan Orang Datangi Baksos TNI di Gunung Kidul

Sangat tepat jika TNI khususnya, melaksanakan bakti sosial (baksos) kesehatan di berbagai daerah di tanah air. Karena di setiap pelaksanaan baksos, warga selalu berduyun-duyun mendatangi tempat acara sambil membawa keluhannya masing-masing.

Mulai dari yang sering pusing-pusing, gangguan penglihatan, cacat kaki hingga masalah kesehatan bagi ibu-ibu. Umumnya mengaku merasa dimudahkan dengan adanya baksos kesehatan seperti ini.

Pasalnya baksos yang dilaksanakan TNI tidak melulu soal kesehatan, tapi juga merambah ke bantuan terkait pendidikan. Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuat warga sulit memperoleh layanan kesehatan yang memadai, dan meraih prestasi terbaik dalam pendidikan.

Panglima TNI menemui taruna dan taruni yang mengikuti Napak Tilas Rute Gerilya Jenderal Sudirman. Foto: beny adrian

Sejatinya, seperti diakui Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam sambutannya, kegiatan baksos kesehatan ini awalnya tidak direncanakan. Namun yang pasti, Mabes TNI sudah punya agenda kegiatan rutin taruna dan taruni Tingkat 1 Akademi TNI melaksanakan Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Kegiatan rutin masa chandradimuka selama satu tahun ini diikuti oleh 435 taruna-taruni Tingkat 1 Akademi TNI dari Akmil, AAL, dan AAU. Menurut pelatih yang ditemui mylesat.com di lokasi, kegiatan ini diikuti oleh 396 taruna  dan 39 taruni.

Para taruna dan taruni yang berjalan kaki sejauh 72 km sambil menggotong tandu layaknya Jenderal Sudirman saat itu, dimulai dari Dusun Grogol XI di Desa Parangtritis, Kretek di Bantul hingga berakhir di Desa Bedoyo, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Para taruna dan taruni dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok Akmil, AAL, AAU, dan taruni.

“Jadi spontanitas karena saya lihat Napak Tilas Panglima Sudirman sangat cocok untuk melaksanakan bakti sosial dan tempatnya di Bedoyo,” urai Marsekal Hadi saat membuka Bakti Sosial TNI yang dipusatkan di Lapangan Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Jumat (23/3/2018).

Baksos Kesehatan sendiri dilaksanakan selama dua hari, dari 22-23 Maret 2018 di Lapangan Bedoyo.

Panglima TNI berharap agar kegiatan baksos ini bisa mengurangi beban masyarakat dan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Semoga yang hadir tidak hanya dari Desa Bedoyo tapi juga dari kampung-kampung lainny,” harap Hadi.

Panglima TNI dan Ibu Nanny menemui seorang nenek yang menerima kursi roda. Foto: beny adrian

“Napak Tilas adalah mengenang perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter Taruna dan Taruni Akmil, AAL, dan AAU sebagai prajurit pejuang dan pejuang prajurit yang dicintai rakyat,” tutur Panglima TNI.

Marsekal Hadi tidak lupa menyampaikan kenangannya 35 tahun lalu sebagai Taruni Tingkat 1 saat mengikuti Napak Tilas Jenderal Sudirman di tempat yang sama. “Dalam dimensi yang berbeda, saya kembali hadir di sini,” akunya.

Menurut Marsekal Hadi, kegiatan Baksos Kesehatan TNI ini merupakan perwujudan dharma bakti dan kepedulian TNI untuk meningkatkan derajat kesehatan sekaligus mengurangi beban masyarakat.

Selain dikaitkan dengan Napak Tilas Panglima Sudirman Taruna-Taruni Tingkat 1 Akademi TNI, penyelenggaraan Baksos Kesehatan TNI bersinergi dengan OASE KK (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja) dan sekaligus untuk memperingati Hari Kartini dan HUT ke-54 Dharma Pertiwi.

Selain juga mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan, Polda DIY, Pemda Provinsi DIY, Pemda Kabupaten Gunung Kidul, Ikatan Dokter Indonesia DIY, dan para relawan. Karena besarnya antusiasme warga, TNI juga mengerahkan 100 lebih siswa Sepa PK (Sekolah Perwira Prajurit Karier).

“Baksos Kesehatan ini bersinergi dengan OASE KK dan merupakan puncak peringatan HUT ke-54 Dharma Pertiwi,” ujar Ibu Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini.

Panglima TNI menemui anak-anak dalam kegiatan terkait PAUD. Foto: beny adrian

Usai membuka Baksos Kesehatan, Panglima TNI dan Ibu Nanny mendatangi warga yang menerima bantuan. Di antaranya dua orang anggota TNI, yaitu Kopka Mugiyanto yang menerima kursi roda dan Lettu Inf H. Siregar yang menerima kaki palsu.

Antusiasme warga sangat tinggi mengikuti Baksos kesehatan TNI ini. Panitia mencatat Baksos ini diikuti oleh 9.938 orang, sebuah jumlah yang sangat luar biasa.

Dari jumlah yang besar itu, sebanyak 6.170 orang tercatat mendapatkan layanan kesehatan dari TNI.

Yaitu operasi katarak 100 orang, pengobatan umum 3.000 orang, pengobatan spesialistik 150 orang, operasi bibir sumbing 20 orang, khitanan massal 150 orang, pengobatan gigi 300 orang, vaksinasi difteri 500 orang, pembagian kacamata baca 1.000 orang, pembagian alat bantu dengar 50 orang, pembagian kursi roda 58 orang, pembagian kaki palsu 10 orang, donor darah 500 orang, pemeriksaan IVA Test 100 orang, penyuluhan narkoba 1.500 orang, sosialisasi parenting PAUD 1.000 orang, dan sosialisasi kanker serviks 1.500 orang.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Nanny Hadi Tjahjanto turut menjadi pembicara dalam sosialisasi bahaya narkoba dan kesehatan keluarga, yang dihadiri para istri TNI dan Polri serta ratusan siswa sekolah dan guru sekolah.

Saat sesi tanya jawab, Ibu Nanny memberikan perhatian yang luar biasa kepada para istri TNI-Polri serta guru dan siswa yang hadir. Ibu Nanny berkali-kali memberikan door prize dan hadiah untuk setiap pertaanyaan yang diberikan.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto memandu langsung acara sosialisasi terkait bahaya narkoba serta penyuluhan kesehatan dan pendidikan. Foto: beny adrian

Meski panas menerpa tenda merah yang menjadi tempat acara, toh tidak membuat yang hadir beranjak dari kursinya. Sebaliknya bergembira mendengarkan materi yang diberikan, apalagi saaat pembagian hadiah.

Sambil meneriakkan yel-yel yang membangkitkan semangat, Ibu Nanny dan guru-guru lainnya terus mengajak hadirin untuk bersama-sama menyuarakan kampanye positif bersama demi masa depan lebih baik untuk anak-anak Indonesia.

Narkoba no, kekerasan no, bullying no, prestasi yes!

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close