Warna Pelangi dalam Kompaknya TNI-Polri, Panglima TNI: Soliditas Bukan Hanya Seremoni

Berbicara to the point soal soliditas dan solidaritas TNI dan Polri, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai bahwa kampanye kekompakan yang digadang-gadangnya itu pelan namun pasti, mulai terlihat.

Diakui Panglima TNI, ia mengaku senang melihat 4.497 anggota TNI dan Polri se-wilayah Kalimantan Timur yang duduk di hadapannya pagi itu di Dome Balikpapan, Kaltim, Rabu (28/3/2018), menyatu tanpa batas.

“Dari depan saya lihat warna pelangi ada di sini, empat warna ada di sini, yang menunjukkan bahwa soliditas TNI-Polri seperti yang saya sampaikan adalah harga mati,” ujar Marsekal Hadi dari atas podium kepada ribuan anggota TNI dan Polri.

Hadi menegaskan, bahwa soliditas bukan hanya ada pada tataran atas, hanya seremoni, tapi soliditas harus ditunjukkan dari tataran atas sampai tataran paling bawah.

Foto bersama Panglima TNI, Kapolri, dan KSAD yang menunjukkan soliditas TNI dan Polri. Foto: beny adrian

Bahkan dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Priyo Widyanto menyebutkan bahwa kekompakan Panglima TNI dan Kapolri telah menular kepada anggota TNI dan Polri di Kaltim. “Kekompakan tidak hanya di gedung ini tapi di ladang pengabdiaan kami di Kaltim,” ujarnya.

Irjen Priyo juga membeberkan bahwa ternyata program prioritas Kapolri sama dengan Panglima TNI, yang sama-sama menyampaikan 11 program prioritas. Jika di Polri disebut Promoter (Profesional Modern Terpercaya) maka di TNI disebut PMT (Profesional Modern Tangguh).

Kepada seluruh prajurit TNI dan Polri, Hadi menekankan untuk terus memegang teguh kebanggaan, memiliki disiplin, dedikasi dan kinerja yang tinggi, profesional serta loyalitas terbaik kepada negara dan bangsa.

Selain Panglima TNI, pengarahan juga diberikan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Turut hadir siang itu KSAD Jenderal TNI Mulyono serta para asisten Panglima TNI dan asisten Kapolri.

“Saya yakin seluruh prajurit TNI dan Polri bangga ditempatkan di wilayah ini, yang tentunya menjadi pengalaman tersendiri dengan situasi geografi, demografi dan kondisi sosial di Kalimantan Timur,” ujar Marsekal Hadi.

Dihadapan 4.750 personel TNI dan Polri, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa kemajuan pesat yang tak terduga di berbagai bidang khususnya bidang digital, computing power, dan analisa data selalu memiliki paradoks yang membuka peluang ancaman.

Selain memberikan arahan terkait profesionalisme prajurit TNI dan Polri, Panglima TNI tidak lupa mengingatkan seluruh prajurit untuk tetap menjaga netralitas saat Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Tugas TNI mendukung Polri dalam hal mengamankan pelaksanaan kegiatan pesta demokrasi 2018 dan 2019, termasuk membantu pengiriman logistik Pemilukada dan Pemilu ke daerah-daerah yang sulit dan terpencil,” urai Hadi.

Sementara Kapolri dalam pengarahannya mengatakan bahwa ketika TNI dan Polri sudah bersatu, maka negara ini sudah aman. Maka apapun agenda nasional seperti pengamanan pesta demokrasi dan Asian Games, semuanya tentu akan berjalan aman.

Balikpapan adalah kota pertama yang disinggahi Panglima TNI dan Kapolri dalam kunjungan kerjanya selama dua hari di wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara). Di Kaltara, Panglima TNI mengunjungi Pulau Sebatik yang merupakan pulau terluar dan Desa Krayan di Kabupaten Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia.

Di kedua tempat ini, Panglima TNI mengunjungi sejumlah pos TNI dan pos polisi sekaligus memberikan arahan kepada anggota TNI dan Polri.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Umum Dharma Pertiwi memberikan bantuan kepada anggota TNI dan Polri yang bertugas di perbatasan.

Dijelaskan Panglima TNI, Pemerintah memberikan perhatian kepada anggota TNI yang bertugas di perbatasan. “Tunjangannya diterima 75 persen di wilayah yang ada penduduknya, dan 100 persen di wilayah yang tidak berpenduduk,” jelas Marsekal Hadi.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: