Bomber B-52 Terbang di Atas Laut China Selatan, “Hanya” Latihan dengan Poseidon US Navy

Bomber strategis milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) Boeing B-52 Stratofortress, terbang di atas Laut China Selatan di sekitar wilayah Jepang pada awal Agustus.

Laporan itu disampaikan dalam pernyataan resmi US Indo-Pacific Command sebagai bagian dari latihan dengan AL AS.

Dua pembom B-52 milik AU AS dan dua pesawat patroli maritim P-8 Poseidon dari AL AS melaksanakan penerbangan di atas kawasan Laut China Selatan guna meningkatkan kemampuan joint force integration.

Sejak 2004, menurut pernyataan ini, US Indo-Pacific Command (USINDOPACOM) yang sebelumnya disebut PACOM, telah melaksanakan apa yang disebut program Continuous Bomber Presence (CBP).

Penerbangan mungkin berlangsung selama lebih dari satu hari. Dalam foto yang dirilis AU AS tanggal 2 Agustus, menunjukkan B-52 sedang mengisi bahan bakar.

B-52 Stratofortress terbang di Laut China Selatan setelah lepas landas dari Barksdale Air Force Base, Louisiana. Setelah melaksanakan misi, B-52 mendarat di Andersen Air Force Base, Guam.

Juni lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying tampaknya tidak menerima kehadiran bomber AS di Laut Cina Selatan.

B-52 Stratofortress adalah pembom strategis yang sudah malang melintang sejak Perang Vietnam.

Dengan kemampuan terbang jarak jauh, B-52 adalah pesawat subsonic yang didesain Boeing dan terus di-upgrades.

B-52 dioperasikan AU AS sejak 1950. Bomber ini mampu membawa lebih dari 70000 pon (32,000 kg) amunisi, dan combat range lebih dari 8.800 mil (14,080 km) tanpa pengisian ulang bahan bakar di udara.

Menurut sejumlah situs, satu unit B-52H dihargai sekitar 57,8 juta dolar AS alias hampir Rp 1 triliun.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: