Guyonan Panglima TNI kepada Pasis Sesko TNI dan Sespim Polri, Dari Soal Urunan Hingga “Disekolahkan”

0

“Saya tahu permasalahan yang dihadapi para siswa selama menjalani pendidikan, tapi dengan bekal yang ada, saya yakin kalian akan menjadi pemimpin TNI dan Polri,” ungkap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membuka pembekalannya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan pembekalan kepada 1.137 Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Sesko Angkatan TNI, dan Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri.

Pembekalan disampaikan Panglima TNI pada acara Program Kegiatan Bersama Kejuangan tahun 2018 yang dilaksanakan di Executive Grand Ballroom Soedirman Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2018).

Banyak gelak tawa saat Panglima TNI memulai pembekalannya. Marsekal Hadi terlihat berusaha mencairkan suasana dengan bernostalgia pada masa dirinya juga sebagai Pasis.

Hadi juga memotivasi para Pasis untuk optimis menjalani karier di TNI dan Polri, dengan bekal loyalitas dan pengabdian terbaik dari diri masing-masing.

“2009 saya siswa Sesko TNI, 2016 saya sudah jadi Kepala Staf Angkatan Udara, sehingga durasinya hanya tujuh tahun. Semoga kalian juga akan menjadi Kepala Staf Angkatan dan Kapolri,” ujar Hadi yang diaminkan oleh seluruh Pasis.

Di antara yang diingat Hadi saat menjadi Pasis Sesko TNI adalah terkait urunan Yansis (pelayan siswa) dan sejumlah iuran lainnya.

“Yang saya ingat hanya terkait urunan yaitu Yansis, urunan ulang tahun, urunan ganti roda, urunan anak sakit. Semoga sekarang tidak ada lagi urunan itu,” ucap Hadi lagi disambut tawa hadirin

Begitu pula ketika Hadi menyebutkan daftar pengertian yang harus disiapkan saat mengajukan Taskap (kertas karya perorangan), semua Pasis pun kembali tertawa.

Apakah di Sesko TNI juga masih ada kartu lari merah, biru, dan kuning,” tanya Hadi lagi mengenang.

Begitu juga soal makanan tongkol keras dan kerupuk yang selalu menemani para Pasis saat itu. “Jadi dengan tongkol keras dan krupuk itulah saya bisa menjadi KSAU dan Panglima TNI, karena prihatin,” ulas Hadi.

Tidak hanya mengenang masa pendidikan di Sesko, Hadi juga menuturkan kenangan lain yang dihadapinya di keluarga saat harus menjalani Sesko TNI.

“Yang sekolah bukan bapaknya saja tapi juga ibunya, mulai dari kalung, anting, gelang, sampai Skep kolonel pun juga ikut sekolah,” ungkap Hadi senyum. Dimaksud sekolah di sini adalah digadaikan.

Menyinggung soliditas TNI dan Polri yang begitu baik saat ini, Marsekal Hadi mengatakan bahwa semua terbangun dari adanya kesamaan visi dan misi terhadap bangsa dan negara.

“TNI dan Polri itu adalah dua institusi terbesar di negara ini, tidak hanya besar tapi juga terlatih, bersenjata, dan memiliki satu komando,” urai Hadi. Sehingga, tambah Hadi, kekompakan TNI dan Polri menjadi salah satu penentu terciptanya suasana damai dalam setiap kegiatan berbangsa dan bernegara.

Hal itu juga yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada Marsekal Hadi tak lama setelah dilantik menjadi Panglima TNI.

“Kekuatan ini harus kita kelola dengan baik untuk menjaga NKRI dan menyukseskan kegiatan kenegaraan,” ujar Tito saat itu seperti diungkap Hadi.

“Semoga sebentar lagian kalian akan menjadi pimpinan TNI Polri,” tutup Hadi.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply