Siap Amankan Pilpres 2019, Panglima TNI Gelar Personel Hingga Dua Pertiga dari Kekuatan Polri

0

Panglima TNI Marsekal ]Hadi Tjahjanto memberikan pembekalan dengan tema “Sinergi TNI-Polri Dalam Menjamin Keamanan Pemilu 2019” kepada 1.137 Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Sesko Angkatan TNI, dan Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri.

Pembekalan ini disampaikan Panglima TNI pada acara Program Kegiatan Bersama Kejuangan tahun 2018 yang dilaksanakan di Executive Grand Ballroom Soedirman Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2018).

Dalam pembekalannya, Marsekal Hadi banyak menyinggung soal akan dilaksanakannya Pemilihan Presiden (Pilpres) dalam waktu dekat hingga 2019.

Para Pasis mendengarkan pembekalan dari Panglima TNI. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Kerawanan pemilu sudah mulai bisa kita rasakan, tensi politik sudah mulai naik saat ini. Namun kita semua sudah siap. TNI dan Polri sudah mempersiapkan diri apabila ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” tegas Panglima TNI di hadapan Pasis.

Ditambahkan Hadi, selama pelaksanaan Pilpres 2019, TNI-Polri harus mewujudkan terpeliharanya kemananan dan mencegah terjadinya sikap anarkistis.

Sebagai garda terdepan, TNI-Polri harus bisa mencegah terjadinya kerusuhan sosial secara vertikal maupun horizontal dan mencegah terjadinya kerawanan lanjutan yang berpotensi mengancam eksistensi negara.

Hadi menyampaikan kepada para Pasis bahwa menjelang pemilu, perlu diwaspadai bentuk paham-paham kekecewaan seperti radikalisme, ekstrimisme dan komunisme yang mudah ditunggangi, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kerawanan pemilu antara lain pada tahap masa tenang, yaitu penyebaran isu hoax, politik uang, intimidasi, dan perusakan logistik pemilu pada tahap pemungutan suara,” jelas Hadi.

Di antara Pasis Sesko Angkatan yang siap menerima tugas dan jabatan baru usai dilantik November mendatang. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Dalam pandangan Panglima TNI, netralitas TNI-Polri merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan Pilpres 2019 khususnya di bidang pengamanan.

Panglima TNI menyampaikan bahwa selain mendampingi anggota kepolisian di TPS (tempat pemungutan suara) di 34 provinsi, 416 kabupaten, 98 kota, 6.793 kecamatan, dan 79.075 kelurahan/desa, TNI juga membantu mendistribusikan surat suara ke wilayah-wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Ditegaskan Hadi, bahwa TNI telah menyiapkan mulai dari truk, ranpur, kapal perang hingga pesawat angkut untuk mengirimkan surat-surat suara ke wilayah terpencil dan rawan.

Masih terkait Pipres 2019, TNI juga menggelar puluhan operasi perang dan selain perang di seluruh wilayah tanah air.

“TNI menggelar 51 operasi terdiri dari 4 OMP dan 47 OMSP. Semua itu untuk menangkal dan mencegah pihak-pihak asing yang akan menggagalkan pelaksanaan Pemilu. Sedangkan OMSP untuk melaksanakan berbagai tugas TNI di antaranya operasi pengamanan dan pengawasan keamanan maritim, perbatasan serta pengamanan VVIP,” tambah Hadi.

Pasis Sespimti Polri menerima hadiah sepeda dari Panglima TNI karena berhasil menjawab pertanyaan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Marsekal Hadi menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu ia ditelepon Menteri Luar Negeri yang meneruskan pertanyaan dari Kemenlu Papua New Guinea (PNG). Pihak PNG menanyakan kepada Menlu terkait penggelaran 4.000 lebih prajurit TNI di perbatasan kedua negara.

“Saya sampaikan kepada Ibu Menlu bahwa TNI memiliki tugas rutin pengamanan perbatasan (Pamtas) dan pengamanan daerah rawan (Pamrahwan) di seluruh wilayah perbatasan, sehingga tidak ada hal yang luar biasa, itu situasi biasa, fungsi TNI adalah menjaga perbatasan. TNI harus mengatasi setiap pergerakan warga di perbatasan yang berpotensi tidak baik di dalam negeri,” ujar Hadi panjang lebar.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa untuk mengantisipasi pengamanan Pemilu 2019, TNI akan mengerahkan personel sampai dengan dua pertiga dari kekuatan Polri.

Kekuatan itu akan digelar di wilayah-wilayah yang memang dianggap rawan termasuk berbagai macam alutsista dari ketiga matra.

Foto bersama usai acara pembekalan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Jumlah personel yang disiagakan tentunya akan kita sesuaikan dan kita akan menunggu apa yang diperlukan Polri,” ungkap Hadi.

Turut serta memberikan pembekalan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.

“Semoga sebentar lagi para perwira akan menapaki jabatan strategis, kalian akan menjadi pimpinan TNI dan Polri,” ucap Marsekal Hadi kepada para Pasis.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply