Sekaligus dua jet tempur CAC F-7NI milik Angkatan Udara Nigeria dilaporkan jatuh pada 28 September 2018. Peristiwa ini terjadi saat berlangsungnya latihan menjelang upacara hari kemerdekaan Nigeria yang jatuh pada 1 Oktober kemarin.
Seperti diumumkan AU Nigeria, tidak dijelaskan penyebab kecelakaan. Hanya disebutkan tiga penerbangnya berhasil ejected, satu di antaranya tewas setelah luka parah yang dialaminya saat pendaratan.
Namun dikutip africanmilitaryblog.com, kedua pesawat dilaporkan bertabrakan di udara saat latihan.
Dijelaskan Marsekal Sadique Abubakar sebagai KSAU Nigeria bahwa pesawat jatuh di wilayah umum di Katamkpe Hill di Kota Abuja. Sepertinya penerbang keempat ini tidak sempat melontarkan diri.
Saksi mata melihat sayap kedua pesawat saling bersentuhan, lalu satu di antaranya terlihat hilang kendali dan jatuh. Penerbangnya melontarkan diri.
Saksi mata melihat bola api besar saat pesawat jatuh. Penerbang sepertinya berusaha mengendalikan pesawat kedua, namun akhirnya kehilangan kendali dan jatuh di sekitar bukit dengan bola api besar.
Nigeria menerima pengiriman 12 pesawat F-7NI kursi tunggal dan tiga FT-7NI kursi ganda pada 2010. Sebelum kecelakaan 28 September ini, empat F-7NI dan satu FT-7NI diketahui telah hilang dalam kecelakaan.
Pada awal 2008, Nigeria membeli 12 F-7NI dari pabrikan Chengdu di China untuk menggantikan armada MiG-21.
F-7 Fischan versi ekspor dari Chengsu J-7 yang dikembangkan China berdasarkan lisensi dari MiG-21. Produksi pesawat ini dihentikan pada 2013.
J-7 kemudian dikembangkan lebih jauh oleh CAC/PAF menjadi JF-17 Thunder.
Teks: beny adrian