Pesawat berkemampuan intelligence, surveillance, and reconnaissance (ISR) dikenal sangat mahal untuk diakuisisi negara berkembang. Namun tentu ada banyak jalan ke Roma, agar kemampuan pengintaian udara tetap bisa dilakukan sebuah negara.
Seperti Filipina, melengkapi pesawat C-130 Hercules dengan peralatan ISR yang terpasang di samping pesawat.
Adalah 300th Air Intelligence and Security Wing (AISW) Angkatan Udara Filipina yang berpangkalan di Benito Ebuen Air Force Base di Pulau Mactan, menerima perangkat SABIR (Airdyne Special Airborne Mission Installation and Response).
Dengan SABIR, memampukan C-130 didapuk melaksanakan misi ISR.
Melengkapi SABIR, Hercules mendapat penambahan perangkat intai di sisi kanan, modifikasi pintu paratroop dengan jendela observasi gelembung, kompartemen avionik, tactical workstation, stores ejector, kursi operator, sistem real time, HD thermal image, low-light continuous zoom, long-range maritime surveillance hingga 200 Nm, dan penjejak otomatis.

Terlihat SABIR di sisi kanan di belakang pintu terjun C-130T Filipina tail number 5040. Pesawat terlihat di Bandara Cebu. Foto diambil dari Darvs Bautista, yang diposting di Facebook Philippine Plane Spotters Group (PPSG).
Situs Airdyne melaporkan termasuk pemasangan L-3 Wescam’s MX-15 HDi electro-optical imager dan varian dari Elta Systems’ X-band (8 to 12.5 GHz) EL/M-2022 synthetic aperture radar.
Modifikasi ini diperoleh Filipina dari Amerika Serikat dalam paket US Southeast Asian Maritime Security Initiative (MSI), dengan nilai 15,1 juta dolar AS.
SABIR digambarkan sebagai kemampuan ISR canggih tanpa mengorbankan fungsi utama pesawat sebagai pesawat kargo.
Penggunaan SABIR oleh AU Filipina otomatis akan meningkatkan kewaspadaan maritim, kemampuan airborne command-and-control, kontraterorisme, dan operasi kemanusiaan dan bantuan bencana.
Menhan Filipina Delfin Lorenzana menyebut, pemasangan SABIR ini sebagai filling in the gap terkait kemampuan ISR dari AU Filipina.
“Dalam waktu yang sangat lama, gap yang kita miliki adalah tidak tersediaanyaa kapabilitas ISR di AU FIlipina, untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Amerika,†ujar Lorenzana.
Ia menyinggung saat pemerintah berusaha merebut kembali Marawi tahun lalu, betapa angkatan udara memainkan peran yag sangat besar.
Ditambahkannya, Filipina juga akan membeli tambahan C-130, dengan menjadikan satu di antaranya dengan kemampuan patroli maritim.
AS sebelumnya menghibahkan ke Filipina sebanyak enam UAV Scaneagle dan dua Cessna-208B Caravan.
Tek: beny adrian