Bersama Lebih Kuat, AU Inggris dalam Upaya Mengintegrasikan Kemampuan ISTAR

0

Mengintegrasikan kemampuan alias integrated capability menjadi keharusan bagi sebuah angkatan bersenjata modern. Dengan bersama dan saling terhubung, urusan lapangan pasti lebih mudah dikerjakan.

Langkah integrated capability itupun saat ini tengah ditempuh Angkatan Udara Kerajaan Inggris.

Prinsipnya adalah menjadikan secara bersama seluruh elemen berbeda dari ISTAR (intelligence, surveillance, target acquisition, and reconnaissance) ke dalam satu sistemyangbb terintegrasi.

Berbicara di London pada 24 Oktober 2018, Group Captain Adam Northcote-Wright, Kepala Transformasi ISTAR AU Inggris mengatakan bahwa studi untuk ini telah dilaksanakan sejak 2016.

Studi dilakukan untuk menjadikan seluruh elemen dari unit ISTAR ke dalam satu komando (single capability) sesuai konsep Joint Force 2025.

Menurut Northcote-Wright, elemen ISTAR terdiri dari Boeing E-3D Sentry AEW1, Raytheon Sentinel R1, Raytheon Shadow R1, L-3 RC-135W Airseeker, dan General Atomics Aeronautical Systems Inc MQ-9 Reaper. Kekuatan ini berpangkalan di RAF Waddington di Inggris.

Saat ini disadari keseluruhan elemen yang sudah memainkan peran penting sejak mulai ditugaskan, telah bekerja sebagai komponen yang masing-masingnya mandiri di dalam struktur AU Inggris yang lebih luas.

Dengan Strategic Defence and Security Review (SDSR) tahun 2015, menjadi tantangan besar bagi AU Inggris untuk terus menjadi kekuatan yang bisa diandalkan.

Northcote-Wright menekankan, pertanyaannya adalah bagaimana komponen ISTAR AU Inggris bisa mentransformasikan dirinya menjadi satu kesatuan yang homogen.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply