Lantik Dansesko & Kababek Baru, Panglima TNI Tekankan Soal Budaya Organisasi dan Cara Berpikir

0

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin Pengambilan Penandatanganan Pakta Integritas dan Serah Terima Jabatan Komandan Sesko (Dansesko) TNI dan Kepala Badan Pembekalan (Kababek) TNI di Gedung Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018).

Jabatan Dansesko TNI diserahterimakan dari Letjen TNI (Mar) R.M. Trusono kepada Laksda TNI Deddy Muhibah Pribadi.

Sementara Kababek TNI dari Brigjen TNI Fabian Albert Embran kepada Laksma TNI Sapto Adi.

Panglima TNI menyampaikan bahwa sebagai lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI, Sesko TNI harus dapat menghasilkan perwira menengah TNI yang dapat merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan operasi gabungan TNI maupun kampanye militer.

“Operasi gabungan tidak hanya dalam rangka Operasi Militer Perang (OMP), namun juga Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang justru lebih dirasakan oleh masyarakat,” kata Hadi.

“Sesko TNI dituntut menghasilkan perwira menengah TNI dengan kemampuan manajerial tinggi. Artinya memahami perkembangan situasi, tantangan yang dihadapi serta dapat bekerja sama dengan berbagai instansi lainnya demi keberhasilan tugas pokok,” jelas Panglima TNI.

Sementara Babek TNI juga harus mampu menyelenggarakan pembekalan materiil dalam rangka mendukung pelaksanaan operasi.

“Proses dan rantai penyediaan harus dapat dikendalikan dengan baik melalui suatu manajemen yang berdasar pada pemenuhan kebutuhan secara baik, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tuturnya.

“Tidak hanya Sesko TNI dan Babek TNI, namun seluruh Balakpus dan Kotamaops TNI harus menjadi motor penggerak organisasi yang mampu beradaptasi dengan baik,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI mengatakan bahwa potensi bencana alam akan selalu ada walaupun sudah berulang kali TNI melaksanakan tahap tanggap darurat, namun masih saja dirasa ada beberapa hal yang perlu diperbaiki berdasarkan pengalaman terakhir.

Posisi geografis dan geologis Indonesia akan selalu menempatkan TNI sebagai tulang punggung dalam penanggulangan bencana seperti yang beberapa waktu lalu terjadi.

Tantangan ini memerlukan tindak lanjut berupa penyempurnaan taktik, teknik, strategi, konsep operasi maupun pola pendidikan dan latihan.

“Kembangkan organisasi TNI menjadi sebuah organisasi yang adaptif, yang mampu menjawab setiap tantangan yang senantiasa berubah. Itu semua memerlukan penyiapan dan perubahan budaya organisasi dan cara berpikir personel TNI,” tegas Hadi.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply