Setelah 2 Kali Gagal, Rudal SM-3 Block IIA Berhasil Hantam Sasaran di Hawaii

0

Amerika Serikat kembali menguji kemampuan rudal pencegat Raytheon Standard Missile 3 (SM-3) Block IIA (RIM-161D).

Uji pencegatan (intercept test) keempat ini melibatkan USS John Finn (DDG 113), yang merupakan kapal perang destroyer berpemandu rudal kelas Arleigh Burke.

Berjalan dengan sukses, penembakan rudal dilakukan dari Pacific Missile Range Facility di Kauai, Hawaii pada 26 oktober 2018. Penembakkan dilakukan oleh tim gabungan US Missile Defense Agency (MDA) dan AL AS.

Angkatan Laut AS yang berada di atas kapal USS John Finn sukses melaksanakan pencegatan target rudal balistik jarak sedang menggunakan Standard Missile-3 Block IIA. Penembakan dinilai sukses setelah dua kali kegagalan dalam pengujian sebelumnya.

Dalam pengujian, USS John Finn mendeteki dan menjejak target dari radar AN/SPY-1 yang menggunakan sistem Aegis Baseline 9.C2.

Setelah memperoleh dan melacak target, USS John Finn meluncurkan rudal SM-3 Block IIA yang harganya mencapai 18 juta dolar AS ini.

Dalam pernyataan terpisah, Raytheon mengatakan bahwa SM-3 Blok IIA telah melakukan “perjalanan dengan kecepatan ribuan mil per jam” untuk mencapai dan menghancurkan target di ruang angkasa.

Keberhasilan pengujian ini membuka jalan bagi Raytheon untuk melangkah ke tahap produksi.

SM-3 Blok IIA dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Jepang untuk menghadapi rudal balistik jarak sedang dan sebagai bagian dari AEGIS Ballistic Missile Defense System.

Rudal ini adalah sistem pencegat terbaru yang dirancang untuk diluncurkan dari kapal yang dilengkapi sistem Aegis.

Pada Februari 2017, MDA melakukan uji intersepsi pertama yang berhasil, menandai pertama kalinya Blok II SM-3 diluncurkan dari kapal Aegis.

Namun dua uji berikutnya yang berlangsung pada Juni 2017 dan Januari 2018, berakhir dengan kegagalan.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply