Terakhir 2017, Pembom Strategis B-52H Kembali Terdeteksi Terbang 150 Km dari Perbatasan Rusia

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pada Sabtu (16/3/2019), bahwa sebuah pesawat pembom strategis B-52H Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS), telah terbang di atas Laut Baltik.

Posisi B-52H saat tertangkap sistem pertahanan udara Rusia, mendekat pada jarak sekitar 150 km (93 mil) dari perbatasan Rusia.

“Pada 15 Maret 2019, sebuah pesawat B-52 AS dengan transponder dinyalakan, melakukan penerbangan di atas perairan internasional Laut Baltik sejajar dengan perairan teritorial Rusia,” kata kementerian Rusia.

“Pesawat itu tidak mendekati perbatasan Rusia lebih dekat dari 150 kilometer dan berbalik segera setelah sistem pertahanan udara Rusia melacaknya.”

Dengan menyalakan transponder menunjukkan bahwa B-52H sengaja terbang di wilayah Baltik untuk maksud dilacak.

Menurut laporan resmi seperti dikutip defence-blog, pesawat B-52 terakhir kali terlihat di Laut Baltik pada 2017.

Jaringan lalu lintas udara Plane Radar melaporkan bahwa pembom strategis B-52H melakukan latihan serangan terhadap pangkalan angkatan laut Rusia di wilayah Laut Baltik.

Pembom ini dipersenjatai rudal jelajah nuklir atau bom konvensional hingga 70.000 pon.

Pembom strategis B-52H milik AU AS mampu terbang dengan kecepatan subsonik tinggi pada ketinggian 50.000 kaki.

B-52 dioperasikan AU AS sejak 1950. Bomber ini mampu membawa lebih dari 70.000 pon (32.000 kg) amunisi, dan combat range lebih dari 8.800 mil (14.080 km) tanpa pengisian ulang bahan bakar di udara.

Menurut sejumlah situs, satu unit B-52H dihargai sekitar 57,8 juta dolar AS alias hampir Rp 1 triliun.

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: